iklan
Jumat, 02 Maret 2012
Nikmatilah Kopinya, Bukan Cangkirnya.
Nikmatilah Kopinya, Bukan Cangkirnya.
oleh Strawberry pada 2 Maret 2012 pukul 17:58 ·
Sekelompok alumni University California of Berkeley yang kehidupannya telah mapan dalam karir dan bisnis masing-masing, berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan para eksikutif itu, tentang stess di pekerjaan, bisnis dan kehidupannya.
Profesor ini, akhirnya menawari kopi kepada mantan mahasiswanya yang sekarang sudah jadi eksikutif sukses. Professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis. Dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah. Kemudian, mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuangkan sendiri kopinya.
Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan : "Jika kalian perhatikan, semua cangkir indah dan mahal telah diambil, sekarang yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan murah harganya”.
Kemudian profesor ini melanjutkan: ”Meskipun normal bagi kalian berkeinginan hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah penyebab utama permasalahan dan stress yang kalian alami.” "Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir-cangkir orang lain."
Profesor melanjutkan percakapannya lagi: "Sekarang perhatikan hal ini, kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan dan juga tidak mengganti kualitas kehidupan yang kita jalani. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita."
Allah menyediakan kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah kopinya, bukan cangkirnya. Sadarilah jika kehidupan kita itu lebih penting dibanding pekerjaan, keuangan, dan profit kita. Jika semua itu membatasi diri kita dan mengendalikan hidup kita, berarti kita menjadi orang yang mudah diserang ketidaknyamanan dan rapuh akibat perubahan keadaan.Pekerjaan akan datang dan pergi, penghasilan akan datang dan pergi, profitpun juga akan datang dan pergi. Namun, itu seharusnya tidak boleh merubah diri kita sebagai manusia.
Pastikan diri kita mampu membuat sebanyak-banyaknya tabungan kesuksesan dalam kehidupan dan tidak boleh kenyamanan kehidupan kita mengarah ke tingkat ketidaknyamanan yaitu stress hanya gara-gara hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan...
Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar