iklan

Sabtu, 27 April 2019

*WAHAI MUSLIMIN: PRABOWO SANDI MENANG PILPRES 60% SUARA*

بسم الله الرحمن الرحيم.

KALAU Anda bertanya, siapa pemenang Pilpres 2019...? Jelas pemenangnya: *PRABOWO SANDI.* Kubu 01 pun mengakui itu, hanya tidak dibuat statement terbuka. Ada video dokumenter yang membuktikan itu.

Erick Tohir ingin agar KLAIM kemenangan 01 versi quick count dirayakan, untuk memperkuat mental mereka. Tapi ini sulit dilakukan, karena TIDAK DIDUKUNG BUKTI KUAT DI LAPANGAN (format C1 plano). Dari itu mereka kelu untuk berpesta.

KALAU mereka merasa menang pasti sudah sibuk pesta. Tapi faktanya, malah SIBUK CURANG RIA. Itu bukti nyata, mereka ingin halangi kemenangan 02.

Prabowo-Sandi menang. Itu jelas, didukung pendataan format C1 dari seluruh Indonesia. _Alhamdulillah wa lillahil hamd._

TAPI masalahnya: *Pihak rezim 01 TIDAK RIDHO dengan kemenangan ini.* Mereka mati matian ingin batalkan kemenangan tersebut dengan MULTI KECURANGAN. Tujuannya, menjegal Prabowo Sandi.

ITULAH yang KINI TERJADI. Pihak 02 membela kemenangan yang telah DICAPAI. Pihak 01 ingin kandaskan kemenangan lewat CURANG RIA dengan menggunakan KPU, aparat, media, tim lapangan.

JADI jangan tanya lagi soal "menang atau kalah". Kubu PRABOWO SANDI sudah JELAS menang. Dan pihak rezim 01 ingin menenggelamkan itu dengan SEGALA KEBRUTALAN-nya.

AYAT: *"Ya aiyuhal ladzina amanu, kunu qauwamina lillahi syuhada'a bil qisthi"* (wahai orang orang beriman, jadilah kalian orang orang yang tegak karena Allah, menjadi saksi-saksi keadilan). Al-Maa'idah: 8.

BERJANJILAH kepada Allah untuk MEMBELA KEADILAN & KEBENARAN yang ada. Bukan sekedar membela Paslon ini itu.

و الحمد لله رب العلمين.

Cianjur, 27 April 2019.
Penulis: *Ibnu Boeang.*#Copas


Kode Alam

SPIRIT KERTANEGARA DI JALAN KERTANEGARA..

(JALUR SUTRA VERSUS EKSPEDISI PAMALAYU)

Sadar atau tidak, ketika Prabowo membuka markasnya di Jalan Kertanegara, ada kode alam di sana..
Ada spirit Kertanegara di sana. Mungkin saja 02 tidak menyadarinya..

Kertanegara bukan sekedar nama sebuah jalan..
Jika buka mbah Google, maka jelas di situ Kertanegara adalah Sri Maharaja Kerajaan Singhasari (1200 M), raja terakhir..
Di eranya Singasari mengalami yang  puncak kejayaan..

Kertanegara juga dikenal sebagai penguasa Jawa pertama yang berambisi menyatukan wilayah Nusantara..

Untuk mewujudkan ambisi menyatukan Nusantara, Kertanegara melaksanakan ekspedisi Pamalayu, yang  bertujuan menyatukan  Nusantara..

Ekspedisi Pamalayu ini juga bertujuan untuk menghadang dan membentengi Nusantara dari pengaruh kekuasaan Mongol yang hampir menguasai seluruh daratan Asia kala itu..

Raja Kertanegara Menghadapi dinasti Mongol yang berkedudukan di Hanbalik (saat ini Beijing)..

Raja Kertanegara sangat tersohor karena memotong kupingnya utusan Kekaisar Mongol,  yang bernama ..
"Meng Qi"..
Setelah memotong kupingnya Meng Qi, wajahnya juga dirusak..

Kertanegara juga menyampaikan pesan kepada Kaisar Mongol melalui Meng Qi, yang berbunyi:
"Bilang sama rajamu, Singosari tidak Sudi dijajah oleh Mongol".

Demikian sekilas kode alam dan spirit dibalik nama Kertanegara..

HRM..

Mungkinkah Meng Qi di era milenial itu si poltak RUHUT SITOMPUL..??#Copas
*JATIM.. JATIM... BRAVOOOO!*
==================
Jkw - Amin : 10.546.228 (48.8%)
Prabowo - Sandi : 11.967.970 (53,2%)
====================
*Ini Hsl Perhitungan dikirim barusan Dari Jawa Timur; Berikut hasil Pilpres 38 Kabupaten/Kota di Jatim :*
*Pacitan :*
Jkw - Amin : 205.365 suara (64,64 persen)
Prabowo - Sandi : 112.332 suara (35,36 persen).
*Ponorogo :*
Jkw - Amin : 250.385 (47,15 persen)
Prabowo - Sandi : 280.689 (52,85 persen)
*Trenggalek :*
Jkw - Amin : 140.980 (34,49 persen)
Prabowo - Sandi : 267.772 (65,51 persen)
*Tulungagung :*
Jkw - Amin : 210.972 (34,45 persen)
Prabowo - Sandi : 401.482 (65,55 persen).
*Kab Blitar :*
Jkw - Amin : 194.251 (28,44 persen)
Prabowo - Sandi : 488.724 (71,56 persen).
*Kab Kediri :*
Jkw - Amin : 294.429 (32,22 persen)
Prabowo - Sandi : 619.456 (67,78 persen).
*Kab Malang :*
Jkw - Amin : 549.623 (38,84 persen)
Prabowo - Sandi : 865.641 (61,16 persen).
*Lumajang :*
Jkw - Amin : 256.576 (44,51 persen)
Prabowo - Sandi : 319.840 (55,49 persen).
*Jember :*
Jkw - Amin : 507.428 (42,21 persen)
Prabowo - Sandi : 694.751 (57,79 persen).
*Banyuwangi :*
Jkw - Amin : 361.727 (40,13 persen)
Prabowo - Sandi : 539.652 (59,87 persen).
*Bondowoso :*
Jkw - Amin : 270.778 (60,68 persen)
Prabowo - Sandi : 175.467 (39,32 persen).
*Situbondo :*
Jkw - Amin : 220.034 (58,98 persen)
Prabowo - Sandi : 153.018 (41,02 persen).
*Kab Probolinggo :*
Jkw - Amin : 280.103 (49,16 persen)
Prabowo - Sandi : 289.694 (50,84 persen).
*Kab Pasuruan :*
Jkw - Amin : 474.725 (57,92 persen)
Prabowo - Sandi : 344.930 (42,08 persen).
*Sidoarjo :*
Jkw - Amin : 464.893 (45,77 persen)
Prabowo - Sandi : 550.726 (54,23 persen).
*Kab Mojokerto :*
Jkw - Amin : 260.355 (41,29 persen)
Prabowo - Sandi : 370.265 (58,71 persen).
*Jombang :*
Jkw - Amin : 303.115 (42,44 persen)
Prabowo - Sandi : 411.112 (57,56 persen).
*Nganjuk :*
Jkw - Amin : 232.506 (38,15 persen)
Prabowo - Sandi : 376.899 (61,85 persen).
*Kab Madiun :*
Jkw - Amin : 177.992 (42,58 persen)
Prabowo - Sandi : 240.002 (57,42 persen).
*Magetan :*
Jkw - Amin : 205.946 (51,89 persen
Prabowo - Sandi : 190.962 (48,11 persen).
*Ngawi :*
Jkw - Amin : 200.735 (39,84 persen)
Prabowo - Sandi : 303.169 (60,16 persen).
*Bojonegoro :*
Jkw - Amin : 377.277 (51,71 persen)
Prabowo - Sandi : 352.307 (48,29 persen).
*Tuban :*
Jkw - Amin : 267.898 (41,79 persen)
Prabowo - Sandi : 373.199 (58,21 persen).
*Lamongan :*
Jkw - Amin : 368.586 (51,85 persen)
Prabowo - Sandi : 342.249 (48,15 persen).
*Gresik :*
Jkw - Amin : 350.955 (52,90 persen)
Prabowo - Sandi : 312.496 (47,10 persen).
*Bangkalan :*
Jkw - Amin : 149.258 (18,80 persen)
Prabowo - Sandi : 644.608 (81,20 persen).
*Pamekasan :*
Jkw - Amin : 135.178 (26,31 persen)
Prabowo - Sandi : 378.652 (73,69 persen).
*Sumenep :*
Jkw - Amin 245.410 (42,43 persen)
Prabowo Sandi 332.956 (57,57 persen).
*Sampang :*
Jkw - Amin 162.785 (25,53 persen)
Prabowo - Sandi 474.752 (74,47 persen).
*Kota Kediri :*
Jkw - Amin : 59.461 (37,17 persen)
Prabowo - Sandi : 100.492 (62,83 persen).
*Kota Blitar :*
Jkw - Amin : 29.349 (34,96 persen)
Prabowo - Sandi : 54.599 (65,04 persen).
*Kota Malang :*
Jkw - Amin :182.128 (40,20 persen)
Prabowo - Sandi : 270.971 (59,80 persen).
*Kota Probolinggo :*
Jkw - Amin : 69.112 (54,31 persen)
Prabowo - Sandi : 58.149 (45,69 persen).
*Kota Pasuruan :*
Jkw - Amin : 58.967 (57,33 persen)
Prabowo - Sandi : 43.896 (42,67 persen).
*Kota Mojokerto :*
Jkw - Amin : 32.706 (44,07 persen)
Prabowo - Sandi : 41.504 (55,93 persen).
*Kota Madiun :*
Jkw - Amin : 41.048 (38,69 persen)
Prabowo - Sandi : 65.059 (61,31 persen).
*Kota Batu :*
Jkw - Amin : 46.979 (39,14 persen)
Prabowo - Sandi : 73.055 (60,86 persen).
*Kota Surabaya :*
Jkw - Amin : 498.736 (35,86 persen)
Prabowo - Sandi : 892.123 (64,14 persen)
*Sumber: KPU Jatim*
Dari data KPU Jatim perolehan suara Jendral *Prabowo - Sandiaga sebesar : 53.2 %.*
Jkw - Amin : 10.546.228 (48.8%)
Prabowo - Sandi : 11.967.970 (53,2%)
Bantu VIRALIN ya bapak/ibu.  #Copas

Kamis, 25 April 2019

*RAHASIA BESAR: MENGAPA REZIM MATI-MATIAN BERBUAT CURANG DALAM PEMILU 2019...?*

--- *Semua orang Indonesia harus tahu ini* ---

بسم الله الرحمن الرحيم.
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول لله و اله وصحبه اجمعين.

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته:

SEBELUMNYA: Anda semua, umat Muslimin dan rakyat Indonesia, harus PERCAYA dengan pusat analisis data BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandi. Sebab, kalau mereka mau curang, pasti sejak lama ikut 01, daripada capek capek oposisi. Sikap curang bertentangan dengan VISI mereka, untuk memperbaiki bangsa ini. Dan mereka orang terpelajar, tidak suka modus tipu-tipu. Justru perilaku tipu-tipu itu yang ingin mereka tumpas dalam pemerintahan.

SEBALIKNYA: Kaum komunis, amoral, ahli maksiat, koruptor, penjilat, pengkhianat, dst. mereka TIDAK PEDULI KEJUJURAN, sportivitas, moral, masa depan generasi. Lihatlah perilaku asli orang orang itu: bohong, janji palsu, hoax, pencitraan, memfitnah, menghina, cabulisme, caci-maki, dan seterusnya. Ia menjadi karakter sehari-hari.

DI SINI: Harus dipahami bahwa PIHAK PERTAMA inginkan keselamatan bangsa negara ini, kebaikan hidupnya, kemajuan masa depannya. Sedangkan PIHAK KEDUA inginkan kematian bangsa ini, kehancuran negara, serta kehinaan martabatnya.

NAH: Itu modal awal yang harus dipegang sebelum kita memahami poin-poin RAHASIA BESAR di balik kegigihan rezim dalam menghalalkan segala cara untuk mempertahankan kekuasaan.

BISMILLAH: Mari kita mulai memahami berbagai fenomena kecurangan di balik Pemilu 2019 ini.

PERTAMA: Sejak awal sudah ada upaya menjegal Prabowo. Istilahnya SPDP (Sing Penting Dudu Prabowo). Tahun 2014 Jokowi dipaksakan Nyapres, padahal belum "seumur jagung" jadi Gubernur DKI. Ini tujuannya, untuk menghalang Prabowo. Bahkan Prabowo sengaja "dimatikan" setelah lengsernya Soeharto, supaya dia tidak punya eksistensi politik. Pelakunya, senior senior dia sendiri di militer. Karena Prabowo dianggap berjasa meyakinkan Soeharto agar mendekat ke Umat Islam (selain jasa BJ Habibie; uniknya kedua orang ini amat sangat dimusuhi kaum ANTI nasionalis).

KEDUA: Pak Prabowo telah menulis buku PARADOKS INDONESIA. Beberapa tahun lalu. Inti buku tersebut: MERASA SANGAT PRIHATIN, INDONESIA NEGARA KAYA TAPI RAKYATNYA SENGSARA. Itulah yang beliau kata sebagai PARADOKS (kenyataan yang TERBALIK). Dan di situ juga ada tujuan besar politik dia, agar rakyat hidup SEJAHTERA.

KETIGA: Untuk jadi negara Indonesia yang ADIL DAN MAKMUR, apa yang dibutuhkan? Ya tentu kerja keras, jangan malas, banyak belajar, menabung, bersatu, bermoral, gotong royong, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tapi itu saja BELUM CUKUP. Lho kok bisa? Iya, sebab ada modal lain yang dibutuhkan, yaitu: KITA SADAR DIRI BAHWA ADA BANYAK MANUSIA TIDAK MAU MELIHAT INDONESIA MENJADI NEGARA MAJU. Nah, itu harus Anda pahami juga.

KEEMPAT: Saat Anda berjuang membangun bangsa, di sana ada yang berjuang menghancurkan. Saat Anda gigih membela rakyat, ada yang gigih merusak rakyat. Saat Anda berkorban di jalan kebaikan, saat yang sama ada yang berkorban di jalan kejahatan. Anda menangisi penderitaan masyarakat, mereka menangisi kedamaian masyarakat. Anda bersyukur kepada Allah Yang Kuasa, mereka juga sembah sujud ke Iblis nan dilaknat. Anda mau kebaikan, mereka mau kerusaka. Jadi...???

KELIMA: Jika saat ini Anda pro kubu KEBENARAN, bersyukurlah. Karena ada berjuta manusia di sana, entah karena paham atau bodoh, mereka justru PRO KEBATHILAN. Yakinlah PRO-NYA Anda di jalan kebenaran, adalah semata karunia Allah.

KEENAM: Segala macam cara untuk menjegal Prabowo-Sandi, secara massif, struktural, terbuka; bukan semata karena mereka ingin keduanya tidak jadi Pemimpin RI. Lebih dari itu, mereka tidak mau: BANGSA INDONESIA MENJADI BAIK, SEHAT, BERDAYA,  TERHORMAT. Mereka ingin agar negeri ini tetap kumuh, rusuh, pecah, lemah, hina.

KETUJUH: Kok aneh, ada kaum inginkan negaranya sendiri hancur? Hmm, jangan merasa aneh. Ini ada itungan bisnisnya. BEGINI: Indonesia ibaratkan sebuah ISTANA yang megah, mewah, luas, indah. Di dalamnya ada segala macam ASET BERHARGA. Para pengelola Istana itu berpikir kotor: "Istana ini terlalu megah. Biaya operasional per bulan besar. Ya listrik, gas, air, telepon, dll. Mending kita JUALIN ASET aset ini. Tidak ada yang tahu ini. Duitnya masuk kantong kita, dan mengurangi biaya operasional bulanan." Yang lebih KEJI lagi, si pengelola ada yang berpikir: "Lebih baik kita pinjam uang bank, dengan gadaikan aset Istana ini." BEGITULAH fakta yang ada, bangsa ini sekian lama dihancurkan oleh pengelolanya sendiri.

KEDELAPAN: Mereka yang mati-matian membendung kemenangan Prabowo-Sandi ada di TITIK ITU. Mereka mengambil keuntungan SEDIKIT untuk diri, keluarga, kelompoknya. Tetapi dengan MENGORBANKAN NASIB BANGSA dan masa depan ANAK CUCU Indonesia nanti. Mereka punya hitungan bisnis SUPER KEJAM. Misalnya, mereka berhutang ke China senilai 1000 Triliun atau lebih. Dengan dana itu mereka FOYA-FOYA ANGGARAN, untuk apa saja yang mereka sukai. Trus siapa yang harus bayar hutang ini? Ya bangsa Indonesia, kita semua, anak cucu kita. Ke depan, di setiap punggung anak kita ada HUTANG BANGSA yang harus mereka pikul SELAMA HIDUPNYA.

KESEMBILAN: Nah, kehidupan PARADOKS itulah yang Ingin diberantas oleh Prabowo Sandi. Kita merdeka, padahal hakikatnya terjajah. Kita kaya, tapi berjuta wanita kita jadi PRT (pembantu rumah tangga) di luar negeri. Katanya kita anti korupsi, tapi penguasa berfoya foya dalam kecurangan Pemilu (bukankah itu KORUPSI juga?). Kita mengaku sebagai bangsa Berketuhanan YME, tapi para agamawan Muslim diteror di mana-mana. Dan berbagai fenomena paradoks lainnya.

KESEPULUH: Bagaimana dengan isu katanya Prabowo Sandi akan menegakkan Khilafah? Masalahnya, menurut mereka Prabowo Sandi tidak bisa jadi imam sholat, tidak bisa baca Al-Qur'an, bahkan katanya cara wudhunya juga salah. Apa mungkin orang TIDAK FASIH BACA AL-QUR'AN akan menegakkan Khilafah? Lagi pula para pendukung Khilafah rata rata anti demokrasi, sedang Prabowo Sandi justru mendukung demokrasi.

KESEBELAS: Tapi di kubu rezim berkuasa ada Kyai Hajinya (KH. Ma'ruf Amiin). Bahkan dia Itu mantan Ketua MUI yang menjadi inspirator dipenjarakannya Ahok. Bukankah itu menjadi dalil bahwa mereka benar? Kebenaran diukur dari Syariat, bukan perbuatan manusia. Kita tahu babi itu haram. Semua orang tahu itu. Kalau ada warung Pak Haji jualan masakan pakai daging babi, apakah itu jadi boleh dimakan? Kyai Ma'ruf di situ hanya dipakai sebagai magnet saja, untuk menarik dukungan. Kalau dia istiqomah, pastinya akan melarang pihak rezim melakukan segala kecurangan. Justru dia malah berserikat dalam kecurangan itu.

KEDUABELAS: Trus apa intinya dari gerakan politik Prabowo Sandi ini? Intinya sederhana: AGAR KAUM PRIBUMI INDONESIA HIDUPNYA BERMARTABAT DI NEGERI SENDIRI.

KETIGABELAS: Saudaraku, perjuangan Pemilu 2019 ini BUKAN UNTUK PRABOWO atau Gerindra. Tetapi untuk MENYELAMATKAN NEGARA INDONESIA ini, serta untuk menghentikan PENDERITAAN RAKYAT. Di sini ia kita katakan sebagai PARADOKS INDONESIA. Maka visi perjuangan INDONESIA ADIL & MAKMUR itu benar adanya, sesuai hati nurani, dibutuhkan bangsa yang sekian lama terzhalimi ini.

OLEH ITU: Kami mengajak seluruh Rijalul Muslimin Indonesia untuk berjuang, berkorban, dan menyelamatkan bangsa ini dari KEHANCURAN. Caranya, kita kawal KEMENANGAN Prabowo Sandi sampai KOMPLIT. Bila bangsa ini hancur, kita harus bertanggung-jawab di hadapan Muslimin SEDUNIA. Dan tentu kita harus  DIADILI kelak di hadapan Allah karena kehancurannya. Na'udzubillah min dzalik. LEBIH BAIK MATI BERKALANG TANAH, daripada melihat negeri ini hancur di bawah cengkeraman KAUM AMORAL, PENISTA AGAMA & PEMBELA KEJAHATAN.

DOA PENUTUP:
~ Hasbunallah wa ni'mal Wakiil ni'mal Maula wa ni'man Nashir.
~ Wa laa haula wa laa quwwata illa billah.
~ Nashrun minallahi wa fathun qoriib.
~ Qulillahumma malikal mulki tu'til mulka man tasya'u wa tanziul mulka min man tasya'u, wa tu'izzu man tasya'u wa tudzillu man tasya'u, bi yadikal khoir, innaka 'ala kulli syai'in qodiir.
~ Robbana laa mani'a li maa a'thoita, wa laa mu'thiya li maa mana'ta, wa laa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu.
~ Robbana sallimna wal Muslimin, innaka Antas Salam wa minkas salam, Tabarokta ya Dzal Jalali wal Ikrom.
~ Rabbana a'lamu bi man jaa'a bil huda min 'indihi, wa man takunu lahu aqibatud daar, innahu laa yuflihuz zholimin.
~ Tarmihim (azh-zholimina) bi hijarotin min sijjil, fa ja'alahum ka 'ashfin ma'kuul.
~ Sholawatullah wa salamuhu 'ala Rasulillahil mubin, wa 'ala alihi wa shohbihi wa ummatihi ajma'in.
~ Amiin amiin ya Rabbal 'alamiin.

و السلام عليكم و رحمة الله و بركاته.

Bandung Barat, 22 April 2019. *Ibnu Boeang.* #Copas7

*SERUAN Gus ALI*

TAHUkah ANDA

*MASA DEPAN NEGERI INI ADA DI TANGAN JOKOWI  🇲🇨*

Pak Jokowi,
saya hidup di dua era,
yaitu era Suharto yang militeristik
dan era reformasi yang kapitalistik.

Saya tahu anda dahulu bukanlah siapa siapa di negeri ini.
Anda yang tidak punya _background_ aktivis apalagi politisi, tiba tiba membesar menjadi seorang presiden di negeri majemuk ini.

Karir anda mengalahkan siapapun yang pernah melewati proses meniti puncak karir, baik itu politisi, birokrasi, maupun militer.

Semua manusia-manusia terbaik di negeri ini seolah tidak ada apa apanya dibandingkan dengan diri anda yang hanya bermodalkan senyum dan berbadan ceking, sampai para Jenderal dan Profersor bertekuk lutut di hadapanmu.

JUJUR saja, akal sehat saya terusik.

*Nabi Muhamad Shalallahu 'alaihi wa salam saja untuk diangkat sebagai nabi telah melewati proses legitimasi publik terlebih dulu* dan diberikan *stempel Al Amin*. Barulah kemudian dia diangkat sebagai nabi.

Bung Karno dan Bung Hatta telah melewati fase berdarah-darah dalam hidupnya, barulah kemudian mereka menjadi Presiden & Wakil Presiden.

SBY adalah taruna terbaik di masanya, dan telah meniti karir militer puluhan tahun, dan sarat dengan pengalaman baik di dalam maupun luar negeri, barulah kemudian menjadi Presiden.

Namun anda luar biasa, dan rasanya baru andalah satu satunya di republik ini yang memiliki kecepatan karir seperti itu.

*Pak Jokowi, saya tahu anda hanyalah sebuah produk*.
Produk dari suatu pabrik yang di iklankan sedemikian rupa seolah olah anda adalah kecap nomor 1.

Kita semua tahu sejelek apapun produk bahkan walau berbahaya dan mengandung racun pun kalau jurus iklannya ampuh maka akan tetap ada yang membelinya, bahkan sangat fanatik. Contohnya rokok atau minuman bersoda...
Namun sebagai produk, anda juga adalah manusia biasa yang mempunyai batasan.

*Sejauh saya hidup di negeri ini baru sejak anda jadi presiden lah rakyat terpecah belah sedemikan hebatnya.*
Itu semua karena *anda adalah produk karbitan* sehingga banyak hal yang tidak anda kuasai dalam mengelola negara.

Anda tidak paham bagaimana mengelola keamanan negeri ini.
Lihat saja bagiamana anda tergagap gagap menjawab pertanyaan wartawan tentang kasus Novel Baswedan.
Anda hanya melipir lipir di forum Internasional dan tidak punya kharisma diplomatik luar negeri.

*Semua itu bukanlah karna anda bodoh tapi karena pengalaman dan kapasitas anda tidak cukup👎*.

Pak Jokowi,
*Pertarungan ini bukanlah pertarungan antara anda dengan Prabowo, tapi pertarungan antara Prabowo dan para Jendral yang bersembunyi di belakang anda*
.
*Anda hanyalah bumper*, anda hanyalah boneka, anda hanyalah *alat mereka untuk melawan Prabowo*.
Meski anda bahagia di posisi itu namun anda harus sadar bahwa jika anda tetap ngotot dengan kemenangan palsu ini maka ujungnya adalah delegitimasi kekuasaan.
Mari berhitung secara akal sehat dan nurani yang dalam, anda hanyalah alat.

Alat para jendral kancil yang bersembunyi di belakang anda namun tidak mendapat legitimasi publik. Akhirnya *mereka cuma berani berbisik bisik sambil terus mendorong anda.*

Pak Jokowi, sadarlah kalau negara ini hancur maka yang akan di catat sejarah adalah anda bukan para jendral dan cukong di belakang anda. Andalah yang membawa kehancuran negeri ini.
Pak Jokowi, kecuali kalau memang anda mempunyai agenda lain, saya sarankan anda legowo dan menghindari konflik yg lebih besar.

Saya,
Al faqir Gus Ali mengingatkan
Jangan sampai anda menjadi Basyar Al Assad yang sanggup mengorbankan lebih dari 500 000 orang tewas demi mempertahankan kekuasaanya.

Salam INDONESIA RAYA 🇲🇨

NKRI Harga Mati❗

#al Faqir Gus ALI
(Ketua KORDA Patriot Garuda Nasional DIY 🦅🇲🇨)#Copas

Sabtu, 06 Oktober 2018

Baca sampai habis biar yang fitnah beliau di buka mata Dan hatinya

AIR MATA TITIEK SOEHARTO

Semua wanita sama apa yg diharapkan pada calon suaminya, seorang pria yang dapat menjaga, melindungi dan selalu mendampinginya setiap saat. Tak peduli apakah wanita itu kalangan jelata maupun kalangan bangsawan. Bukanlah seorang suami yang kerap berjibaku dengan lumpur, hutan, rawa-rawa, apalagi bermain dengan kematian.

Hal itu juga berlaku bagi Putri Kesayangan Soeharto, Siti Hediati Hariyadi, Seorang dara keturunan kraton yang selalu berbicara lembut dan jauh dari kehidupan keras dan kasar.

Namun saat cinta datang, Titiek tak bisa mengelak memilih suami seorang prajurit ABRI. Taman Mini Indonesia Indah menjadi saksi, bersatunya dua keluarga, Soeharto dan Soemitro ini. Lalu kemudian, Titiek pun mulai merajut asa rumah tangganya dengan angan indah dan bahagia hingga akhir hayat nanti.

Saat itu, keadaan negara berjalan sangat berat. Aksi GPK sangat mengancam stabilitas nasional. Mereka bergerilya dihutan-hutan untuk siap menyerang pasukan ABRI dengan senjata otomatis. Puluhan tentara RI meregang nyawa dengan tubuh penuh luka peluru. Pemerintah tak bisa tinggal diam. Banyak pasukan keamanan RI yang telah mereka bunuh. Prajurit ABRI pun diterjunkan untuk mempertahankan teritorial tumpah darah ibu pertiwi.

Namun sayangnya, Presiden Soeharto tak tebang pilih saat mengirim prajurit untuk berperang. Bahkan Suami dari putri kesayangannya yang belum menghabiskan masa bulan madu pun turut diterjunkan ke medan tempur. Sebagai seorang Prajurit, Prabowo selalu siap saat ditugaskan mengabdi pada negara. Namun Tidak dengan Titiek meski akhirnya harus pasrah dengan keadaan.

Saat Prabowo angkat tas, tinggalkan istri yang baru saja ia nikahi untuk bertempur, Titiek menangis, tak menyangka ayahnya begitu tega melepas menantunya mengadu nyawa dimedan pertempuran yang penuh hujan peluru yang kapan-kapan saja siap mengenai tubuhnya. Kenapa bukan yang lain saja? Itu yang ada di benak Titiek.

Seorang prajurit ABRI siapapun dia harus siap membela negara, siap hidup di alam liar, siap mengadu jiwa, dan siap pulang hanya tinggal nama, demikian pesan yang sering didengar Titiek dari ayah kandungnya. Titiek sangat mengerti hal itu. Namun air mata tetap mengalir, meski tak dapat mengubah keputusan ayahnya, dan tak dapat mengubah tekad baja Prabowo, dan tak dapat mengubah apapun.

Beratus malam putri Soeharto tidur dalam kesendirian dan selalu dihantui perasaan penuh khawatir yang mendalam. Meski berada dikamar indah putri seorang raja namun batinnya tak pernah terasa nyaman, karena bulir-bulir air mata Titiek kembali meleleh dan membasahi bantal dan guling. Malam-malamnya ia lalui di atas pembaringan yang empuk, gizi makanan yang terjamin, pakaian yang elok, sementara yang ada di pikirannya adalah, apa yang sedang terjadi pada suaminya di luar sana? Apakah ia terluka? Ataukah baik-baik saja ? Apakah masih hidup ? atau sudah ... ?

Tak ada makanan yg terasa enak dilidah, tak ada pemandangan yg terlihat indah dimata, tak ada hiburan yang membuat senang hati, yang ada dipikirannya saat itu hanyalah Prabowo, suaminya

Di tengah malam pekat gulita Titiek sulit memejamkan mata, pikirannya melayang jauh entah kemana.

Sementara ditempat yg jauh Prabowo bergulat dgn dinginnya cuaca malam, perihnya perut karena lapar, dengan kondisinya letih dan sangat lelah harus tidur di atas rerumputan dan bahkan tanah lumpur alam terbuka.

Tak ada yang bisa dilakukan Titiek kala itu selain hanya merintih didalam doa dan memasrahkan suaminya kepada Allah swt..

Sebagai seorang wanita, Titiek merasa ia telah diperlakukan tidak adil oleh ayahnya. Lebih dari itu, Titiek bahkan merasa ia sedang tidak dipelakukan adil oleh negaranya. Kenapa rumah tangganya yang harus dikorbankan untuk bangsa?

Kenapa kebahagiaannya yang harus digadaikan untuk negara?
Tidak bisakah seorang Soeharto menukar Prabowo dengan prajurit lain, atau setidaknya memerintahkan suaminya pulang ke rumah barang sejenak ?

"Titek rindu..., Titiek kangen suami...Bapak...," tangis Titiek di depan Soeharto kala itu. Namun ayahnya, dari dulu, selalu hanya bisa menjawab, "Sabar nduk..., sabar...,"

Ketidakadilan dirasa Titiek tidak hanya sampai disitu, hatinya sedih dan berkecamuk, ingin rasanya menjerit dan berteriak sekeras-kerasnya.

Sebagai seorang wanita, ujian yang dialaminya saat itu begitu berat, apalagi saat itu ia mulai hamil dan mengidam.

Ia ingin bercerita tetapi tak tahu harus bercerita kepada siapa ?

Ke mana suaminya saat ia ingin bermanja? ke mana suaminya saat dirinya tergolek sakit? Ke mana suaminya saat ia mulai merasakan kehamilan?

Di mana suaminya saat ia mengidam? Di mana Prabowo saat perutnya kerap mengalami kontraksi?

Di mana putra Soemitro itu kala dirinya mulai memasuki masa melahirkan?

Dan di mana pria yang selalu mengaku cinta kepadanya itu saat ia harus merawat dan mengasuh putranya sendirian?

Tanyakan pada Didit kecil yang selalu menunggu ayahnya pulang di depan pintu.

Tanyakan pada Titiek seperti apa rasa deg-degan hati ketika suaminya selalu berada di garis depan pada setiap pertempuran.

Tanyakan juga pada Titiek seberapa tegar dirinya saat mendengar suaminya sempat berhari-hari hilang di tengah pertempuran, dan saat Prabowo ditemukan dalam kondisi pingsan dengan tubuh dipenuhi semut dan ulat.

Prabowo selamat setelah nyaris saja tewas.

Titiek sulit menjalani kehidupan normal seperti saudari-saudarinya yang lain.

Ibu Tien Soeharto yg telah dulu pernah mengalami seperti apa yg dialami putrinya mencoba menghiburnya seraya mengajarkan, bahwa cinta tak selamanya harus di sisi. Cinta tak selamanya selalu mendampingi. Cinta adalah mengabdi pada negeri. Bahwa cinta adalah pengabdian, dan cinta adalah pengorbanan meski harus beresiko tinggi dan menyakitkan hati.

Titiek mencoba untuk belajar dari ibu kandungnya itu ttg apa yang disebut dengan kalimat ‘mengabdi pada ibu pertiwi’. Kisah keluarga yang tak memperoleh kasih sayang sempurna dari seorang suami dan ayah, hanya karena membela ideologi bangsa.

Kisah suami dan ayah yang lebih memilih tidur di hutan, makan rerumputan dan dedaunan, meminum air mentah, dan lebih memilih tertembak mati di medan tempur dari pada sekedar membelai rambut anak dan istrinya dengan kasih dan cinta

Saat meledak peristiwa Mei 1998, Letjen (Purn) Prabowo Subianto tiba-tiba dipersalahkan atas kasus yang tidak pernah ia lakukan. Prabowo Subianto dituduh melakukan serangkaian pelanggaran HAM.

Pada kondisi dilema keluarga cendana menuduh dia adalah pengkhianat keluarga cendana, dia harus diusir dan harus ceraikan mbak titiek.

Sebagai wanita tak ada yang bisa dilakukan Titiek pada masa itu selain kembali harus menumpahkan air mata. Putri Soeharto ini tak berhenti menangis.
Suami yang sangat dicinta saat itu tengah berada dalam kondisi terfitnah. Dan ironisnya, keluarga besarnya tidak berpihak pada suaminya.

Posisi Prabowo saat itu sangat tidak menguntungkan. Prabowo bersama sejumlah petinggi militer lain yang telah mati-matian mempertahankan stabilitas keamanan entah bagaimana ceritanya, justru menjadi difitnah akan menggulingkan kekuasaan Soeharto. Alasannya, karena Prabowo dekat dengan sejumlah tokoh reformis macam Amin Rais.

Sementara Titiek tak dapat berbuat banyak. Ia berada dalam kungkungan sebuah keluarga militerisme yang notabene hanya tunduk pada satu perintah. Dan Si pemilik perintah adalah ayahnya. Tak pernah terbayang seumur hidupnya, perjalanan rumah tangganya akan berakhir tragis sedemikian rupa. Putranya, Didiet jelas akan sangat terpukul dengan apa yang terjadi pada ayahnya.

Dan apa yang ditakuti Titiek menjadi kenyataan. Pada tanggal 20 Mei 1998, Prabowo diusir dari Cendana....

Sandiwara tragis sedang berlaku di negeri ini.

Prabowo, di mata rekan militer, ia banyak didengki perwira tinggi karena miliki segudang keajaiban prestasi dan beraliran putih. Di mata Soeharto yang tak lain adalah mertuanya ia dituduh pengkhianat karena pro rakyat. Sementara di mata rakyat Prabowo diklaim sebagai kaki tangan Soeharto. Sedangkan ia sama sekali tidak diberi kesempatan untuk membela diri.

Prabowo kala itu benar-benar berada dalam kondisi terjepit.

Setelah apa yang ia lakukan selama ini untuk negeri, bangsa dan tanah air. Setelah apa yang ia perbuat selama hidupnya untuk militer, dan setelah apa yang ia korbankan untuk rakyat, kini ia malah dikeroyok beramai-ramai.

Yang tak dapat dipercaya adalah bagaimana sejumlah perwira tinggi dengan tega hati menyebarkan isu kepada masyarakat bahwa dirinya adalah penanggung jawab dari seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi sepanjang Mei 1998.

Sungguh, itu adalah pembunuhan karakter yang sangat keji! Tak hanya sampai disitu, dan ini menjadi bukti kejahatan fitnah. Prabowo pun ditamatkan karirnya pada 25 Mei 1998.

Prabowo yang selama ini sudah mengorbankan seluruh jiwa dan raganya untuk bangsa Indonesia, tiba2 harus mengalami ujian yang sangat-sangat pahit.

Dicopot dari seragam militer yg selama ini menjadi kebanggaannya, dipisahkan dari anak dan istrinya yg selama ini sangat disayanginya, dan dipojokkan oleh bangsanya yg selama ini sudah dibelanya. Posisinya kala itu benar2 hancur.

Sebagai seorang istri, Titiek Soeharto tau saat itu suaminya hanya sebagai korban fitnah, tapi tak bisa berbuat banyak.... lagi2 hanya air mata yg menjadi luapan perasaannya kala itu.

Dengan keikhlasan dibawah tekanan keluarga militer mbak titiek tidak punya pilihan selain harus pasrah dengan keadaan, harus rela melepas laki2 yg selama ini sangat dicintainya.

Kabar duka itu terdengar oleh seorang sahabat prabowo yang berada jauh dinegeri padang pasir sana, putra mahkota Yordania, Pangeran Abdullah. Ia mengajak Prabowo tinggal di negaranya. Bagi Pangeran Abdullah, A friend in need is a friend indeed, teman sejati ketika kesulitan

Tidak ada pilihan lain bagi Prabowo selain harus menerima tawaran temannya itu, karena negara ini seperti sudah tidak menginginkannya lagi.

Dengan langkah berat pada bulan september 1998 ia terbang ke Amman, Yordania.

Di Yordania Prabowo diperlakukan sangat spesial, karena temannya Pangeran Abdullah merupakan Putra Mahkota dari Raja Yordania. Namun Prabowo menolak untuk dispesialkan, ia memilih diperlakukan biasa saja, hidup sederhana dan bepergian dengan taksi.

Di Negara ini Prabowo mulai membangun lagi dirinya yang sudah jatuh ke titik terdalam. Hal-hal berat yg telah menimpanya perlahan ia lupakan.

Prabowo di Amman belajar bisnis, belajar bahasa Arab, dan dihargai oleh pangeran-pangeran Arab.

Pangeran Abdullah begitu senang terhadap Prabowo, sehingga Prabowo mendapat tawaran status kewarganegaraan. Tak  hanya itu Prabowo juga ditawarkan jabatan menjadi penasihat militer Yordania. Akan tetapi tawaran itu ditolak oleh Prabowo.

Prabowo menyatakan bahwa dia adalah Warga Negara Indonesia dan tidak akan pernah berubah.

Prabowo juga membangun bisnis bersama adiknya yang telah lama menggeluti dunia bisnis, Hashim Djojohadikusumo.

Berkali2 Prabowo ingin kembali ke Indonesia namun beberapa temannya melarang karena rentetan fitnah masih berseliweran. Semua diarahkan ke Prabowo.

Perlahan tapi Pasti, Prabowo yang sudah jatuh ketingkat terbawah perlahan bangkit, bangkit dan bangkit, dan kembali ke tanah air yang sangat dicintainya.

Walau pernah terjatuh, Prabowo terus bangkit utk terus berjuang bagi bangsanya

Walau pernah difitnah, disingkirkan, disudutkan tetapi semangat patriot bagi bangsanya tak pernah pudar.

Seakan melupakan penderitaan yg telah dialaminya, Ia terus berjuang untuk bangsanya, ia tidak pernah dendam, marah dan sakit hati terhadap pihak2 yg selama ini memusuhinya.

Secara pribadi Prabowo sdh kaya raya, punya usaha dimana2, punya sahabat dan teman para Raja, capek2 mau jadi Presiden Indonesia?

Bayangkan usaha Prabowo utk jadi Presiden, dia terpaksa berhadapan dgn semua musuhnya yg bersatu melawan dia. Ga peduli. Maju terus

Walaupun seribu kali dihadang, difitnah, dihina, dibully, ga peduli, maju terus.

Ketika ditanya kenapa Prabowo ngotot jd Presiden ? Jawabnya tegas. Mau Wujudkan Indonesia Raya. Otak & hatinya panas melihat RI tersia2kan.

Konteks "Mewujudkan Indonesia Raya" itu benar2 menakutkan bagi Musuh2 negara

Karena semua orang tau karakter Prabowo itu keras, satu kata dan perbuatan, konsekwen, tekad baja, tidak bisa disetir, jiwa Patriotnya untuk NKRI total.

Kini ia kembali maju menjadi calon Presiden. Orang2 kembali bertanya, jika Prabowo jadi presiden siapa ibu negaranya ?

Secara tegas jawabannya : TITIEK SOEHARTO !!!!

Tanda2 cinta sejati Prabowo dan Titiek itu nyata...

Dari mata Titiek Soeharto cinta utk Pak Prabowo itu masih ada, begitu pula dimata Pak Prabowo.. hal itu sesuatu yg tak bisa dibohongi

Cinta sejati mereka tak pernah terpisah karena jarak. tak pernah berubah karena waktu, dan tak akan hilang hanya karena ujian...

Mbak Titiek adalah Cinta pertama, cinta terakhir, sekaligus cinta sejati Prabowo.

Prabowo tidak pernah dekat dengan perempuan manapun sejak pisah, begitu Pula Titiek, Cinta Mereka Abadi..

Minggu, 23 September 2018

*Untuk Apa Kiyai Ma’ruf Amin & Untuk Apa Sandiaga Uno*

Oleh :  Asyari Usman
(Penulis adalah wartawan senior)

Pak Jokowi memang terbukti jujur dan apa adanya. Beliau tidak menyembunyikan tujuannya di pilpres 2019.Yaitu, sekadar ingin terus berkuasa selama 5 tahun lagi. Sekadar hanya untuk mempertahankan kekuasaan. Ini terlihat jelas dari pilihan cawapres beliau, Kiyai Ma’ruf Amin (KMA)

Dengan bantuan Kyai Ma’ruf yang sangat dihormati masyarakat, Pak Jokowi berasumsi bahwa kaum muslimin akan tumpah ruah memilih petahana. Inilah tujuan pertamanya.

Tujuan kedua, Pak Jokowi ingin melakukan sesuatu yang sudah sangat terlambat.Yaitu, menggandeng KMA untuk menepis anggapan yang sangat kental di masyarakat bahwa beliau (Pak Jokowi) jauh dari umat Islam. Juga ingin menepis anggapan bahwa para penguasa suka melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Jadi, dengan membawa KMA, Pak Jokowi ingin dibuktikan bahwa beliau merangkul ulama.

Begitulah Pak Jokowi dan timnya melihat problem yang ada di dalam diri mereka. Dan begitulah solusi yang mereka tunjukkan di pilpres 2019. Maka dipasanglah Kiyai Ma’ruf.
Dengan harapan bisa memperpanjang kekuasaan 5 tahun lagi.

Sungguh smat sangat memprihatinkan.Padahal, semua orang tahu, baik pengamat ekonomi atau orang biasa, pengamat politik atau bukan, bahwa yang menjadi masalah besar sekarang ini adalah gonjang-ganjing ekonomi dan kedaulatan ekonomi.
Gonjang-ganjing politik serta kedaulatan negara dan bangsa. Inilah masalah fundmental yang dihadapi. Kehidupan rakyat makin parah, kedaulatan negara entah di mana.

Prabowo Subianto (PS) sejak lama sudah tahu masalah fundamental itu.
Dan paham bagaimana cara mengatasinya. Sejak dulu sudah tahu. Tetapi, di pilpres 2014 rakyat pemilih terbuai oleh kamuflase pribadi yang merakyat sehingga melupakan esensi kepemimpinan yang diperlukan untuk mengatasi masalah.

Kali ini, insyaAllah, kekeliruan memilih presiden tidak akan terjadi lagi. Pak Prabowo Subianto masuk ke pilpres dengan membawa Sandiaga Uno (SU). Sandiaga mungkin bukan siapa-siapa tetapi dia mengerti apa-apa.

Prabowo Subianto maju ke pilpres 2019 ini tidak hanya bertujuan untuk merebut kekuasaan yang memang sangat perlu direbut demi kpentingan kemaslahatan seluruh rakyat. Melainkan beliau juga tidak bisa berdiam diri melihat kerusakan berlanjut. Pak Prabowo Subianto dan rakyat bertekad untuk menghentikan kerusakan itu dan akan melakukan perbaikan.

Prabowo dan Sandiaga sadar bahwa mereka bukan sedang mau pergi piknik. Mereka tahu medan yang dihadapi setelah memenangkan pilpres nanti, insyaAllah
mereka akan harus bekerja 24 jam. Tidak ada waktu untuk santai. Setelah dilantik, mereka akan langsung berada di puing-puing ekonomi dan reruntuhan kedaulatan.

Itulah pertimbangan Prabowo Subianto membawa Sandiaga. Kata orang, cawapres muda dan tampan mungkin bisa menarik suara generasi melenial. Bisa jadi. Tetapi, Sandiaga dibawa bukanlah untuk itu.
Bahkan Prabowo Subianto tak pernah berpikir tentang cara merangkul generasi muda. Sebab, di pikiran beliau hanya ada soal kerusakan ekonomi dan cara memperbaikinya.

Untuk itulah Sandiaga dibawa. Dia akan dikerahkan untuk memikirkan dan menyusun thesis perbaikan ekonomi.
Harus mampu menjadi pengimbang langkah- langkah cepat ala Kopassus yang akan dilakukan Pak Prabowo Subianto.

Alhamdulillah, rakyat sekarang sudah paham bahwa,Prabowo-Sandiaga maju semata-mata karena ingin melakukan perbaikan ekonomi rakyat dan memulihkan kedaulatan negara yang diinjak-injak oleh para konglomerat jahat.

Penghinaan terhadap martabat bangsa dan negara di bawah pemimpin yang tidak kompeten, harus dihentikan.Pemberantasan dan pencegahan korupsi, akan dilipat gandakan. Kesejahteraan seluruh rakyat, insya Allah, akan ditingkatkan di bawah kempimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Sandiaga Uno.

Tidak ada tujuan lain bagi kedua orang kaya-raya ini. Kalau mau, mereka bisa pergi hidup di lingkungan mewah, di mana pun juga.Untuk apalagi uang digunakan kalau bukan untuk membela kebenaran.
Kalau untuk kepentingan pribadi uangnya takkan habis dimakan sampai mati.

Tetapi mereka memilih hidup bersama rakyat. Tidak akan membiarkan eksploitasi dan penjarahan sampai sekarat. Penjarahan yang berlangsung secara semena-mena, di depan mata para penguasa.

Kini rakyat telah sadar.
Para maling akan dikejar.
Prabowo-Sandi siap menampar. Untuk kembalikan hidup wajar dan sejajar. Menuju bangsa yang baik dan besar.++++++++++++
Share ke WAG, IG, TW, FB dll se banyak²nya supaya rakyat paham !!

Jumat, 21 September 2018

THE INVISIBLE HANDS KEROYOK USTADZ  ABDUL SOMAD

Oleh : Agnes Marcellina

Sebelum ada kasus penolakan dakwah Ustad Abdul Somad di Bali, saya sudah pernah mendengarkan beberapa ceramahnya yang beredar di medsos dan saya suka karena beliau orangnya kocak, lucu, pandai, selain menguasai ilmu agama beliau punya keahlian bagaimana menyampaikannya kepada orang lain agar bisa didengar dan dipahami. Dakwahnya penuh dengan humor tetapi isinya tetap menyentuh hati. Saya saja yang  bukan muslim senang mendengarkannya apalagi orang beragama Islam.

Sewaktu Ustad Somad digeruduk di sebuah hotel di Bali saat akan memberi ceramah di masjid,  saya terperangah  sewaktu membaca beritanya karena memang sungguh sangat memalukan kejadian tersebut dan tidak bisa diterima dengan akal sehat manapun kalau kita Indonesia yang melindungi umat beragama yang berbeda tetapi perlakuan terhadap ulama seperti itu.  Bukan saja menodai makna dari Bhineka Tunggal Ika tetapi juga sangat kasar apalagi pecalang pecalang di Bali masuk ke hotel sambil membawa benda tajam. Astaga…. Masa seorang ulama diperlakukan seperti itu? Penolakan tersebut katanya karena ustad Somad anti Pancasila. Masyaallah….mereka yang bilang seperti itu  apakah sudah pernah mendengar belum ceramah ceramahnya? Berikut adalah salah satu ceramah beliau yang mengatakan negara dan bangsa Indonesia sudah diikat dengan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika , jadi bagaimana mungkin dia dituduh anti Pancasila?
https://www.youtube.com/watch?v=3IRAxvZdqxo&t=1006s

Tidak lama setelah kejadian tersebut, ceramah beliau juga dibatalkan di kantor PLN. Tidak lama kemudian lagi, kehadiran beliau di Hong Kong ditolak dengan alasan karena ustad berasal dari organisasi terlarang. Kalau sudah begini, saya berani berkesimpulan bahwa ada ‘THE INVISIBLE HANDS”  yang sudah melakukan kriminilisasi  dan persekusi terhadap ulama yang bernama Abdul Somad ini. Pola polanya mungkin tidak jauh berbeda dengan yang sudah dilakukan terhadap Habaib Riziek Shihab. Ada sekelompok orang orang yang begitu panik dengan munculnya ulama ulama yang berkharisma yang bisa menggiring dan mempersatukan umat sehingga mereka dianggap menjadi musuh yang harus dihabisi. Kriminilisasi terhadap HRS dilakukan melalui HOAX.

Rocky Gerung mengatakan: “pembuat hoax terbaik adalah pemerintah. Alasannya karena penguasa memiliki seluruh perangkat untuk berbohong. Intelijen, pemerintah  punya, begitupun data statistik dan media. Itu faktanya. Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna. Rezim itu kalau dia terus menerus mengendalikan kebenaran, artinya ada kebohongan yang hendak disembunyikan. Kita mencium ada semacam kepanikan di dalam rezim ini. Orang panik biasanya ingin cari pegangan apa saja. Kayak orang hanyut, dia mau raih apa saja. Entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon. Jadi kepanikan menunjukkan ada krisis, sebenarnya”.

Sepakat….saya sepenuhnya setuju dengan pendapat bang Rocky.

Ditengah kerinduan  umat Islam terhadap Habaib Riziek dengan dakwah dakwahnya, tiba tiba muncul Ustad Abdul Somad yang dalam sekejap dikenal diseantero Nusantara ini. Tetapi lagi lagi THE INVISIBLE HANDS sedang berusaha mengusik ketenangan umat Islam. Lagi lagi hoax yang digoreng adalah anti Pancasila, anti kebhinekaan, teroris dan label label lainnya.

Sudah berminggu-minggu saya tidak menulis tetapi hari ini dakwah Ustad Abdul Somad yang saya terima melalui whatsapp, membuat saya berlinang air mata sambil mendengarkannya. Saya ingin menshare kepada anda semua video tersebut tetapi saya mencari linknya di youtube belum ditemukan dari sekian banyak video dakwah dakwahnya.

Isi dari dakwah beliau dalam video tersebut sangat menggugah hati . Saya ingin mengutipnya sebagai berikut :

“Hari ini, bulan ini , beberapa tahun belakangan ini, Kaum muslimin dikejutkan dengan pengeroyokan terhadap kebenaran dengan kata dan istilah lain, kriminilisasi,   orang dikriminilkan,  yang baik dikatakan sebagai perampok , pengkhianat dikatakan sebagai orang yang benar dan jujur. Ini bukanlah sesuatu hal yang baru, ini sudah lama terjadi, 1450 tahun SM, Nabi Musa mengalami hal yang sama. Firaun, Haman dan tentara tentaranya, 3 kelompok mengeroyok Musa. Dunia tidak berubah, isinya itu itu juga, Haman, orang cerdas tetapi kecerdasannya bukan untuk mengabdi kepada rakyat tetapi untuk menjilat Firaun. Haman , orang yang diberikan akal sempurna tapi akalnya bukan untuk mengabdikan diri kepada Allah tetapi untuk mengikutkan hawa nafsu mendapatkan segenggam dunia dari Firaun. Mereka semua mati, nama mereka dikenang abadi  tetapi yang satu dikenal karena jahatnya, zolimnya, karena aniayanya tetapi yang satu dikenal karena baiknya, sholehnya.

Hari berganti, musim berubah, zaman berputar isi dunia tetap  tetap itu itu juga. Setelah itu 1450 tahun lamanya datang zaman Nabi Isa. Hari itu juga dia dikeroyok, juga dibantai oleh 3 kelompok, Yehudi, Romawi dan yang menjadi pengikut Yehudi dan Romawi. Yehudi tidak suka karena kedatangan Isa akan membuka borok Yehudi. Romawi tidak suka karena kekuasaan akan hilang karena pengikut Isa bertambah banyak. Gelombangnya keras yang akan meluluhlantakan kekuasaan Yehudi dan Romawi. Orang orang awam yang bodoh hanya mengikut Yehudi dan Romawi. Ternyata diantara para muridnya, ada pengkhianat Yudas Iskariot , hanya disogok dengan beberapa keeping uang emas, imannya luntur sehingga Nabi Isa ditangkap.

Hari berganti, musim berubah, 571 Sesudah Masehi, lahir Nabi Muhammad. Apa yang terjadi pada Musa dan Isa, terjadi juga pada Muhammad. Perang antara partai partai. Mereka mengeroyok kebenaran.

Zaman nabi nabi  sudah berakhir tetapi ada pelanjut para nabi, ulama yang mengamalkan ilmunya, ulama yang menyuarakan kebenaran. Ulama dikeroyok, ulama dihabisi, difitnah. Siapa yang menyinggung anggota kekuasaan,ditangkap, dihabisi, dipenjarakan.. Hari ini penerus penerus penyuara kebenaran difitnah juga.

Ketahuilah, mereka yang menolong dan memperjuangkan  agama Allah, tidak pernah takut sedikitpun. Memilih antara hak dan batil. Allah berikan telinga, Allah kasih mata, Allah kasih tenaga, pakailah untuk memilih dan memilah. Semua akan disoal, semua akan ditanya, kemana engkau akan berpihak wahai saudara. Dulu orang bingung memilih mana hak dan mana batil, tetapi hari ini begitu nyata dan jelas. Kau akan ditanya dan disoal dihadapan Allah, kemana engkau berpihak? Kemana engkau memilih? Demi jiwa dan penciptaannya. Beruntunglah orang yang mensucikan diri tapi pemilihan yang benar perlu pengorbanan yang panjang .

Hari ini kita memilih dan setiap pilihan pasti ada resikonya. Orang beriman akan tahu kemana dia akan pulang. Dari tanah, tegak diatas tanah, berjalan diatas tanah, akan kembali masuk ke tanah menjadi santapan cacing cacing tanah Kalau pernah kau tolong kebenaran, itulah yang akan kau bawa bekal menghadap Allah. Memilih bersikap dalam suasana genting, beribu alasan terucapkan tetapi hatimu tak bisa kau dustai, nalurimu tak dapat kau bohongi, hatimu terasa sempit ketika kau khianati diri . Oleh sebab itu ,tanya kepada hatiku yang tak dapat kau dustai, bahwa kau memilih jalan yang benar”

Kalau ada seorang ustad yang sudah membuat saya meneteskan air mata saat mendengarkan ceramahnya , ya itulah dia USTAD ABDUL SOMAD.

Salam Indonesia Raya,

5 Januari 2018

https://youtu.be/P3ZUVbaBKdo