iklan

Kamis, 09 Juni 2011

Palangka akan Dijadikan Bumi Pancasila



Ilustrasi(photo: kaskushotthread.com)

PALANGKA RAYA – Palangka Raya ditunjuk se­ba­gai tuan rumah acara deklara­si Bumi Pancasila oleh Tim Lem­baga Indonesia Satu yang di­jadwalkan 11 Juni 2011. Kepa­la Biro Humas dan Protokol Set­daprov Kalimantan Te­ngah, Kar­dinal Tarung, kema­rin menga­takan, pendeklarasi­an di Tugu Soekarno Jalan S Par­­man Palangka Raya.

Menurutnya, pendeklarasian Bumi Pancasila di Palangka Ra­ya itu juga ada kaitannya dengan diselenggarakan penganugerah­an Pemimpin Pancasila oleh Pre­drick Hendolo dari Tim Lem­baga Indonesia Satu.

Jangan Terbuai Soeharto Untold Stories

Kamis, 9 Juni 2011 17:19 wib

mantan Presiden Soeharto

JAKARTA - Kehadiran buku Pak Harto The Untold Stories membawa kembali ingatan publik pada presiden tiga dekade tersebut.

Cerita di balik kehidupan Soeharto yang sebelumnya tersenyembunyi kini bisa diketahui publik melalui buku yang diluncurkan kemarin bertepatan dengan hari ulang tahun Soeharto.

Namun, diangkatnya kembali kerinduan akan Soeharto harus dicerna tepat. Ketua Bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum DPP Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin berharap masyarakat cerdas menilai sosok Soeharto.

Sebelum Wafat, Ibu Tien Minta Soeharto Berhenti Jadi Presiden

Kamis, 9 Juni 2011 13:42 wib

wordpress
JAKARTA – Figur Siti Hartinah Soeharto (Ibu Tien) memiliki pengaruh besar di keluarga Cendana. Percaya atau tidak, karir politik Soeharto menjadi terpuruk pasca meninggalnya Ibu Tien. Belum lagi kisah rumah tangga anak-anaknya yang kerap menjadi sorotan.

Sekira tahun 1996, Ibu Tien sebetulnya sudah tidak ingin lagi melihat suaminya menjadi presiden. Pasalnya, Ibu Tien merasa usia Soeharto kala itu sudah semakin tua dan sudah saatnya melanjutkan tongkat estafet kepala negara kepada orang lain.

Pak Harto The Untold Stories Misteri Kematian Ibu Tien Terungkap

Kamis, 9 Juni 2011 17:23 wib

wordpress

JAKARTA – 28 April 1996 silam, Indonesia mendapat kabar duka. Ibu Negara Siti Hartinah Soeharto (Ibu Tien) berpulang ke Sang Khalik akibat serangan jantung mendadak tepatnya pada pukul 05.10 WIB bertepatan dengan perayaan Idul Adha.

Ironisnya, muncul isu miring ke telinga masyarakat yang menyatakan bahwa Ibu Tien meninggal akibat tertembak peluru saat Hutomo Mandala Putra (Tommy) tengah bersitegang dengan kakaknya Bambang Trihatmodjo karena berebut proyek mobil nasional.

Mengelola Keuangan Secara Bijak Sejak Dini

Selasa, 7 Juni 2011 - 08:20 wib

Mengelola keuangan secara bijak sejak dini. (Foto: Getty Images)

MASA liburan sekolah anak telah tiba. Kini saatnya kita, para orangtua, untuk mempersiapkan anak kembali ke jalur belajarnya setelah masa liburan panjang.

Sebagai orangtua, salah satu prioritas utamanya adalah memastikan anak Anda memperoleh pendidikan yang baik di sekolah, serta meraih nilai tinggi dalam tes dan ujian. Tentunya, Anda juga memimpikan anak Anda dapat melanjutkan ke perguruan tinggi dan meraih gelar yang dapat menjamin masa depannya. Pendidikan akademis memang amatlah penting.

Selasa, 07 Juni 2011

Dunia Cemaskan Wabah E-coli, Indonesia Sudah Biasa"

Selasa, 7 Juni 2011 - 18:24 wib

(Foto: gettyimages)

INDONESIA mulai memasang garis waspada bagi bakteri E-coli yang sedang mewabahi dunia, terutama Eropa. Bisakah dikatakan terlambat bila Indonesia baru mengangkat isu ini sekarang?

“Karena orang bule yang terkena wabah, jadi semua heboh. Bagi orang Indonesia, ini sih sudah biasa. Kasus diare karena bakteri E-coli di Indonesia sebenarnya sangat banyak,” kata dr Imranito, internis dari OMNI Medial Center ketika dihubungi okezone lewat ponselnya, Selasa (7/6/2011).

Penyebab utama, tandas dr Imranito, lantaran sanitasi yang buruk. Dokter yang juga berpraktik di Medika Permata Hijau ini mengakui bahwa tingkat kebersihan negara Barat jauh lebih baik ketimbang Indonesia.

Keluhkan Biaya Pengambilan Ijazah


Ilustrasi(photo: solopos.com)

SAMPIT – Pengambilan ijazah siswa yang dinyatakan lulus menuai sorotan. Pasalnya, ada beberapa sekolah yang memungut uang hingga ratusan ribu.

“Pungutan ini cukup membebani wali murid karena nilainya cukup besar, mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu dan dibayarkan ketika menembus ijazah,” ujar sumi (34), salah seorang wali murid yang berasal dari Desa Sungai Paring Kecamatan Cembaga.

Selain itu dari informasi yang diterima koran ini juga menyebutkan bahwa beberapa SMA ternama di Kota Sampit juga melakukan hal yang sama, yaitu menetapkan nilai pungutan sebesar ratusan ribu kepada siswa yang baru lulusan unas ketika ingin menebus Ijazah.

Nilai Kotim Dibawah Target

Tahun Ini Gagal Dapatkan Piala Adipura

Ilustrasi (photo: wawan-satu.blogspot.com)

SAMPIT – Ambisi Pemkab Kotim untuk bisa mendapatkan Piala Adipura haru kembali ditunda. Pasalnya, saat penilaian pertama (P1) oleh tim penilai Adipura dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) hasilnya dibawah standar.

“Perlu diketahui P1 Adipura bagi setiap daerah sangat menentukan bisa tidaknya bagi daerah tersebut untuk meraih piala Adipura,”ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kotim Suparman,(7/6).