iklan

Minggu, 13 September 2015

Kisah inspiratif perihal berhaji

Diceritakan dalam Kitab  Irsyadul 'Ibad ila Sabiila Rosyad
Adalah Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al-Hanzhali al Marwazi ulama terkenal di Makkah yang menceritakan riwayat ini........
Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual haji, ia beristirahat dan tertidur...........
Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit........
Ia mendengar percakapan malaikat itu..........
“Berapa banyak yang datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.
“Tujuh ratus ribu,” jawabnya.
“Berapa banyak diantara mereka yang ibadah hajinya diterima?”
“Tidak satupun”
Percakapan ini membuat Abdullah gemetar.......
“Apa?” ia menangis dalam mimpinya.
“Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”
Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.
“Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni . Berkat dia seluruh haji mereka diterima oleh Allah.”
“Kok bisa”
“Itu Kehendak Allah”
“Siapa orang tersebut?”
“Sa’id bin Muhafah, tukang sol sepatu di kota Damsyiq (damaskus sekarang)”
Mendengar ucapan itu, ulama itu langsung terbangun. Sepulang haji, ia tidak langsung pulang kerumah, tapi langsung menuju kota Damaskus, Siria.
Sampai disana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut malaikat dalam mimpinya.
Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namannya Sa’id bin Muhafah.
“Ada, ditepi kota” Jawab salah seorang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya.
Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sol sepatu yang berpakaian lusuh,
“Benarkah anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Ulama itu
“Betul, siapa tuan?”
“Aku Abdullah bin Mubarak”
Said pun terharu, "Bapak adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?”
Sejenak ulama itu kebingungan, dari mana ia memulai pertanyaannya, akhirnya iapun menceritakan perihal mimpinya.
“Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur?”
“Wah saya sendiri tidak tahu!”
“Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini"
Maka Sa’id bin Muhafah bercerita.
“Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar :
Labbaika Allahumma labbaika.
Labbaika la syarika laka labbaika.
Innal hamda wanni’mata laka wal mulka.
laa syarika laka.
Ya Allah, aku datang karena panggilanMu.
Tiada sekutu bagiMu.
Segala ni’mat dan puji adalah kepunyanMu dan kekuasaanMu.
Tiada sekutu bagiMu.
Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangis
Ya allah aku rindu Mekah
Ya Allah aku rindu melihat kabah
Ijinkan aku datang…..
ijinkan aku datang ya Allah..
Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya, sebagai tukang sol sepatu.
Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji.
“Saya sudah siap berhaji”
“Tapi anda batal berangkat haji”
“Benar”
“Apa yang terjadi?”
“Istri saya hamil, dan sering ngidam. Waktu saya hendak berangkat saat itu dia ngidam berat”
“Suami ku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?
“ya sayang”
“Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini. Mintalah sedikit untukku”
"Ustadz, sayapun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh.
Disitu ada seorang janda dan enam anaknya.
Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit.
Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya.
Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan “tidak boleh tuan”
“Dijual berapapun akan saya beli”
“Makanan itu tidak dijual, tuan” katanya sambil berlinang mata.
Akhirnya saya tanya kenapa?
Sambil menangis, janda itu berkata “daging ini halal untuk kami tapi haram untuk tuan” katanya.
Dalam hati saya : Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim?
Karena itu saya mendesaknya lagi “Kenapa?”
“Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Dirumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak.
Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram".
Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya pulang.
Saya ceritakan kejadian itu pada istriku, diapun menangis, kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah janda itu.
“Ini masakan untuk mu”
"Uang sebesar 350 dirhampun saya berikan pada mereka.”
"Pakailah uang ini untuk mu sekeluarga. Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi”
Ya Allah……… disinilah Hajiku
Ya Allah……… disinilah Mekahku.
Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak tak bisa menahan air mata.
................................................................................................................
Berapa banyak sekarang yang mengejar ego kesalehan pribadi dengan mengabaikan kesalehan sosial
*silahkan meninggalkan kesholehan sosial dg masa bodoh terhadap sesamamu yg ada disekelilingmu yg sedang kelaparan dg mengejar kesholehan pribadi berupa milih berkali2 kesana ngejar status sbgai haji.....
Wallohu'alam

Jumat, 04 September 2015

Si Badui Yang Menghisab Allah SWY

Si Badui Yang Menghisab Allah SWT

Seorang lelaki Badui telah memeluk Islam, tetapi karena keadaan ekonominya yang terbatas dan tempat tinggalnya yang sangat jauh dari Madinah, ia belum pernah menghadap dan bertemu langsung dengan Nabi SAW. Ia hanya berbai’at memeluk Islam dan belajar tentang peribadatan dari para pemuka kabilahnya yang pernah mendapat pengajaran Nabi SAW. Tetapi dengan segala keterbatasannya itu, ia mampu menjadi seorang mukmin yang sebenarnya, bahkan sangat mencintai Rasulullah SAW. 

Suatu ketika ia mengikuti rombongan kabilahnya melaksanakan ibadah umrah ke Makkah. Sambil thawaf sendirian, terpisah dari orang-orang lainnya, si badui ini selalu berdzikir berulang-ulang dengan asma Allah, "Ya Kariim, ya Kariim….."

Ia memang bukan orang yang cerdas, sehingga tidak mampu menghafal dengan tepat doa atau dzikr yang idealnya dibaca ketika thawaf, sebagaimana diajarkan Nabi SAW. Karena itu ia hanya membaca berulang-ulang asma Allah yang satu itu. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang mengikuti berjalan di belakangnya sambil mengucap juga, “Ya Kariim, ya Kariim!!”

Si Badui ini berpindah dan menjauh dari tempat dan orang tersebut sambil meneruskan dzikrnya, karena ia menyangka lelaki yang mengikutinya itu hanya memperolok dirinya. Tetapi kemanapun ia berpindah dan menjauh, lelaki itu tetap mengikutinya dan mengucapkan dzikr yang sama. Akhirnya si Badui berpaling menghadapi lelaki itu dan berkata, "Wahai orang yang berwajah cerah dan berbadan indah, apakah anda memperolok-olokkan aku? Demi Allah, kalau tidak karena wajahmu yang cerah dan badanmu yang indah, tentu aku sudah mengadukan kamu kepada kekasihku…"

Lelaki itu berkata, “Siapakah kekasihmu itu?”

Si Badui berkata, “Nabiku, Muhammad Rasulullah SAW!!”

Lelaki itu tampak tersenyum mendengar penuturannya, kemudian berkata, "Apakah engkau belum mengenal dan bertemu dengan Nabimu itu, wahai saudaraku Badui?" 

"Belum..!!" Kata si Badui. 

Lelaki itu berkata lagi, “Bagaimana mungkin engkau mencintainya jika engkau belum mengenalnya? Bagaimana pula dengan keimananmu kepadanya?" 

Si Badui berkata, "Aku beriman atas kenabiannya walau aku belum pernah melihatnya, aku membenarkan kerasulannya walau aku belum pernah bertemu dengannya…!!"

Lagi-lagi lelaki itu tersenyum dan berkata, "Wahai saudaraku orang Badui, aku inilah Nabimu di dunia, dan pemberi syafaat kepadamu di akhirat…!!" 

Memang, lelaki yang mengikuti si Badui itu tidak lain adalah Rasulullah SAW, yang juga sedang beribadah umrah. Sengaja beliau mengikuti perilaku si Badui karena beliau melihatnya begitu polos dan ‘unik’, menyendiri dari orang-orang lainnya, tetapi tampak jelas begitu khusyu’ menghadap Allah dalam thawafnya itu. 

Si Badui tersebut memandang Nabi SAW seakan tak percaya, matanya berkaca-kaca. Ia mendekat kepada beliau sambil merendah dan akan mencium tangan beliau. Tetapi Nabi SAW memegang pundaknya dan berkata, "Wahai saudaraku, jangan perlakukan aku sebagaimana orang-orang asing memperlakukan raja-rajanya, karena sesungguhnya Allah mengutusku bukan sebagai orang yang sombong dan sewenang-wenang. Dia mengutusku dengan kebenaran, sebagai pemberi kabar gembira (yakni akan kenikmatan di surga) dan pemberi peringatan (akan pedihnya siksa api neraka) …" 

Si Badui masih berdiri termangu, tetapi jelas tampak kegembiraan di matanya karena bertemu dengan Nabi SAW. Tiba-tiba Malaikat Jibril turun kepada Nabi SAW, menyampaikan salam dan penghormatan dari Allah SWT kepada beliau, dan Allah memerintahkan beliau menyampaikan beberapa kalimat kepada orang Badui tersebut, yakni : "Hai Badui, sesungguhnya Kelembutan dan Kemuliaan Allah (yakni makna asma Allah : Al Karim) bisa memperdayakan, dan Allah akan menghisab (memperhitungkan)-nya dalam segala hal, yang sedikit ataupun yang banyak, yang besar ataupun yang kecil….." 

Nabi SAW menyampaikan kalimat dari Allah tersebut kepada si Badui, dan si Badui berkata, "Apakah Allah akan menghisabku, ya Rasulullah??" 

"Benar, Dia akan menghisabmu jika Dia menghendaki…" Kata Nabi SAW. 

Tiba-tiba si Badui mengucapkan sesuatu yang tidak disangka-sangka, "Demi Kebesaran dan Keagungan-Nya, jika Dia menghisabku, aku juga akan menghisab-Nya….!!" 

Sekali lagi Nabi SAW tersenyum mendengar pernyataan si badui, dan bersabda, "Dalam hal apa engkau akan menghisab Tuhanmu, wahai saudaraku Badui?" 

Si Badui berkata, "Jika Tuhanku menghisabku atas dosaku, aku akan menghisab-Nya dengan maghfirah-Nya, jika Dia menghisabku atas kemaksiatanku, aku akan menghisab-Nya dengan Afwan (pemaafan)-Nya, dan jika Dia menghisabku atas kekikiranku, aku akan menghisab-Nya dengan kedermawanan-Nya…." 

Nabi SAW sangat terharu dengan jawaban si Badui itu sampai memangis meneteskan air mata yang membasahi jenggot beliau. Jawaban sederhana, tetapi mencerminkan betapa "akrabnya" si Badui tersebut dengan Tuhannya, betapa tinggi tingkat ma’rifatnya kepada Allah, padahal dia belum pernah mendapat didikan langsung dari Nabi SAW. Sekali lagi Malaikat Jibril AS turun kepada Nabi SAW dan berkata, "Wahai Muhammad, Tuhanmu, Allah As Salam mengirim salam kepadamu dan berfirman : Kurangilah tangismu, karena hal itu melalaikan malaikat-malaikat pemikul Arsy menjadi lalai dalam tasbihnya. Katakan kepada saudaramu, si Badui, ia tidak usah menghisab Kami dan Kami tidak akan menghisab dirinya, karena ia adalah (salah satu) pendampingmu kelak di surga….!!!"

Senin, 17 Agustus 2015

BEASISWA DI 23 UNIVERSITAS ARAB SAUDI

BEASISWA DI 23 UNIVERSITAS ARAB SAUDI

Pemerintah Arab Saudi melalui Shundūq al-Khairiy at-Ta’līmiy, menyediakan beasiswa bagi pelajar-pelajar berprestasi di seluruh dunia untuk kuliah di berbagai Universitas terkemuka Arab Saudi. Program ini, sebagaimana yang dipublikasikan oleh Kementrian Pendidikan Tinggi KSA merupakan implementasi dari perhatian kerajaan yang sangat besar terhadap pengembangan dan publikasi ilmu pengetahuan dan peningkatan karya ilmiah; dan kontribusi nyata kerajaan dalam membangun komunikasi yang berkesinambungan dengan bangsa-bangsa di seluruh dunia dalam bidang ilmu, kebudayaan, dan kemajuan peradaban manusia. Menurut rilisnya program ini akan berkelanjutan setiap tahun, terbuka untuk semua jurusan tidak hanya untuk studi keislaman.
Mengapa Kuliah di Arab Saudi
Ada berbagai alasan untuk menjatuhkan pilihan melanjutkan studi ke salah satu universitas di Arab Saudi, antara lain:
1. Perguruan-perguruan tinggi yang unggul dan berkelas dunia, beberapa Universitas termasuk perguruan tinggi terbaik di dunia;
2. Suasana dan lingkungan keilmuan yang kondusif, di mana terdapat berbagai lembaga dan pusat penelitian dan pengkajian yang diakui dan terus berkembang pesat pada masing-masing Universitas;
3. Sivitas akademik multinasional; saat ini mahasiswa yang menuntut ilmu di Arab Saudi berasal dari lebih 165 negara dunia. Demikian juga dengan tenaga edukatif berasal dari berbagai negara.
4. Pelayanan dan fasilitas istimewa bagi setiap mahasiswa penerima beasiswa.
Persyaratan Penerima Beasiswa

1. Syarat-syarat yang berlaku bagi calon mahasiswa lokal juga berlaku bagi calon penerima beasiswa dari luar Arab Saudi;

2. Usia minimal 17 tahun, maksimal 25 tahun dan mengikuti kursus Bahasa Arab pada lembaga yang diakui, untuk Strata I (S1). Untuk strata dua (S2) usia maksimal 30 tahun, dan 35 tahun untuk S3.

3. Izin resmi dari pemerintah setempat bagi calon mahasiswa yang berasal dari negara yang mewajibkan syarat yang sama untuk pelajar Saudi yang ingin belajar di negara itu.
4. Tidak menerima beasiswa sejenis dari lembaga pendidikan lain di Arab Saudi.

5. Legalisir ijazah dan dokumen-dokumen resmi lainnya dari pihak yang berwewenang.

6. Tidak pernah di-drop out dari salah satu perguruan tinggi Arab Saudi.
Fasilitas dan Layanan

1. Jaminan kesehatan bagi penerima beasiswa dan keluarga yang menyertai;
2. Asrama;
3. Tiket liburan, pulang-pergi, ke negara asal setiap tahun;
4. Tunjangan lain yang diberikan pada saat kedatangan pertama, dan setelah menyelesaikan pendidikan;
5. Seluruh fasilitas dan layanan yang diterima oleh mahasiswa Arab Saudi.

Layanan Penunjang Akademik

1. Bagian khusus pada masing-masing Perguruan Tinggi yang bertanggung jawab memberikan pembinaan dan bimbingan khusus bagi mahasiswa penerima beasiswa yang diasuh oleh sdm-sdm yang berkompeten;
2. Kegiatan ekstra kurikuler yang bervariasi, antara lain di bidang ilmiah, budaya, sosial, dan jurnalistik;
3. Bimbingan akademik dan komunikasi langsung dan intensif dari dosen pembimbing;
4. Dukungan dan tunjangan khusus, moril dan materil, bagi mahasiswa berprestasi.
Prosedur Permohonan Beasiswa

Permohonan beasiswa dapat diajukan melalui prosedur berikut:

1. Mengajukan permohonan langsung kepada Universitas yang diminati melalui website resmi Universitas dimaksud. Cara ini lebih mudah dan lebih cepat. (lihat Link Elektronik Perguruan Tinggi Arab Saudi di bawah).
2. Mengajukan permohonan kepada Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kerajaan Arab Saudi yang ada di negara pemohon, atau langsung ke Kedutaan Besar Arab Saudi jika tidak terdapat Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan Arab Saudi di negara pemohon.

Elektronik Link Perguruan Tinggi Arab Saudi

1. Univ. Ummul Qura: www.uqu.edu.sa
2. Universitas Islam Madinah www.iu.edu.sa
3. Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud: www.imam.edu.sa
4. Universitas al-Malik Saud www.ksu.edu.sa
5. Universitas al-Malik Abdul Aziz: www.kau.edu.sa
6. Universitas Perminyakan dan Mineral Raja Fahd: www.kfupm.edu.sa
7. Universitas Malik Faishal : www.kfu.sa
8. Universitas Al-Malik Khalid: www.portal.kku.edu.sa
9. Universitas Al-Qashim : www.qu.edu.sa
10. Universitas Thaibah : www.taibahu.edu.sa
11. Universitas At-Thaif : www.tu.edu.sa
12. Universitas Al-Hail : www.uoh.edu.sa
13. Universitas Jazan : www.jazanu.edu.sa
14. Universitas Al-Jauf : www.ju.edu.sa
15. Universitas Al-Baha : www.portal.bu.edu.sa
16. Universitas Tabuk : www.ut.edu.sa
17. Universitas Nejran : www.nu.edu.sa
18. Universitas Al-Hudud As-Syamaliah : www.nbu.sa
19. Universitas Al-Amirah Naurah bin Abdurrahman : www.pnu.edu.sa
20. Universitas Adammam : www.ud.edu.sa
21. Universitas Salman bin Abdul Aziz : www.ku.edu.sa
22. Universitas Syaqra : www.su.edu.sa
23. Universitas Al-Mujamma’ah : www.mu.edu.sa EASISWA DI 23 UNIVERSITAS

Pemerintah Arab Saudi melalui Shundūq al-Khairiy at-Ta’līmiy, menyediakan beasiswa bagi pelajar-pelajar berprestasi di seluruh dunia untuk kuliah di berbagai Universitas terkemuka Arab Saudi. Program ini, sebagaimana yang dipublikasikan oleh Kementrian Pendidikan Tinggi KSA merupakan implementasi dari perhatian kerajaan yang sangat besar terhadap pengembangan dan publikasi ilmu pengetahuan dan peningkatan karya ilmiah; dan kontribusi nyata kerajaan dalam membangun komunikasi yang berkesinambungan dengan bangsa-bangsa di seluruh dunia dalam bidang ilmu, kebudayaan, dan kemajuan peradaban manusia. Menurut rilisnya program ini akan berkelanjutan setiap tahun, terbuka untuk semua jurusan tidak hanya untuk studi keislaman.
Mengapa Kuliah di Arab Saudi
Ada berbagai alasan untuk menjatuhkan pilihan melanjutkan studi ke salah satu universitas di Arab Saudi, antara lain:
1. Perguruan-perguruan tinggi yang unggul dan berkelas dunia, beberapa Universitas termasuk perguruan tinggi terbaik di dunia;
2. Suasana dan lingkungan keilmuan yang kondusif, di mana terdapat berbagai lembaga dan pusat penelitian dan pengkajian yang diakui dan terus berkembang pesat pada masing-masing Universitas;
3. Sivitas akademik multinasional; saat ini mahasiswa yang menuntut ilmu di Arab Saudi berasal dari lebih 165 negara dunia. Demikian juga dengan tenaga edukatif berasal dari berbagai negara.
4. Pelayanan dan fasilitas istimewa bagi setiap mahasiswa penerima beasiswa.
Persyaratan Penerima Beasiswa

1. Syarat-syarat yang berlaku bagi calon mahasiswa lokal juga berlaku bagi calon penerima beasiswa dari luar Arab Saudi;

2. Usia minimal 17 tahun, maksimal 25 tahun dan mengikuti kursus Bahasa Arab pada lembaga yang diakui, untuk Strata I (S1). Untuk strata dua (S2) usia maksimal 30 tahun, dan 35 tahun untuk S3.

3. Izin resmi dari pemerintah setempat bagi calon mahasiswa yang berasal dari negara yang mewajibkan syarat yang sama untuk pelajar Saudi yang ingin belajar di negara itu.
4. Tidak menerima beasiswa sejenis dari lembaga pendidikan lain di Arab Saudi.

5. Legalisir ijazah dan dokumen-dokumen resmi lainnya dari pihak yang berwewenang.

6. Tidak pernah di-drop out dari salah satu perguruan tinggi Arab Saudi.
Fasilitas dan Layanan

1. Jaminan kesehatan bagi penerima beasiswa dan keluarga yang menyertai;
2. Asrama;
3. Tiket liburan, pulang-pergi, ke negara asal setiap tahun;
4. Tunjangan lain yang diberikan pada saat kedatangan pertama, dan setelah menyelesaikan pendidikan;
5. Seluruh fasilitas dan layanan yang diterima oleh mahasiswa Arab Saudi.

Layanan Penunjang Akademik

1. Bagian khusus pada masing-masing Perguruan Tinggi yang bertanggung jawab memberikan pembinaan dan bimbingan khusus bagi mahasiswa penerima beasiswa yang diasuh oleh sdm-sdm yang berkompeten;
2. Kegiatan ekstra kurikuler yang bervariasi, antara lain di bidang ilmiah, budaya, sosial, dan jurnalistik;
3. Bimbingan akademik dan komunikasi langsung dan intensif dari dosen pembimbing;
4. Dukungan dan tunjangan khusus, moril dan materil, bagi mahasiswa berprestasi.
Prosedur Permohonan Beasiswa

Permohonan beasiswa dapat diajukan melalui prosedur berikut:

1. Mengajukan permohonan langsung kepada Universitas yang diminati melalui website resmi Universitas dimaksud. Cara ini lebih mudah dan lebih cepat. (lihat Link Elektronik Perguruan Tinggi Arab Saudi di bawah).
2. Mengajukan permohonan kepada Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kerajaan Arab Saudi yang ada di negara pemohon, atau langsung ke Kedutaan Besar Arab Saudi jika tidak terdapat Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan Arab Saudi di negara pemohon.

Elektronik Link Perguruan Tinggi Arab Saudi

1. Univ. Ummul Qura: www.uqu.edu.sa
2. Universitas Islam Madinah www.iu.edu.sa
3. Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud: www.imam.edu.sa
4. Universitas al-Malik Saud www.ksu.edu.sa
5. Universitas al-Malik Abdul Aziz: www.kau.edu.sa
6. Universitas Perminyakan dan Mineral Raja Fahd: www.kfupm.edu.sa
7. Universitas Malik Faishal : www.kfu.sa
8. Universitas Al-Malik Khalid: www.portal.kku.edu.sa
9. Universitas Al-Qashim : www.qu.edu.sa
10. Universitas Thaibah : www.taibahu.edu.sa
11. Universitas At-Thaif : www.tu.edu.sa
12. Universitas Al-Hail : www.uoh.edu.sa
13. Universitas Jazan : www.jazanu.edu.sa
14. Universitas Al-Jauf : www.ju.edu.sa
15. Universitas Al-Baha : www.portal.bu.edu.sa
16. Universitas Tabuk : www.ut.edu.sa
17. Universitas Nejran : www.nu.edu.sa
18. Universitas Al-Hudud As-Syamaliah : www.nbu.sa
19. Universitas Al-Amirah Naurah bin Abdurrahman : www.pnu.edu.sa
20. Universitas Adammam : www.ud.edu.sa
21. Universitas Salman bin Abdul Aziz : www.ku.edu.sa
22. Universitas Syaqra : www.su.edu.sa
23. Universitas Al-Mujamma’ah : www.mu.edu.sa
Pemerintah Arab Saudi melalui Shundūq al-Khairiy at-Ta’līmiy, menyediakan beasiswa bagi pelajar-pelajar berprestasi di seluruh dunia untuk kuliah di berbagai Universitas terkemuka Arab Saudi. Program ini, sebagaimana yang dipublikasikan oleh Kementrian Pendidikan Tinggi KSA merupakan implementasi dari perhatian kerajaan yang sangat besar terhadap pengembangan dan publikasi ilmu pengetahuan dan peningkatan karya ilmiah; dan kontribusi nyata kerajaan dalam membangun komunikasi yang berkesinambungan dengan bangsa-bangsa di seluruh dunia dalam bidang ilmu, kebudayaan, dan kemajuan peradaban manusia. Menurut rilisnya program ini akan berkelanjutan setiap tahun, terbuka untuk semua jurusan tidak hanya untuk studi keislaman.
Mengapa Kuliah di Arab Saudi
Ada berbagai alasan untuk menjatuhkan pilihan melanjutkan studi ke salah satu universitas di Arab Saudi, antara lain:
1. Perguruan-perguruan tinggi yang unggul dan berkelas dunia, beberapa Universitas termasuk perguruan tinggi terbaik di dunia;
2. Suasana dan lingkungan keilmuan yang kondusif, di mana terdapat berbagai lembaga dan pusat penelitian dan pengkajian yang diakui dan terus berkembang pesat pada masing-masing Universitas;
3. Sivitas akademik multinasional; saat ini mahasiswa yang menuntut ilmu di Arab Saudi berasal dari lebih 165 negara dunia. Demikian juga dengan tenaga edukatif berasal dari berbagai negara.
4. Pelayanan dan fasilitas istimewa bagi setiap mahasiswa penerima beasiswa.
Persyaratan Penerima Beasiswa

1. Syarat-syarat yang berlaku bagi calon mahasiswa lokal juga berlaku bagi calon penerima beasiswa dari luar Arab Saudi;

2. Usia minimal 17 tahun, maksimal 25 tahun dan mengikuti kursus Bahasa Arab pada lembaga yang diakui, untuk Strata I (S1). Untuk strata dua (S2) usia maksimal 30 tahun, dan 35 tahun untuk S3.

3. Izin resmi dari pemerintah setempat bagi calon mahasiswa yang berasal dari negara yang mewajibkan syarat yang sama untuk pelajar Saudi yang ingin belajar di negara itu.
4. Tidak menerima beasiswa sejenis dari lembaga pendidikan lain di Arab Saudi.

5. Legalisir ijazah dan dokumen-dokumen resmi lainnya dari pihak yang berwewenang.

6. Tidak pernah di-drop out dari salah satu perguruan tinggi Arab Saudi.
Fasilitas dan Layanan

1. Jaminan kesehatan bagi penerima beasiswa dan keluarga yang menyertai;
2. Asrama;
3. Tiket liburan, pulang-pergi, ke negara asal setiap tahun;
4. Tunjangan lain yang diberikan pada saat kedatangan pertama, dan setelah menyelesaikan pendidikan;
5. Seluruh fasilitas dan layanan yang diterima oleh mahasiswa Arab Saudi.

Layanan Penunjang Akademik

1. Bagian khusus pada masing-masing Perguruan Tinggi yang bertanggung jawab memberikan pembinaan dan bimbingan khusus bagi mahasiswa penerima beasiswa yang diasuh oleh sdm-sdm yang berkompeten;
2. Kegiatan ekstra kurikuler yang bervariasi, antara lain di bidang ilmiah, budaya, sosial, dan jurnalistik;
3. Bimbingan akademik dan komunikasi langsung dan intensif dari dosen pembimbing;
4. Dukungan dan tunjangan khusus, moril dan materil, bagi mahasiswa berprestasi.
Prosedur Permohonan Beasiswa

Permohonan beasiswa dapat diajukan melalui prosedur berikut:

1. Mengajukan permohonan langsung kepada Universitas yang diminati melalui website resmi Universitas dimaksud. Cara ini lebih mudah dan lebih cepat. (lihat Link Elektronik Perguruan Tinggi Arab Saudi di bawah).
2. Mengajukan permohonan kepada Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kerajaan Arab Saudi yang ada di negara pemohon, atau langsung ke Kedutaan Besar Arab Saudi jika tidak terdapat Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan Arab Saudi di negara pemohon.

Elektronik Link Perguruan Tinggi Arab Saudi

1. Univ. Ummul Qura: www.uqu.edu.sa
2. Universitas Islam Madinah www.iu.edu.sa
3. Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud: www.imam.edu.sa
4. Universitas al-Malik Saud www.ksu.edu.sa
5. Universitas al-Malik Abdul Aziz: www.kau.edu.sa
6. Universitas Perminyakan dan Mineral Raja Fahd: www.kfupm.edu.sa
7. Universitas Malik Faishal : www.kfu.sa
8. Universitas Al-Malik Khalid: www.portal.kku.edu.sa
9. Universitas Al-Qashim : www.qu.edu.sa
10. Universitas Thaibah : www.taibahu.edu.sa
11. Universitas At-Thaif : www.tu.edu.sa
12. Universitas Al-Hail : www.uoh.edu.sa
13. Universitas Jazan : www.jazanu.edu.sa
14. Universitas Al-Jauf : www.ju.edu.sa
15. Universitas Al-Baha : www.portal.bu.edu.sa
16. Universitas Tabuk : www.ut.edu.sa
17. Universitas Nejran : www.nu.edu.sa
18. Universitas Al-Hudud As-Syamaliah : www.nbu.sa
19. Universitas Al-Amirah Naurah bin Abdurrahman : www.pnu.edu.sa
20. Universitas Adammam : www.ud.edu.sa
21. Universitas Salman bin Abdul Aziz : www.ku.edu.sa
22. Universitas Syaqra : www.su.edu.sa
23. Universitas Al-Mujamma’ah : www.mu.edu.sa

Sabtu, 20 Juni 2015

Apa sebenarnya arti TAKJIL itu...?

��Takjil Itu...Bukan Kurma, Gorengan dan Biji Salak

Ust. Ahmad Sarwat

Takjil, takjil dan takjil. Nama takjil sudah terlanjur dimaknai sebagai makanan yang khusus dikonsumsi saat berbuka puasa. Bahkan sampai banyak orang menyebut kurma, gorengan dan biji salak sebagai takjil. Istilah yang terlanjur salah kaprah.

��Lalu apa arti kata 'takjil' itu sendiri?

Asal kata ta'jil itu dari 'ajjala - yu'ajjilu - ta'jilan (عجّل - يعجّل - تعجيلا), yang berarti mempercepat atau mendahulukan. Maksudnya mempercepat makan atau berbuka puasa dari shalat Maghrib.
Seharusnya ketika masuk waktu Maghrib, kita shalat Maghrib dulu. Tetapi berhubung kita sedang berpuasa, maka Allah SWT dan Rasulullah SAW mengganti aturannya. Bukan shalat dulu yang jadi prioritas tetapi justru makan terlebih dahulu. Sehingga makna ta'jil itu sebenarnya adalah memprioriaskan makan dari pada shalat. 

Dasarnya dari hadits berikut ini :
لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الفِطْرَ 

Dari Sahl bin Saad bahwa Nabi SAW bersabda, ”Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Sayangnya, orang-orang terlanjur menyebut istilah ta'jil di luar makna yang sesungguhnya. Kata ta'jil akhirnya identik dengan makanannya. Sehingga kurma, gorengan dan bahkan biji salak pun disebut ta'jil. 

Sore hari menjelang berbuka puasa, banyak pedangan makanan berjualan makanan untuk berbuka puasa. Ada satu tenda pedangan itu yang ditulisi : SEDIA TAKJIL ANEKA RUPA. 

Wah, dalam hati saya heran, ta'jil kok dijual?
Keliru Dua Kali
Keterpelesetan penggunaan istilah ta'jil ini kadang mengalami keterpelesetan lagi untuk kedua kali. Jadi keliru dua kali. 

Kemarin ada yang bertanya kepada saya,"Ustadz, kalau sedang puasa lalu berkumur dan ada air yang tertelan, apakah puasa saya ta'jil?".
Saya agak bingung menjawab pertanyaan aneh ini, apakah puasa saya ta'jil? Maksudnya?
Dia menjawab maksudnya apakah puasa saya batal? 
Wah, kalau kumur dan airnya diminum memang batal puasanya, tetapi jangan sebut puasanya ta'jil. Sebab makna ta'jil itu bukan membatalkan puasa. Jauh sekali hubungannya dan jangan sampai keliru dalam menggunakannya.

��Ta'jil = Kurma?

Yang paling parah menyebut kurma dengan ta'jil. Seorang ibu jamah majelis taklim cerita kepada saya bahwa dirinya baru saja beli ta'jil dua kilo. Saya bingung dan bertanya balik, maksudnya? Ibu itu bilang, maksudnya beliau baru beli kurma dua kilo. Oh, kurma pun berubah nama jadi ta'jil. Luar biasa bangsa kita ini, bisa dengan mudah mengganti nama dan istilah seenaknya.
Tetapi kurma sebagai makanan berbuka puasa memang cukup populer. Dan memang ada hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW berbuka puasa dengan menu kurma. 

عَنْ أَنَسٍ أن النبي كَانَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلىَ رُطَبَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٍ فَتُمَيْرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنَ المَاءِ

Dari Anas bin Malik ia berkata, "Rasulullah berbuka dengan rutab sebelum shalat, jika tidak terdapat rutab, maka beliau berbuka dengan tamr, jika tidak ada beliau meneguk air”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Istilah ruthab (رطب) sebenarnya bermakna kurma juga, namun berbeda dengan kurma yang sering kita lihat. Ruthab adalah kurma yang masih muda, segar, berair, dan tentu saja menyehatkan. 
Sedangkan istilah tamr (تمر), itulah kurma yang sering kita temukan. Selain hadits di atas, juga ada hadits lainnya :

عَنْ سَلْمَانَ بْنَ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ قَالَ : إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ فَإِنَّهُ بَرَكَةٌ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ تَمْرًا فَالمَاءُ فَإِنَّهُ طَهُوْرٌ

Dari Salman bin Amir radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Bila kalian berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma, karena kurma itu barakah. Kalau tidak ada kurma, maka dengan air, karena air itu mensucikan.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmizy) 

Memang banyak orang yang terlanjur berpendapat bahwa buka puasa dengan kurma itu sunnah nabi. Sehingga pasaran kurma cukup laris dan diminati.

Tetapi sebenarnya tetap ada yang beda antara berbukanya Nabi SAW pakai kurma dengan berbukanya kita pakai kurma.

Bedanya, kalau Rasulullah SAW disebutkan berbuka dengan menu kurma, memang menunya cuma kurma. Artinya kurma itu adalah makanan pokok yang dimakan hingga kenyang. Habis makan kurma tidak makan yang lainnya. Dan sehari-harinya, memang beliau sarapan pagi dengan kurma, makan siang dengan kurma, begitu juga makan malam. Karena buat penduduk Madinah di masa itu, kurma adalah makanan pokok.

Sedangkan kita, walaupun berbuka pakai kurma, kurmanya cuma dua tiga biji. Cuma buat pantes-pantesan saja. Sama sekali tidak mengenyangkan, sekedar bikin geli di perut saja. Setelah dua tiga biji dimakan, sudah tidak makan kurma lagi, tetapi makan nasi dengan segala perangkat keras dan lunaknya. (ri/rumahfiqih)

Oleh: Ust.Ahmad Sarwat

Minggu, 14 Juni 2015

Tarqiyah dlm menyambut Ramadhan

Ikhwahtifillah.. insya Allah kurang lbh 4 hari lagi kita akan memasuki Ramadhan.. Semoga Allah sampaikan kita ke dlm Ramadhan dlm kondisi yang baik dan siap untuk mentarqiyah diri dlm banyak hal.. aamiin.

Di antara ikhtiar yg perlu kita lakukan utk memastikan kita bisa memasuki Ramadhan dlm kondisi prima yaitu menchecklist kelengkapan2 tarqiyah kita di bulan Ramadhan. Silakan masing2 kita mencek masing2 semua kelengkapan ini sudah siap atau belum, jika ada yang belum tersiapkan semoga di sisa2 hari Sya'ban ini bisa kita lengkapi sebaik2nya.

��Checklist Kelengkapan Ramadhan��

1. List target tarqiyah diri (baik dlm hal mafahim atau pun dlm hal ubudiyah)
Misal target tilawah/khatam AQ, QL, hapalan AQ, shalat dhuha, shalat rawatib, target membaca buku (tentukan buku apa), dll.
Pastikan list target ini telah definit dan kalau perlu ditempel di tempat yg sering kita lihat.

2. Rencana pola harian
Seringkali kita membuat target Ramadhan yang muluk atau fantastis, tapi kita terlupa merencanakan slot waktu pelaksanaannya dalam setiap harinya.. sehingga setelah sekian hari Ramadhan target kita semakin tampak menjauh dari jangkauan.
Untuk itu, pastikan kita sudah punya rencana pola harian aktivitas selama Ramadhan.
Secara umum, saat Ramadhan pola harian kita akan berubah karena ada tambahan slot tarawih, sahur, dan ihyaul lail..

3. Tools tarqiyah
Pastikan semua tools yang diperlukan utk tarqiyah diri selama Ramadhan sudah ada dan siap pakai sejak mulai masuk Ramadhan.
Contoh:
Buku yang ditargetkan utk dibaca, pastikan kita sudah membelinya dan buku itu sudah siap dibaca. Jangan sampai kita baru mencari bukunya setelah Ramadhan datang.
Mukena yang akan dipakai saat tarawih, pastikan sudah kita cuci bersih dan siap pakai..
Dan tools2 lainnya.

4. List doa 30 hari
Salah satu waktu utama yang Allah janjikan akan diijabahnya doa2 kita adalah saat berbuka puasa.
Untuk itu, pastikan kita sudah melist semua hajat dan keinginan2 kita tanpa terlewatkan satu pun, baik hajat kecil atau pun besar, baik utk pribadi kita, keluarga, da'wah, atau pun kaum mu'minin..
Jangan sampai waktu utama saat berbuka puasa kita lewatkan sekadarnya dan dengan doa yang "seingatnya"..

5. List infak Ramadhan
Kepada siapa atau kemana akan diberikan, berapa besarnya, dan kapan akan dikeluarkan.. pastikan semuanya telah terencana dan tercatat dengan baik.
Bahkan, dana infaknya pun sebaiknya sudah kita siapkan di dalam amplop2 kecil dan diberi label.. sehingga saat Ramadhan nanti kita tinggal mengeluarkannya.
Dijamin insya Allah tidak akan ada cerita batal berinfak karena kehabisan uang atau terpakai oleh urusan yg lain.. insya Allah.
Termasuk hadiah2 yang akan kita berikan di bulan Ramadhan kepada tetangga/kerabat, usahakan telah dibeli dan disiapkan sejak sekarang, sehingga saat Ramadhan kita tidak perlu jalan2 keliling pasar/mall mencari hadiah lebaran tadi.

6. List kebiasaan baik yang akan dilatih ditumbuhkan di bulan Ramadhan
Tidak usah muluk2, cukup 2 hal atau maksimal 3 hal saja, tapi benar2 kita fokusi utk dilatih dan dimuhasabahi setiap hari..

7. List kebiasaan buruk yang ingin dihilangkan/diredam
Sama seperti kebiasaan baik, cukup 2-3 hal saja, tetapi fokus.

8. Rencana i'tikaf 10 malam terakhir
Akan mulai kapan, di mana, dan rencana aktifitas selama i'tikaf sebisa mungkin disiapkan sejak sekarang..

�� Itu di antara checklist-an kelengkapan Ramadhan yang perlu kita siapkan, ikhwahtifillah.. agar saat maghrib hari pertama Ramadhan datang, kita tinggal 'derr' saja beramal sesuai dengan yang direncanakan.. semoga waktu-waktu Ramadhan kita bisa lebih optimal.. aamiin.

Kamis, 14 Mei 2015

30 Orang Pertama Dalam Islam

Copast dari ttangga  sbelah
Org pertama cipta telefon ?
Alexander Graham Bell ..
kalau org pertama tulis
bismillah ??????? kalau anak-anak
tanya kepada ibubapa...mampus
nak jawab ni!.. simpan nota ini.
30 ORANG YANG
PERTAMA DALAM ISLAM
---------------------------------
1. Orang yang pertama menulis
Bismillah : Nabi Sulaiman AS.
2. Orang yang pertama minum air
zamzam :
Nabi Ismail AS.
3. Orang yang pertama
berkhatan :
Nabi Ibrahim AS
4. Orang yang pertama diberikan
pakaian pada
hari qiamat :
Nabi Ibrahim AS.
5. Orang yang pertama dipanggil
oleh Allah
pada hari qiamat :
Nabi Adam AS.
6. Orang yang pertama
mengerjakan saie antara Safa &
Marwah :
Sayyidatina Hajar
7. Orang yang pertama
dibangkitkan pada hari
qiamat :
Nabi Muhammad SAW.
8. Orang yang pertama menjadi
khalifah Islam :
Abu Bakar As Siddiq RA.
9. Orang yang pertama
menggunakan tarikh
hijrah :
Umar bin Al-Khattab
10. Orang yang pertama
meletakkan jawatan khalifah
dalam Islam :
Al-Hasan bin Ali RA.
11. Orang yang pertama
menyusukan Nabi Muhammad
SAW :
Thuwaibah RA.
12. Orang yang pertama syahid
dalam Islam dari kalangan lelaki :
Al-Harith bin Abi Halah
13. Orang yang pertama syahid
dalam Islam dari kalangan
wanita :
Sumayyah binti Khabbat
14. Orang yang pertama menulis
hadis di dalam kitab /
lembaran :
Abdullah bin Amru bin Al-Ash
15. Orang yang pertama memanah
dalam perjuangan
fisabilillah :
Saad bin Abi Waqqas
16. Orang yang pertama menjadi
muazzin dan
melaungkan adzan: Bilal bin
Rabah
17. Orang yang pertama
sembahyang dengan Rasulullah
SAW :
Ali bin Abi Tholib
18. Orang yang pertama membuat
minbar masjid Nabi
SAW :
Tamim Ad-dary
19. Orang yang pertama
menghunus
pedang dalam
perjuangan fisabilillah : Az-Zubair
bin Al-
Awwam
20. Orang yang pertama menulis
sirah Nabi Muhammad SAW :
Ibban bin Othman bin Affan
21. Orang yang pertama beriman
dengan Nabi
SAW :
Khadijah bt Khuwailid.
22. Orang yang pertama
mengasaskan usul fiqh :
Imam Syafei RH.
23. Orang yang pertama membina
penjara dalam Islam:
Ali bin Abi Tholib
24. Orang yang pertama menjadi
raja dalam Islam :
Muawiyah bin Abi Sufyan
25. Orang yang pertama membuat
perpustakaan awam
Harun Ar-Rasyid
26. Orang yang pertama
mengadakan baitulmal : Umar
Al-Khattab
27. Orang yang pertama
menghafal Al-Qur'an selepas
Rasulullah SAW :
Ali bn Abi Tholib
28. Orang yang pertama membina
menara di Masjidil
Haram Mekah:
Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur
29. Orang yang pertama digelar
Al-Muqry :
Mus'ab bin Umair
30. Orang yang pertama masuk ke
dalam syurga :
Nabi Muhammad SAW.
✔ Rugilah klu tidak SHARE sbab
ianya 1 peluang dakwah yg
MUDAH kenali Islam kita.. Islam itu Indah. Tiada unsur paksaan..

Senin, 06 April 2015

Informasi Beasiswa ke LN

Barangkali ada yg membutuhkan:
Mohon disebar jika ada yg membutuhkan ?

1. Australia Award Scholarship (http://australiaawardsindo.or.id)

2. LPDP Scholarship (http://www.beasiswalpdp.org/index.html)

3. DIKTI Scholarship
a. Dalam Negeri (http://www.beasiswa.dikti.go.id/dn/)
b. Luar Negeri (http://beasiswa.dikti.go.id/ln/)

4. Turkey Government Scholarship (http://www.turkiyeburslari.gov.tr/index.php/en)

5. General Cultural Scholarship India (http://www.iccrindia.net/gereralscheme.html)

6. USA Government Scholarship
a. (http://www.aminef.or.id/index.php)
b. (http://www.iief.or.id)

7. Netherland Government Scholarship (http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa)

8. Korean Government Scholarship (http://www.niied.go.kr/eng/contents.do?contentsNo=78&menuNo=349)

9. Belgium Government Scholarship (http://www.vliruos.be/4273.aspx)

10. Israel Government Scholarship (http://www.mfa.gov.il/mfa/abouttheministry/departments/pages/scholarships%20offered%20by%20the%20israeli%20government%20to.aspx)

11. Sciences Po France (http://formation.sciences-po.fr/en/contenu/the-emile-boutmy-scholarship)

12. Utrecht University Netherland (http://www.uu.nl/university/international-
students/en/financialmatters/grantsandscholarships/Pages/utrechtexcellencescholarships.aspx)

13. Prasetya Mulya Business School Indonesia (http://www.pmbs.ac.id/s2/scholarship.php?lang=ENG)

14. Brunei Darussalam Government Scholarship (http://www.mofat.gov.bn/index.php/announcement)

15. Monbugakusho Scholarship Japan (http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html)

16. Paramadina University Master Fellowship Indonesia (https://gradschool.paramadina.ac.id/in/graduate-school-fellowship/paramadina-medco-fellowship-2013.html)

17. PPM School of Management Indonesia (http://ppm-manajemen.ac.id/beasiswa-penuh-s2-mm-reguler/)

18. University of Twente Netherland (http://www.utwente.nl/internationalstudents/scholarshipsandgrants/all/uts/)

19. Sweden Government Scholarship (http://www.studyinsweden.se/Scholarships/)

20. Chinese Government Scholarship (http://www.csc.edu.cn/laihua/scholarshipdetailen.aspx?cid=97&id=1422)

21. Taiwan Government Scholarship (http://www.studyintaiwan.org/taiwan_scholarships.html)

22. United Kingdom Government SCholarship (http://www.chevening.org/indonesia/)

23. Panasonic Scholarship Japan (http://panasonic.net/citizenship/scholarships/pso/requirements/)

24. Ancora Foundation Scholarship (http://ancorafoundation.com)

25. Asian Public Intellectuals Fellowship Japan (http://www.api-fellowships.org/body/)

26. AUN/SEED-Net Scholarship (http://www.seed-net.org/index.php)

27. Art Asia Major Scholarship Korea National University of Arts (http://eng.karts.ac.kr:81/karts/board/list.jsp?
c_no=003013002&bt_no=123&page=1&b_category=&b_categoryimg=&searchSelect=&keyword=&divisionSelect=&engNotice=engNotice)

28. Ritsumeikan Asia Pacific University Japan (http://www.apu.ac.jp/home/life/index.php?content_id=30)

29. Seoul National University Korea (http://en.snu.ac.kr/apply/graduate/scholarships/before-application)

30. DIKTIS Overseas Scholarship (http://www.pendis.kemenag.go.id/beasiswaln/)

31. Honjo International Scholarship Foundation Japan (http://hisf.or.jp/english/sch-f/)

32. IDB Merit Scholarship Programme for High Technology (http://www.isdb.org/irj/portal/anonymous?NavigationTarget=navurl://c28c70fde436815fcff1257ef5982a08)

33. International HIV & Drug Use Fellowship USA (http://www.iasociety.org/fellowship.aspx)

34. Nitori International Scholarship Foundation Japan (http://www.nitori-shougakuzaidan.com/en/)

35. School of Government and Public Policy Indonesia (http://sgpp.ac.id/pages/financial-conditions)

36. Inpex Scholarship Foundation Japan 

37. Asia University Taiwan (http://ciae.asia.edu.tw/AdmissionsScholarship.html)

38. Macquaire University Australia (http://www.mq.edu.au/future_students/international/scholarships_and_awards/macquarie_university_international_scholarships/)

---
Info dari grup sebelah, semoga bermanfaat..

Informasi Beasiswa ke LN

Barangkali ada yg membutuhkan:
Mohon disebar jika ada yg membutuhkan ?

1. Australia Award Scholarship (http://australiaawardsindo.or.id)

2. LPDP Scholarship (http://www.beasiswalpdp.org/index.html)

3. DIKTI Scholarship
a. Dalam Negeri (http://www.beasiswa.dikti.go.id/dn/)
b. Luar Negeri (http://beasiswa.dikti.go.id/ln/)

4. Turkey Government Scholarship (http://www.turkiyeburslari.gov.tr/index.php/en)

5. General Cultural Scholarship India (http://www.iccrindia.net/gereralscheme.html)

6. USA Government Scholarship
a. (http://www.aminef.or.id/index.php)
b. (http://www.iief.or.id)

7. Netherland Government Scholarship (http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa)

8. Korean Government Scholarship (http://www.niied.go.kr/eng/contents.do?contentsNo=78&menuNo=349)

9. Belgium Government Scholarship (http://www.vliruos.be/4273.aspx)

10. Israel Government Scholarship (http://www.mfa.gov.il/mfa/abouttheministry/departments/pages/scholarships%20offered%20by%20the%20israeli%20government%20to.aspx)

11. Sciences Po France (http://formation.sciences-po.fr/en/contenu/the-emile-boutmy-scholarship)

12. Utrecht University Netherland (http://www.uu.nl/university/international-
students/en/financialmatters/grantsandscholarships/Pages/utrechtexcellencescholarships.aspx)

13. Prasetya Mulya Business School Indonesia (http://www.pmbs.ac.id/s2/scholarship.php?lang=ENG)

14. Brunei Darussalam Government Scholarship (http://www.mofat.gov.bn/index.php/announcement)

15. Monbugakusho Scholarship Japan (http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html)

16. Paramadina University Master Fellowship Indonesia (https://gradschool.paramadina.ac.id/in/graduate-school-fellowship/paramadina-medco-fellowship-2013.html)

17. PPM School of Management Indonesia (http://ppm-manajemen.ac.id/beasiswa-penuh-s2-mm-reguler/)

18. University of Twente Netherland (http://www.utwente.nl/internationalstudents/scholarshipsandgrants/all/uts/)

19. Sweden Government Scholarship (http://www.studyinsweden.se/Scholarships/)

20. Chinese Government Scholarship (http://www.csc.edu.cn/laihua/scholarshipdetailen.aspx?cid=97&id=1422)

21. Taiwan Government Scholarship (http://www.studyintaiwan.org/taiwan_scholarships.html)

22. United Kingdom Government SCholarship (http://www.chevening.org/indonesia/)

23. Panasonic Scholarship Japan (http://panasonic.net/citizenship/scholarships/pso/requirements/)

24. Ancora Foundation Scholarship (http://ancorafoundation.com)

25. Asian Public Intellectuals Fellowship Japan (http://www.api-fellowships.org/body/)

26. AUN/SEED-Net Scholarship (http://www.seed-net.org/index.php)

27. Art Asia Major Scholarship Korea National University of Arts (http://eng.karts.ac.kr:81/karts/board/list.jsp?
c_no=003013002&bt_no=123&page=1&b_category=&b_categoryimg=&searchSelect=&keyword=&divisionSelect=&engNotice=engNotice)

28. Ritsumeikan Asia Pacific University Japan (http://www.apu.ac.jp/home/life/index.php?content_id=30)

29. Seoul National University Korea (http://en.snu.ac.kr/apply/graduate/scholarships/before-application)

30. DIKTIS Overseas Scholarship (http://www.pendis.kemenag.go.id/beasiswaln/)

31. Honjo International Scholarship Foundation Japan (http://hisf.or.jp/english/sch-f/)

32. IDB Merit Scholarship Programme for High Technology (http://www.isdb.org/irj/portal/anonymous?NavigationTarget=navurl://c28c70fde436815fcff1257ef5982a08)

33. International HIV & Drug Use Fellowship USA (http://www.iasociety.org/fellowship.aspx)

34. Nitori International Scholarship Foundation Japan (http://www.nitori-shougakuzaidan.com/en/)

35. School of Government and Public Policy Indonesia (http://sgpp.ac.id/pages/financial-conditions)

36. Inpex Scholarship Foundation Japan 

37. Asia University Taiwan (http://ciae.asia.edu.tw/AdmissionsScholarship.html)

38. Macquaire University Australia (http://www.mq.edu.au/future_students/international/scholarships_and_awards/macquarie_university_international_scholarships/)

---
Info dari grup sebelah, semoga bermanfaat..