iklan

Jumat, 21 September 2018

THE INVISIBLE HANDS KEROYOK USTADZ  ABDUL SOMAD

Oleh : Agnes Marcellina

Sebelum ada kasus penolakan dakwah Ustad Abdul Somad di Bali, saya sudah pernah mendengarkan beberapa ceramahnya yang beredar di medsos dan saya suka karena beliau orangnya kocak, lucu, pandai, selain menguasai ilmu agama beliau punya keahlian bagaimana menyampaikannya kepada orang lain agar bisa didengar dan dipahami. Dakwahnya penuh dengan humor tetapi isinya tetap menyentuh hati. Saya saja yang  bukan muslim senang mendengarkannya apalagi orang beragama Islam.

Sewaktu Ustad Somad digeruduk di sebuah hotel di Bali saat akan memberi ceramah di masjid,  saya terperangah  sewaktu membaca beritanya karena memang sungguh sangat memalukan kejadian tersebut dan tidak bisa diterima dengan akal sehat manapun kalau kita Indonesia yang melindungi umat beragama yang berbeda tetapi perlakuan terhadap ulama seperti itu.  Bukan saja menodai makna dari Bhineka Tunggal Ika tetapi juga sangat kasar apalagi pecalang pecalang di Bali masuk ke hotel sambil membawa benda tajam. Astaga…. Masa seorang ulama diperlakukan seperti itu? Penolakan tersebut katanya karena ustad Somad anti Pancasila. Masyaallah….mereka yang bilang seperti itu  apakah sudah pernah mendengar belum ceramah ceramahnya? Berikut adalah salah satu ceramah beliau yang mengatakan negara dan bangsa Indonesia sudah diikat dengan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika , jadi bagaimana mungkin dia dituduh anti Pancasila?
https://www.youtube.com/watch?v=3IRAxvZdqxo&t=1006s

Tidak lama setelah kejadian tersebut, ceramah beliau juga dibatalkan di kantor PLN. Tidak lama kemudian lagi, kehadiran beliau di Hong Kong ditolak dengan alasan karena ustad berasal dari organisasi terlarang. Kalau sudah begini, saya berani berkesimpulan bahwa ada ‘THE INVISIBLE HANDS”  yang sudah melakukan kriminilisasi  dan persekusi terhadap ulama yang bernama Abdul Somad ini. Pola polanya mungkin tidak jauh berbeda dengan yang sudah dilakukan terhadap Habaib Riziek Shihab. Ada sekelompok orang orang yang begitu panik dengan munculnya ulama ulama yang berkharisma yang bisa menggiring dan mempersatukan umat sehingga mereka dianggap menjadi musuh yang harus dihabisi. Kriminilisasi terhadap HRS dilakukan melalui HOAX.

Rocky Gerung mengatakan: “pembuat hoax terbaik adalah pemerintah. Alasannya karena penguasa memiliki seluruh perangkat untuk berbohong. Intelijen, pemerintah  punya, begitupun data statistik dan media. Itu faktanya. Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna. Rezim itu kalau dia terus menerus mengendalikan kebenaran, artinya ada kebohongan yang hendak disembunyikan. Kita mencium ada semacam kepanikan di dalam rezim ini. Orang panik biasanya ingin cari pegangan apa saja. Kayak orang hanyut, dia mau raih apa saja. Entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon. Jadi kepanikan menunjukkan ada krisis, sebenarnya”.

Sepakat….saya sepenuhnya setuju dengan pendapat bang Rocky.

Ditengah kerinduan  umat Islam terhadap Habaib Riziek dengan dakwah dakwahnya, tiba tiba muncul Ustad Abdul Somad yang dalam sekejap dikenal diseantero Nusantara ini. Tetapi lagi lagi THE INVISIBLE HANDS sedang berusaha mengusik ketenangan umat Islam. Lagi lagi hoax yang digoreng adalah anti Pancasila, anti kebhinekaan, teroris dan label label lainnya.

Sudah berminggu-minggu saya tidak menulis tetapi hari ini dakwah Ustad Abdul Somad yang saya terima melalui whatsapp, membuat saya berlinang air mata sambil mendengarkannya. Saya ingin menshare kepada anda semua video tersebut tetapi saya mencari linknya di youtube belum ditemukan dari sekian banyak video dakwah dakwahnya.

Isi dari dakwah beliau dalam video tersebut sangat menggugah hati . Saya ingin mengutipnya sebagai berikut :

“Hari ini, bulan ini , beberapa tahun belakangan ini, Kaum muslimin dikejutkan dengan pengeroyokan terhadap kebenaran dengan kata dan istilah lain, kriminilisasi,   orang dikriminilkan,  yang baik dikatakan sebagai perampok , pengkhianat dikatakan sebagai orang yang benar dan jujur. Ini bukanlah sesuatu hal yang baru, ini sudah lama terjadi, 1450 tahun SM, Nabi Musa mengalami hal yang sama. Firaun, Haman dan tentara tentaranya, 3 kelompok mengeroyok Musa. Dunia tidak berubah, isinya itu itu juga, Haman, orang cerdas tetapi kecerdasannya bukan untuk mengabdi kepada rakyat tetapi untuk menjilat Firaun. Haman , orang yang diberikan akal sempurna tapi akalnya bukan untuk mengabdikan diri kepada Allah tetapi untuk mengikutkan hawa nafsu mendapatkan segenggam dunia dari Firaun. Mereka semua mati, nama mereka dikenang abadi  tetapi yang satu dikenal karena jahatnya, zolimnya, karena aniayanya tetapi yang satu dikenal karena baiknya, sholehnya.

Hari berganti, musim berubah, zaman berputar isi dunia tetap  tetap itu itu juga. Setelah itu 1450 tahun lamanya datang zaman Nabi Isa. Hari itu juga dia dikeroyok, juga dibantai oleh 3 kelompok, Yehudi, Romawi dan yang menjadi pengikut Yehudi dan Romawi. Yehudi tidak suka karena kedatangan Isa akan membuka borok Yehudi. Romawi tidak suka karena kekuasaan akan hilang karena pengikut Isa bertambah banyak. Gelombangnya keras yang akan meluluhlantakan kekuasaan Yehudi dan Romawi. Orang orang awam yang bodoh hanya mengikut Yehudi dan Romawi. Ternyata diantara para muridnya, ada pengkhianat Yudas Iskariot , hanya disogok dengan beberapa keeping uang emas, imannya luntur sehingga Nabi Isa ditangkap.

Hari berganti, musim berubah, 571 Sesudah Masehi, lahir Nabi Muhammad. Apa yang terjadi pada Musa dan Isa, terjadi juga pada Muhammad. Perang antara partai partai. Mereka mengeroyok kebenaran.

Zaman nabi nabi  sudah berakhir tetapi ada pelanjut para nabi, ulama yang mengamalkan ilmunya, ulama yang menyuarakan kebenaran. Ulama dikeroyok, ulama dihabisi, difitnah. Siapa yang menyinggung anggota kekuasaan,ditangkap, dihabisi, dipenjarakan.. Hari ini penerus penerus penyuara kebenaran difitnah juga.

Ketahuilah, mereka yang menolong dan memperjuangkan  agama Allah, tidak pernah takut sedikitpun. Memilih antara hak dan batil. Allah berikan telinga, Allah kasih mata, Allah kasih tenaga, pakailah untuk memilih dan memilah. Semua akan disoal, semua akan ditanya, kemana engkau akan berpihak wahai saudara. Dulu orang bingung memilih mana hak dan mana batil, tetapi hari ini begitu nyata dan jelas. Kau akan ditanya dan disoal dihadapan Allah, kemana engkau berpihak? Kemana engkau memilih? Demi jiwa dan penciptaannya. Beruntunglah orang yang mensucikan diri tapi pemilihan yang benar perlu pengorbanan yang panjang .

Hari ini kita memilih dan setiap pilihan pasti ada resikonya. Orang beriman akan tahu kemana dia akan pulang. Dari tanah, tegak diatas tanah, berjalan diatas tanah, akan kembali masuk ke tanah menjadi santapan cacing cacing tanah Kalau pernah kau tolong kebenaran, itulah yang akan kau bawa bekal menghadap Allah. Memilih bersikap dalam suasana genting, beribu alasan terucapkan tetapi hatimu tak bisa kau dustai, nalurimu tak dapat kau bohongi, hatimu terasa sempit ketika kau khianati diri . Oleh sebab itu ,tanya kepada hatiku yang tak dapat kau dustai, bahwa kau memilih jalan yang benar”

Kalau ada seorang ustad yang sudah membuat saya meneteskan air mata saat mendengarkan ceramahnya , ya itulah dia USTAD ABDUL SOMAD.

Salam Indonesia Raya,

5 Januari 2018

https://youtu.be/P3ZUVbaBKdo

Minggu, 16 September 2018

*PRABOWO SUBIANTO*
*UNTUK ISLAM & INDONESIA*

Oleh : Alfian Tanjung

Saya mulai kenal Mas Bowo tahun 1997, bersama Rombongan tokoh Islam Nasional disebuah tempat di Markas TNI untuk merespon situasi transisi. Ada pesan dan kesan mendalam ketika membaca buku Mas Bowo yang berjudul *Rebut Kembali Indonesiaku*. sebagai tulisan awal saya uraikan beberapa catatan tentang Letnan Jenderal Prabowo Subianto, waktu itu kami, Fadli Zon  bang Aru Syeif asadullah memanggil dengan sebutan Mas Bowo, dikalangan orang dekatnya disebut PS08. Saya mendoakan dan dan mengerahkan seluruh potensi yang saya punya untuk bisa menjadi *Presiden ke 8* dengan catatan :



1. Sosok Prabowo merupakan sosok yang Cerdas dan memiliki pembelaan yang sangat kuat, keras dan berani. Hal ini ditunjukkan oleh beliau dalam berbagai kesempatan. Kepada anak buah dan masyarakat bawah (dalam seri selanjutnya akan saya tuliskan).

2. Pembelaan kepada Islam, mas Bowo berani menentang Luhut Binsar Panjaitan (LBP), seorang TNI yang sangat anti, benci dan memiliki target untuk membasmi Umat Islam. Mas Bowo melaporkan rencana licik LB Moerdani dengang mengorbankan Umat Islam pada Peristiwa berdarah, 12 September 1984 di Tanjung Priok, pada Pak Harto. Beny Moerdani bersama Ali Moertopo, membentuk CSIS bersama kalangan katolik dalam rangka membonsai, mempersekusi dan "Membasmi" ide dan keberadaan tokoh dan gerakan Islam yang berkhidmad pada bisnis dan Politik.

3. Mas Bowo, sangat memahami umat Islam merupakan *Mayoritas yang tertindas* tertulis dalam buku *Akselerasi pembangunan Nasional* terbitan CSIS yang menyebutkan penghambat pembangunan Nasional adalah Umat Islam. Sejak muda Mas Bowo sangat dekat dengan kalangan Islam, karena Seorang Prabowo kerap merespon sikap Tirani Minoritas tersebut.

4. Mas Bowo sangat memahami pencaplokan sumber daya Alam Indonesia oleh Imprealis Zionist Kristen dan penguasaan Ekonomi secara nasional dengan cara yang 'Tidak Wajar' oleh kelompok tertentu, dari Jaringan Naga Merah dan Naga Kuning yang berafiliasi PKC dengan rezim Xi Jin Ping sang Jagal Islam di Cina, Hal ini menjadi latar belakang mengapa beliau membentuk Gerindra, sebagai partai Nasionalis Relijius.

5. Ijtima' Ulama I  27-29 Juni 2018 di Jalarta, memusyawarahkan dan menetapkan beliau sebagai Calon Presiden 2019-2024. Hal ini sudah melalui proses panjang dan interaksi yang mendalam. Harapan besar Ulama, Habaib dan Tokoh Islam secara nasional, Mas Bowo, Bang Sandi serta Partai Koalisi, bisa bersinergi secara *Simbiosis Mutualisma* yang dengan ini Ijtima' II GNPF Ulama, bisa segera digelar dan akan menjadi kekuatan dan Barisan yang kuat untuk memenangkan suara lebih dari 60 %, target dengan terbangunnya Koalisi *Keumatan dan Kebangsaan* adalah 80 % untuk kemenangan Prabowo-Sandi.

6. Untuk Mas Bowo yang baik, dekatkanlah diri pada Allah swt dengan menertibkan Ibadah, mengokohkan Aqidah. Mas Bowo, jadilah Umar, seorang Pembela keadilan dengan Kekuasaannya, walaupun terhadap orang Yahudi atau non Muslim.

7. Mas Bowo, Ijtima' II akan menjadi energi terbarukan dalam bentuk *Koalisi Jakarta Nasional* dan *Barisan 212 Nasional*. Untuk itu mas Bowo berkenan meyakinkan semua partai koalisi, termasuk Demokrat tentunya. Untuk menandatangi 14 point aspirasi Umat Islam   Selanjutnya dengan terlaksananya Ijtima' II sesuai rencana, PBB akan menjadi Peluru atau anak panah umat yang menjadi faktor penggenap, penyempurna dan penambah energi. Karena Keluarga Besar Masyumi telah turun gunung untuk mengawal arahan ulama.
Mas Bowo, akan ada serial tulisan selanjutnya, semoga Allah SWT mengabulkan Doa dan Usaha Kita. Bersama Allah swt kita *Pasti Menang !*
Bismillah,...

Indonesia,
Jumat, 7 September 2018

Alfian Tanjung
Pimpinan Taruna Muslim

Allahu Akbar..

#2019GantiPresiden #Copas

Sabtu, 15 September 2018

Copas dari sebelah:
DAHSYATNYA DOA DUDUK DIANTARA DUA SUJUD:
√ ROBIGHFIRLII,
√ WARHAMNII,
√ WAJBURNII,
√ WARFA’NII,
√ WARZUQNII,
√ WAHDINI,
√ WA’AAFINII,
√ WA’FUANNII,
Ketika orang ditanya, “do’a apakah yang paling sering dibaca oleh seorang muslim ?”,
Banyak yang menjawabnya dengan salah.
Begitu seringnya do’a itu dibaca, sehingga ketika sedang membaca do’a banyak yang tidak merasa berdo’a.
Padahal do’a itu sangat dahsyat, mencakup kebutuhan kita di dunia dan akhirat. Dan dibaca minimal 17 kali setiap hari
Do’a itu adalah DO’A DIANTARA DUA SUJUD, marilah kita renungi maknanya :

√ ROBIGHFIRLII,
Wahai Tuhan ampunilah dosaku.
Dosa adalah beban, yang menyebabkan kita berat melangkah menuju ke ridho اللّهُ Dosa adalah kotoran hati yang membuat hati kelam sehingga hati kita merasa berat untuk melakukan kebaikan.

√ WARHAMNII,
Sayangilah diriku.
Kalau kita disayang اللّهُ hidup akan terasa nyaman, karena dengan kasih Sayang akan dapat dicapai semua cita2. Dengan kasih Sayang اللّهُ nafsu kita akan terbimbing.

√ WAJBURNII,
Tutuplah segala kekuranganku.
Banyak sekali kekurangan kita, kurang syukur, kurang sabar, kurang bisa menerima kenyataan, mudah marah, pendendam dll. Kalau kekeurangan kita ditutup/diperbaiki اللّهُ , maka kita akan menjadi manusia sebenarnya.

√ WARFA’NII,
Tinggikanlah derajatku.
Kalau اللّهُ sudah meninggikan derajat kita, maka pasti tidak ada manusia yang bisa menghinakan kita.

√ WARZUQNII,
Berikanlah aku rizki,
Sebagai hamba اللّهُ kita membutuhkan rizki اللّهُ mampu mendatangkan rizki dari arah yang tak terduga dan tanpa perhitungan.

√ WAHDINI,
Berikanlah aku petunjuk/bimbinglah aku ke jalan kebahagiaan.
Kita tidak hanya minta petunjuk/hidayah yang berkaitan dengan agama. Tetapi kita juga minta petunjuk agar terhindar dari mengambil keputusan yang salah.

√ WA’AAFINII,
Berikanlah aku kesehatan.
Apabila kita sehat kita bisa menambah kebaikan dan manfaat serta tidak menjadi beban orang lain.

√ WA’FUANNII,
Aku mohon agar kesalahanku dihapus dari catatan.
Dari doa tsb diawali do’a dengan mohon ampun dan kita akhiri dengan permohonan ampunan utk menghapus dosa. Sehingga kita benar-benar bersih.
Allah Subhanallah Ta’ala memerintahkan kita untuk membaca do’a itu, Rasulullah sholallahu alaihi wasallam mencontohkan kepada kita, menurut logika do’a tersebut pasti terkabul.
TERKADANG YG JADI PERSOALAN DIMANA HATI DAN   PIKIRAN KITA KETIKA KITA MEMBACA DO’A ITU ?
DAN KITA TIDAK HAFAL ARTI DAN MAKNANYA?
Padahal dahsyat  doa tsb, dan masih banyak orang sering tergesa gesa yg seharusnya  tuma’nina dgn meresapi dan benar2 meminta kepada Allah SWT
Marilah segera resapi dan tuma’nina semoga mendapatkan dasyatnya doa tsb
Wallahu a’lam #Copas

Sabtu, 01 September 2018

SESAT LOGIKA

BRO,
Hati² terjebak dgn kata² indah yg dibungkus dgn logika yg salah :

Di medsos, bahkan di kaos, ada tulisan begini :

"Siapapun Presidennya kalau kamu malas, kamu tetap hidup susah"

Sekilas gak ada yg salah dengan kalimat diatas... ❗❗❗

Lantas dimana salahnya ❓

👉 BEGINI......

✅ Anda rajin, setiap pagi pergi ke sawah pulang petang. JIKA Saat anda panen ternyata pemerintah impor beras dari luar negeri dan dijual dengan harga sangat murah, akhirnya beras anda "susah" laku di pasaran dan terpaksa dijual dengan harga murah alias rugi.

✅ Anda rajin berdagang buka toko tiap hari dari pagi sampai petang. Tapi JIKA di sisi lain pemerintah membiarkan toko2 minimarket ritel milik pemodal besar tumbuh menjamur di desa anda tanpa dibatasi, JIKA pengusaha asing bebas berinvestasi dan berjualan dengan harga yang pasti lebih murah, dan toko anda tak mampu/"susah" bersaing sehingga penjualan menurun.

✅ Anda rajin belajar hingga lulus kuliah, namun JIKA di sisi lain tenaga kerja asing dibebaskan masuk oleh pemerintah ke negri ini sehingga persaingan mendapat kerja jadi lebih "susah" dan berat. Pengangguran semakin bertambah.

✅  Orangtua rajin mendidik anak dengan iman dan akhlaq, namun JIKA sisi lain pemerintah membiarkan beredarnya narkoba, seks bebas, lgbt, kebebasan Internet, game dan tayangan tv yang merusak. Sehingga tugas orang tua dan pendidik semakin "susah" dan berat. Ditambah lagi JIKA tuduhan radikal dan intoleran sering ditujukan oleh pemerintah bagi para da'i.

♥️ Dan masih banyak contoh lainnya.

💥 Jadi kemudahan hidup itu bukan hanya dari sisi malas atau rajin, melainkan satu hal lagi yakni #RakyatMembutuhkanPemimpin yang #Peduli dengan rakyatnya sendiri.

#2019gantipresiden

#Selamat Pagi Bro ... Tuang Kopinya #Copas
●BALADA PENDAKWAH YANG LUPA

Kadang sekelas pendakwahpun lupa, bahwa KEBENARAN adanya hanya di kanan atau di kiri. Terletak di salah satu sisi. Bukan ditengah2.

Jadi bagaikan pilihan gender atas kelamin, harus jelas pilih Lelaki atau Perempuan. Kalau di tengah2, Wandu namanya.

Tapi lain lagi kalau kolom identifikasi itu dibuat oleh kaum Liberal atau Sekular, maka ada kolom Male, Female, dan Other. Nah siapa yg pilih Other, pasti bukan juru agama.

Jadi ketika USTADZ YUSUF MANSUR mengatakan lewat media bahwa dirinya di tengah2, NETRAL, tidak memihak Capres-Cawapres manapun, wajar jika orang yg membaca bingung.
Kata UYM: "Yang di tengah kan tugasnya mendoakan semua. Jadi jangan kaget kalau nanti saya tiba-tiba ke Pak Jokowi, tiba-tiba ke Pak Prabowo."

Jadi masyarakat disuruh maklum seandainya tiba2 sang Ustadz merapat ke Emak? Kita dilarang kaget jika sekonyong2 dia ngadem di Kertanegara? Jangan kecewa bila mak bedhundhuk ada di markas Kita-Kitaa-Kitaaa, atau jika mak plekenyuuk dia ngeteh cantik bersama Ngebualin..?

Lha kok wenak...?

Tapi ajaibnya, belakangan ini, seperti selalu ada Kekuatan Ghaib yg menyingkap setiap sikap keabu-abuan. Kekuatan itu seperti menyasar kepada orang yg mengaku2 dirinya Putih Tua atau Hitam Muda. Karena putih ya putih. Hitam ya hitam.

Apalagi sekelas pendakwah yg sudah jadi influencer. Bukan kelas kampung yg jauh dari pertemuan dengan para tokoh politik. Harus jelas menunjukkan dirinya berjalan di Kanan atau di Kiri. Jangan di tengah2, pasti akan ketabrak dan rawan tumbang.

Dan terbukti. Gara2 ingin berdiri di Tengah, maka ditabraklah UYM oleh sebuah rekaman Voice Note. Ia tersandung kakinya sendiri. Pengakuannya bahwa seolah ia berada di posisi netral, langsung tumbang oleh viralnya peredaran Voice Note di WA sepanjang hari ini.

Di rekaman suara itu, UYM mengaku dirinya dihubungi oleh istana segera setelah Pakde memilih Wakilnya. Lalu ia terdengar mengatur strategi menyambut sang paslon, yg berarti mengukuhkan dirinya sebagai pendukung Mukidi. Ia juga menyatakan yakin Pakde akan menang.

✔Memangnya salah kalau ada Ulama yg mendukung Mukidi..?
Justru tak salah kalau jelas mendukung Mukidi. Kan banyak ulama yg mendukung Mukidi dan mereka bersikap terang saja. Berbeda pilihan adalah hal biasa.
Yg salah adalah berusaha mengaburkan identitas diri agar bisa meraup semuanya, padahal dirinya jelas membela satu sisi. Yg seperti itu cenderung tak punya nyali untuk memperjuangkan kebenaran. #Copas
https://www.abadikini.com/read/27/08/2018/aturan-baru-partai-komunis-china-anggota-taat-agama-harus-hengkang/
-----------------------
Lentera Jihad 0019
*MENAKAR INDONESIA ?*

Pada sidang Umum MPR 1988, PDI mengusulkan penghapusan pelajaran Agama di Indonesia, Petinggi PDIP menegaskan kemenangan mereka pada Pemilu 2019 akan menghapuskan Pelajaran Agama secara Nasional.
PKC, telah menunjukkan wajah Asli Komunisme, Ateis dan Anti Agama dalam artian totalitas. Adalah Eva Kusuma Sundari pernah berpendapat  *Situs Islam* lebih berbahaya dari *Situs Porno*, dengan pongahnya Megawatie menghina bagi yang meyakini hari akhirat, Sukmawati benci dengan jilbab dan sinis dengan azan.
Ketua DPC PDIP Surabaya bertekad akan mencabut FPI sampai keakar-akarnya (maksudnya mencabut Islam keakar-akarnya).
Paham Sekuler selain PDIP yang akan menjadi Kontingen Cina Conection dalam Pemilu 2019 adalah *Partai Trio Cino* yaitu : Nasdem, James Riady. Perindo, Hary Tanoe Sudibyo dan PSI, Partai, *titisan dan titipan* para naga dan taipan yang dipimpin oleh Grace Natalie (Mantan Wartawati dan pemain papan atas).
Bangsa Indonesia berke-Tuhanan yang Maha Esa sangat *Menolak Keras* Paham Anti Tuhan. Berikut ini kita catat rekam jejak PDIP sejak 1999 :
1. Menetapkan UU Ketenegakerjaan yang membuat Pegawai tetap menjadi kontrak.
2. Walk Out, pada saat pengesahan UU no 20/2003 tentang Sisdiknas karena menolak Pasal tentang : *Siswa diajar agama oleh guru yang seagama dengannya*, bersama PDS.
3. Secara umum PDIP, mendukung dicabutnya *TAP MPRS XXV 1966* tentang Pelarangan PKI. Diantaranya : Budiman Sujatmiko , Nur Suhud, Adian Napitupulu dan Ribka Ciptaning Proletariati, yang mengatakan ada 20.000.000 warga PKI, memilih PDIP.
4. Kepala Daerah asal PDIP, secara terang-terangan memusuhi dan menyerang Islam, seperti Agustin Teras Narang, 2004-2014 di Kalimantan Tengah dan Cornelis  di Kalbar, selama dua periode.
5. Secara umum PDIP berkolaborasi dengan kaum Kristen, Komunis dan Muslim sekuler Abangan termasuk Syiah, dan partisan anti Islam lainnya.

Situasi sekarang mirip dengan tahun 1960-1965, dengan *Nasakom jilid 2*.
 Untuk itu Kaum Muslimin harus melakukan Konsolidasi Dan *Mobilisasi Partisipasi Politik*
Barisan 212 sangat riil untuk diedukasi menjadi kekuaatan Politik real umat Islam dalam menghadapi tahun Politik 2019.
Saatnya kita berjihad Konstitusional,....
Bismillah..

Indonesia,
Selasa, 28 Agustus 2018

Alfian Tanjung
Pimpinan Taruna Muslim #Copas

Sabtu, 18 Agustus 2018

https://www.hersubenoarief.com/artikel/dampak-carok-profesor-mahfud-md/

Oleh: Hersubeno Arief

Publik  terkejut ketika Profesor Mahfud MD bicara blak-blakan di program ILC, TV One, Selasa (14/8) malam. Banyak yang menyayangkan, tapi tak kurang banyaknya yang mendukung. Sekjen DPP Partai Nasdem Johnny G Plate mengakui, apa yang dikatakan Mahfud benar adanya. “Tapi yang benar, tidak semua harus dikatakan,” katanya.

Bagi yang kenal kultur Madura, apa yang dilakukan Mahfud sebenarnya tidak terlalu mengagetkan. Bahkan sebenarnya malah kurang mengagetkan. Peneliti dari Universitas Jember A Latief Wiyata menyebut karakter Madura itu apa adanya. Ekspresif, spontan, dan terbuka. Tiga sifat itu termanifestasikan dalam setiap merespon sikap orang lain kepadanya. Bila perlakuannya menyenangkan, mereka akan spontan mengucapkan terima kasih. Sebaliknya bila diperlakukan secara tidak adil, harga dirinya dipermalukan, reaksinya akan sangat keras pula.

Etnis Madura sangat menjunjung tinggi harga diri dan martabatnya. Barangkali bisa disamakan dengan kultur Siri’ Na Pacce pada kultur Bugis/Makassar, atau Fi’il pada kultur masyarakat Lampung. Bila harga dirinya dilukai, mereka tak segan mencabut badik. Secara kebetulan pula nama senjata tradisional Bugis/Makassar, dan Lampung sama, yakni badik. Bentuknya juga mirip.

Jangan pernah membuat _malo_ (malu), _tada’ tajina_ (merendahkan martabat) orang Madura. Bila hal itu terjadi di pedesaan Madura, bisa berujung pada Carok. Duel satu lawan satu dengan clurit, senjata tradisional Madura, sampai salah satunya mate (mati). Semua itu demi menjaga kehormatan pribadi dan keluarga yang sudah direndahkan, dipermalukan.

Batalnya pencapresan Mahfud jelas merupakan sebuah penghinaan besar. Bukan hanya buat Mahfud pribadi, tapi keluarga besarnya, dan sebagian besar orang Madura. Sudah menyerahkan baju putih ke Istana, sudah menggelar  tahlil,  sudah bersiap diri tak jauh dari arena deklarasi, tiba-tiba dibatalkan. Media menyebutnya di PHP (Pemberi Harapan Palsu). Mahfud dipermalukan di panggung besar Indonesia, bahkan dunia. Liputannya menyita sebagian besar media di Indonesia, dan dunia selama berhari-hari.

Masalahnya semakin parah, karena batalnya pencapresan tersebut disertai dengan berbagai drama, dan berbagai ucapan yang merendahkan kredibilitasnya. Salah satunya adalah diragukan ke-NU-annya. Ketua Umum PBNU Said Agil Siradj menyebut Mahfud tidak pernah menjadi kader NU. Dua hal ini sangat sensitif bagi orang Madura. Sudah harga dirinya dipermalukan, dianggap bukan NU pula. Penghinaan dobel.

Anda barangkali pernah mendengar sebuah anekdot ketika seorang anak dara Madura membawa pacarnya untuk dikenalkan dengan orang tuanya. Pertanyaan pertama sang bapak, apakah “sampian Islam?” Ketika dijawab Islam. Pertanyaan berikutnya. “NU, apa Muhammadiyah?” Ketika dijawab “Muhammadiyah,” sang bapak sangat kaget “Oh Muhammadiyah, bukan NU ya? Setelah termangu cukup lama sang bapak berkata “Ya sudahlah, walaupun bukan NU, yang penting masih Islam,” tegasnya. ha…ha…ha…Jadi jangan pernah pertanyakan ke-Islaman dan ke-NU-an orang Madura. Itu merupakan sebuah penghinaan besar.

Menunggu momentum
Dengan memahami kultur Madura, kita bisa mengatakan apa yang dilakukan Mahfud belum ada apa-apanya. Toh dia tidak membawa clurit dan mendatangi satu persatu orang yang telah mem-PHPnya. Kepada media Mahfud mengaku tidak kecewa, hanya kaget saja.

Apa yang disampaikan Mahfud  bisa dilihat sebagai bahasa diplomatis. Basa-basi politik. Sebagai seorang guru besar, dan pernah menduduki berbagai jabatan publik, dia tentu punya kematangan pribadi. Apalagi dia sudah lama berada dan tinggal di Yogyakarta. Sebuah masyarakat yang dikenal punya kemampuan pengendalian diri yang Kuat. Namun sebagai _Reng Madure_, dia tetap punya harga diri yang tinggi. Kehormatan pribadi dan keluarga yang harus dijaganya. Diam-diam rupanya dia sudah menyiapkan sebuah vandetta, balas dendam.

Acara di ILC adalah momen yang dipilih Mahfud sebagai “panggung” Caroknya. Sebagai acara Talk Show dengan rating dan jumlah penonton  tertinggi di Indonesia, ILC adalah panggung sempurna, untuk membalas para “musuh-musuhnya,” dan memulihkan harga diri dan kehormatannya. Sebagai intelektual Mahfud tidak berbekal clurit sebagai senjatanya. Dia hanya bermodal kata-kata. Ucapan yang setiap kata demi kata disimak, dicerna dan diviralkan oleh jutaan penonton televisi dan pegiat medsos. Dampaknya tak kalah, bahkan lebih dahsyat dibandingkan clurit. Sama-sama mematikan, tapi korbannya lebih besar dan dipastikan akan berdampak jangka panjang.

Secara dingin, tanpa ekspresi berlebihan, bahkan terkadang dengan senyum, dia babat satu persatu tokoh-tokoh yang dianggap telah merendahkan martabatnya, dan menghancurkan harga dirinya. Mulai dari Ketua Umum PBNU Said Agil Siradj, Muhaimin Iskandar, Romahurmuziy, bahkan sampai Kyai Ma’ruf Amin. Kendati tampak bersekutu, keempat tokoh ini diam-diam saling bersaing dan sama-sama mengincar jabatan cawapres. Ada yang diam-diam, seperti Said Agil Siradj. Sedikit terbuka seperti Ma’ruf Amin, sangat terbuka seperti Romahurmuziy, dan sangat-sangat terbuka seperti Muhaimin.

Dampak dari “Carok” Mahfud di TV One sejauh ini masih belum bisa diukur. Perlu dilakukan survei untuk menentukan akurasinya. Namun melihat sejumlah polling di medsos, dampaknya langsung terasa. Pasangan Jokowi-Ma’ruf, kalah telak melawan Prabowo-Sandi.

Serangan Mahfud membuka kisah di belakang panggung betapa tidak berdayanya Presiden Jokowi menghadapi tekanan partner koalisi, dan pimpinan ormas. Pengakuan Mahfud juga membuka selubung, Ternyata kubu struktural NU yang dipimpin Said Agil, menjadikan NU sebagai alat meraih kekuasaan. Mereka mengingkari khittah NU yang meninggalkan jalur perjuangan politik. Sementara para pendukung Ahok yang sangat kecewa dengan penunjukan Ma’ruf Amin sebagai cawapres, semakin marah dan kecewa, ketika tahu bahwa Ma’ruf ikut menekan Jokowi.

Tampilnya Mahfud di ILC kira-kira bisa disamakan dengan aksi seorang Rambo yang tampil sendirian mengobrak-abrik PBNU, PKB, PPP, dan kubu koalisi pengusung pasangan Jokowi-Ma’ruf. Perlu waktu panjang untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Untungnya pelaksanaan Pilpres 2019 masih panjang. Bila pilpres dilakukan hari ini, kemungkinan besar pasangan Jokowi-Ma’ruf kalah. Elektabilitas PKB, dan terutama PPP akan jeblok. Masih ada waktu selama delapan bulan untuk memperbaikinya.

Kalah di udara, pasangan Jokowi sangat unggul di teritorial. Mereka punya mesin birokrasi, TNI, Polri, dan para kepala daerah yang bisa dikerahkan untuk menutup kelemahan di udara. Asal jangan banyak melakukan blunder, gol bunuh diri, masih cukup banyak waktu untuk memulihkannya.

Hikmah dari kasus ini jangan pernah mempermalukan Reng Madure, apalagi di depan publik. Reaksinya bisa sering tak terduga. Tak iyeh?.
16/8/18 #Copas

Sabtu, 11 Agustus 2018

*Ungkapan Hati utk Prabowo Subianto*

Oleh:
*@SalimaFillah*

*Kami Memilih Anda , Tapi…*

Jagat Twitter sempat heboh oleh twit balasan Prabowo Subianto lewat akun resmi Twitternya.
Tweet balasan tersebut ditujukan kepada pemilik akun @SalimaFillah yakni Salim A Fillah yang sebelumnya mengirim tulisan kepada Prabowo.

Ini jawaban Prabowo :
Sore ini saya membaca tulisan saudara kita di Melbourne @SalimaFillah. Terima kasih bung Salim. SAYA CATAT BAIK-BAIK,” kata Prabowo melalui akun Twitternya @Prabowo08 baru-baru ini.
--------
Lantas, apa sebenarnya yang membuat Prabowo sebegitu pentingnya membalas tulisan yang datang dari Melbourne itu. Bisa dipastikan apa yang Salim tulis untuk Prabowo tidak sederhana alias ada muatan yang mengetuk pintu hati dan dinding sanubari seoarang Jenderal tempur paling berani di medan perang itu.
 ---
Ini tulisan lengkap Salim.A.FiLlah....

Cukup panjang tapi asyik dibaca nya...
🙂☕🙏🏼

Pak Prabowo, Kami Memilih Anda, Tapi.

Tapi sungguh orang yang jauh lebih mulia daripada kita semua, Abu Bakr Ash Shiddiq, pernah mengatakan, “Saya telah dipilih untuk memimpin kalian, padahal saya bukanlah orang yang terbaik di antara kalian. Kalau saya berlaku baik, bantulah saya. Dan kalau anda sekalian melihat saya salah, maka luruskanlah.”

Maka yang kami harapkan pertama kali dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah kesadaran bahwa Anda bukan pahlawan tunggal dalam masa depan negeri ini. Barangkali memang pendukung Anda ada yg menganggap Andalah orang terbaik. Tetapi sebagian yang lain hanya menganggap Anda adalah sosok yang sedang tepat untuk saat ini. Sebagian yang lainnya lagi menganggap Anda adalah “yang lebih ringan di antara dua madharat”.

Tentu saja, mereka yang tidak memiliih Anda menganggap Anda bukan yang terbaik, tidak tepat, dan juga berbahaya.

Dan jika Anda, Pak Prabowo, nantinya terpilih menjadi Presiden, maka mereka semua akan menjadi rakyat yang dibebankan kepada pundak Anda tanggungjawabnya di hadapan Allah. Maka kami berbahagia ketika Anda berulang kali berkata di berbagai kesempatan, “Jangan mau dipecah belah. Jangan mau saling membenci. Kalau orang lain menghina kita, kita serahkan pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Maha Besar.”

Dan Anda juga harus menyadari bahwa barangsiapa merasa jumawa dengan kekuasaan, maka beban kepemimpinan itu akan Allah pikulkan sepelik-peliknya di dunia, dan tanggungjawabnya akan Dia jadikan penyesalan serta siksa di akhirat. Adapun pemimpin yang takut kepada Allah, maka Dia jadikan manusia taat kepadanya, dan Dia menolong pemimpin itu dalam mengemban amanahnya.

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi sungguh orang yang jauh lebih perkasa daripada kita semua, ‘Umar ibn Al Khaththab, pernah mengatakan, “Seandainya tidaklah didorong oleh harapan bahwa saya akan menjadi orang yg terbaik di antara kalian dalam memimpin kalian, orang yang terkuat bagi kalian dalam melayani keperluan-keperluan kalian, dan orang yg paling teguh mengurusi urusan-urusan kalian, tidaklah saya sudi menerima jabatan ini. Sungguh berat bagi Umar, menunggu datangnya saat perhitungan.”

Maka yg kami harapkan berikutnya dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah cita-cita yang menyala untuk menjadi pelayan bagi rakyat Indonesia. Sebuah tekad besar, yang memang selama ini sudah kami lihat dari kata-kata Anda. Dan sungguh, kami berharap, ia diikuti kegentaran dalam hati, seperti ‘Umar, tentang beratnya tanggungjawab kelak ketika seperempat milyar manusia Indonesia ini berdiri di hadapan pengadilan Allah untuk menjadi penggugat dan Anda adalah terdakwa tunggal bila tidak amanah, sedangkan entah ada atau tidak yang sudi jadi pembela.

Pak Prabowo, jangankan yang tak mendukung Anda, di antara pemilih Andapun ada yang masih meragukan Anda karena catatan masa lalu. Saya hendak membesarkan hati Anda, bahwa ‘Umar pun pernah diragukan oleh para tokoh sahabat ketika dinominasikan oleh Abu Bakr sebab dia dianggap keras, kasar, dan menakutkan. Tapi Anda bukan ‘Umar. Usaha Anda untuk meyakinkan kami bahwa kelak ketika terpilih akan berlaku penuh kasih kepada yang Anda pimpin harus lebih keras daripada ‘Umar.

Pak Prabowo, kami memilih Anda karena kami tahu, seseorang tak selalu bisa dinilai dari rekam jejaknya. ‘Umar yang dahulu ingin membunuh Nabi, kini berbaring mesra di sampingnya. Khalid yang dahulu panglima kebatilan, belakangan dijuluki ‘Pedang Allah’. Tapi Anda bukan ‘Umar. Tapi Anda bukan Khalid. Usaha Anda untuk berubah terus menjadi insan yang lebih baik daripada masa lalu Anda akan terus kami tuntut dan nantikan. Ya, maaf dan dukungan justru dari orang-orang yang diisukan pernah Anda ‘culik’ menjadi modal awal kepercayaan kami kepada Anda.

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi orang yg jauh lebih dermawan daripada kita semua, ‘Utsman ibn ‘Affan, pernah mengatakan, “Ketahuilah bahwa kalian berhak menuntut aku mengenai tiga hal, selain kitab Allah dan Sunnah Nabi; yaitu agar aku mengikuti apa yg telah dilakukan oleh para pemimpin sebelumku dalam hal-hal yang telah kalian sepakati sebagai kebaikan, membuat kebiasaan baru yang lebih baik lagi layak bagi ahli kebajikan, dan mencegah diriku bertindak atas kalian, kecuali dalam hal-hal yg kalian sendiri menyebabkannya.”

Ummat Islam amat besar pengorbanannya dalam perjuangan kemerdekaan negeri ini. Pun demikian, sejarah juga menyaksikan mereka banyak mengalah dalam soal-soal asasi kenegaraan Indonesia. Cita-cita untuk mengamalkan agama dalam hidup berbangsa rasanya masih jauh dari terwujud.

Tetapi para bapak bangsa, telah menitipkan amanah Maqashid Asy Syari’ah (tujuan diturunkannya syari’at) yang paling pokok untuk menjadi dasar negara ini. Lima hal itu; pertama adalah Hifzhud Diin (Menjaga Agama) yg disederhanakan dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Kedua Hifzhun Nafs (Menjaga Jiwa) yang diejawantahkan dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Ketiga Hifzhun Nasl (Menjaga Kelangsungan) yang diringkas dalam sila Persatuan Indonesia. Keempat Hifzhul ‘Aql (Menjaga Akal) yang diwujudkan dalam sila Kerakyatan yg Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Dan kelima, Hifzhul Maal (Menjaga Kekayaan) yang diterjemahkan dalam sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami berharap Anda akan melaksanakan setidak-tidaknya kelima hal tersebut; menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga kelangsungan, menjaga akal, dan menjaga kekayaan; dengan segala perwujudannya dalam kemaslahatan bagi rakyat Indonesia. Kami memilih Anda ketika di seberang sana, ada wacana semisal menghapus kolom agama di KTP, melarang perda syari’ah, mengesahkan perkawinan sejenis, mencabut tata izin pendirian rumah ibadah, pengalaman masa lalu penjualan asset-aset bangsa, lisan-lisan yg belepotan pelecehan kepada agama Allah, hingga purna-prajurit yg tangannya berlumuran darah ummat.

Pak Prabowo, seperti ‘Utsman, jadilah pemimpin pelaksana ungkapan yg amat dikenal di kalangan Nahdlatul ‘Ulama, “Al Muhafazhatu ‘Alal Qadimish Shalih, wal Akhdzu bil Jadidil Ashlah.. Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik”

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi orang yg lebih zuhud daripada kita semua, ‘Ali ibn Abi Thalib, pernah mengatakan, “Barangsiapa mengangkat dirinya sebagai pemimpin, hendaknya dia mulai mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang lain. Dan hendaknya ia mendidik dirinya sendiri dengan cara memperbaiki tingkah lakunya sebelum mendidik orang lain dengan ucapan lisannya. Orang yang menjadi pendidik bagi dirinya sendiri lebih patut dihormati ketimbang yg mengajari orang lain.”

Pak Prabowo, hal yang paling hilang dari bangsa ini selama beberapa dasawarsa yang kita lalui adalah keteladanan para pemimpin. Kami semua rindu pada perilaku-perilaku luhur terpuji yang mengiringi tingginya kedudukan. Kami tahu setiap manusia punya keterbatasan, pun juga Anda Pak. Tapi percayalah, satu tindakan adil seorang pemimpin bisa memberi rasa aman pada berjuta hati, satu ucapan jujur seorang pemimpin bisa memberi ketenangan pada berjuta jiwa, satu gaya hidup sederhana seorang pemimpin bisa menggerakkan berjuta manusia.

Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami tahu, kendali sebuah bangsa takkan dapat dihela oleh satu sosok saja. Maka kami menyeksamai sesiapa yang ada bersama Anda. Lihatlah betapa banyak ‘Ulama yang tegak mendukung dan tunduk mendoakan Anda. Balaslah dengan penghormatan pada ilmu dan nasehat mereka. Lihatlah betapa banyak kaum cendikia yg berdiri memilih Anda, tanpa bayaran teguh membela. Lihatlah kaum muda, bahkan para mahasiswa.

Didiklah diri Anda, belajarlah dari mereka; hingga Anda kelak menjelma apa yang disampaikan Nabi, “Sebaik-baik pemimpin adalah yg kalian mencintainya dan dia mencintai kalian. Yang kalian doakan dan dia mendoakan kalian.”

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi orang yg lebih adil daripada kita semua, ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, pernah mengatakan, “Saudara-saudara, barangsiapa menyertai kami maka silahkan menyertai kami dengan lima syarat, jika tidak maka silahkan meninggalkan kami; yakni, menyampaikan kepada kami keperluan orang-orang yg tidak dapat menyampaikannya, membantu kami atas kebaikan dengan upayanya, menunjuki kami dari kebaikan kepada apa yg kami tidak dapat menuju kepadanya, dan jangan menggunjingkan rakyat di hadapan kami, serta jangan membuat-buat hal yg tidak berguna.”

Sungguh karena pidato pertamanya ini para penyair pemuja dan pejabat penjilat menghilang dari sisi ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, lalu tinggallah bersamanya para ‘ulama, cendikia, dan para zuhud. Bersama merekalah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz mewujudkan pemerintahan yg keadilannya dirasakan di segala penjuru, sampai serigalapun enggal memangsa domba. Pak Prabowo, sekali lagi, kami memilih Anda bukan semata karena diri pribadi Anda. Maka pilihlah untuk membantu urusan Anda nanti, orang-orang yg akan meringankan hisab Anda di akhirat.

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi kalaupun Anda tidak terpilih, kami yakin, pengabdian tak memerlukan jabatan. Tetaplah bekerja untuk Indonesia dengan segala yg Anda bisa, sejauh yg Anda mampu.

Sungguh Anda terpilih ataupun tidak, kami sama was-wasnya. Bahkan mungkin, rasa-rasanya, lebih was-was jika Anda terpilih. Kami tidak tahu hal yang gaib. Kami tidak tahu yang disembunyikan oleh hati. Kami tidak tahu masa depan. Kami hanya memilih Anda berdasarkan pandangan lahiriyah yang sering tertipu, disertai istikharah kami yg sepertinya kurang bermutu.

Mungkin jika Anda terpilih nanti, urusan kami tak selesai sampai di situ. Bahkan kami juga akan makin sibuk. Sibuk mendoakan Anda. Sibuk mengingatkan Anda tentang janji Anda. Sibuk memberi masukan demi kemaslahatan. Sibuk meluruskan Anda jika bengkok. Sibuk menuntut Anda jika berkelit.

Inilah kami. Kami memilih Anda Pak Prabowo, tapi..

Tapi sebagai penutup tulisan ini, mari mengenang ketika Khalifah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz meminta nasehat kepada Imam Hasan Al Bashri terkait amanah yg baru diembannya. Maka Sang Imam menulis sebuah surat ringkas. Pesan yg disampaikannya, ingin juga kami sampaikan pada Anda, Pak Prabowo. Bunyi nasehat itu adalah, “Amma bakdu. Durhakailah hawa nafsumu! Wassalam.”

Doa kami,

hamba Allah yang tertawan dosanya, warga negara Republik Indonesia.

(Salim A Fillah)

*#2019GantiPresiden* #Copaswag