iklan

Minggu, 28 April 2019

Untuk adik-ku tercinta, Mahfud MD

Dek...

Kaget Abang saat melihat tayangan video yang memperlihatkan bahwa kau mengatakan daerah yang memenangkan Prabowo adalah daerah yang mempunyai sejarah Islam garis keras.

Tidak Abang sangka bahwa kau yang mempunyai jabatan anggota BPIP yang bergaji tinggi, malah bersikap apriori.

Dek mpud,..

Jika banyak orang membawa pemikiran mu, tau kah apa yang akan terjadi? Jika daerah yang memenangkan Prabowo di kenal sebagai daerah Islam garis keras, apakah kau juga memikirkan bahwa daerah yang memenangkan Jokowi juga bisa di sebut sebagai aliran keras berdasarkan agama yang di anutnya.

Papua memenangkan Jokowi, apakah Papua bisa di sebut sebagai daerah Kristen garis keras melihat sejarahnya pernah masjid di larang berdiri di sana?

Bali memenangkan Jokowi, apakah bisa Bali di sebut daerah Hindu garis keras melihat sejarahnya pernah ada larangan memakai jilbab di sana?

Sulawesi Utara pun memenangkan Jokowi, apalah bisa di sebut di sana juga Kristen garis kerasa berada karena adanya kelompok laskar kristus yang melarang kedatangan tokoh Islam dengan acungan Senjata tajam?

Kami ingin menyebutnya, tapi kami lebih memilih diam dan tidak mengeluarkan kata-kata akan hal itu. Semata kami ingin adanya ketenangan di pemilu saat ini tanpa embel2 agama atau aliran agama.

Dek mpud yang manis ..

Sungguh terlalu bibirmu berkata, Kau melukai perasaan jutaan masyarakat Sumbar, jawa, Aceh dan riau. Padahal kau menerima gaji sebagai ahli Pancasila.

"Apakah begini seorang ahli yang di bayar tinggi berkata arti Pancasila?"

Tahukah kau 'dek..?

Jokowi unggul hanya di 14 provinsi, sedangkan Prabowo unggul 20 provinsi. Apakah kau ingin menyebutkan juga bahwa 20 provinsi itu terindikasi Islam garis keras?

Jokowi unggul di Jawa tengah kata lembaga survey. Sudah gatal tangan ini ingin menuliskan bagaimana sejarah Jawa tengah dan ormas yang pernah terlarang. Apa perlu kita perkeras suara atas sejarah ormas itu dengan tabiat masyarakatnya saat ini?

Jika kita perkeras seperti Dek 'mpud bicara saat ini, maka kita akan jadi perang saudara.

Sebagai orang yang gak di anggap pintar dan tidak di jadikan rujukan, saya urung memperkeras suara atas hal itu. Saya memandang luas, semua karena demi persatuan. Saya diam dan menerima semua perbedaan yang menghasilkan sebuah dukungan.

Tapi kamu Dek, sungguh di luar dugaan. Sebagai tenaga ahli BPIP yang bergaji di atas 100 juta, tapi mulutmu seperti kurang di tata. Bibir mu hitam seperti apa kata yang terlontar, gigimu berkarat, seperti otak yang tidak di pakai berpikir kala bicara.

Dek 'mpud....

Ada survey yang mengatakan bahwa pendukung Jokowi adalah orang2 yang memiliki pendidikan di level terbawah. Sebaliknya, pendukung Prabowo adalah orang2 yang berpendidikan tinggi.

Tingginya suara Jokowi di pulau Jawa dan papua, jika kita mengambil hasil survey yang pernah di rilis dulu mengenai tingkat pendidikan pendukung paslon, apakah lazim jika kita berkata dengan keras bahwa Jawa dan papua adalah daerah yang berpendidikan rendah? Daerah yang bodoh? Apakah boleh kita bicarakan itu dan menertawakan mereka karena kebodohan yang di ukur dari tingkat pendidikan?

Jika memakai otak-mu 'dek ..maka boleh saja. Karena otak mu tidak di pakai berpikir sebelum mengeluarkan kata-kata. Tidak kau pedulikan rasa sakit hati orang yang kau tuduh, tidak kau pedulikan betapa perihnya luka hati orang tua kami ketika kau mengatakan mereka termasuk Islam garis keras.

Mpud..

Mungkin kau ingin ber-alasan bahwa sejarah-lah yang kau angkat, tapi bagi kami alasan yang kau bawa hanyalah sebuah permainan kata. Apa yang tersirat, sudah bisa di baca meskipun tidak secara tersurat kau katakan.

Jika maksudmu ingin adakan rekonsiliasi, maka bukan seperti ini cara yang baik. Kau memancing bara api agar berkobar, tapi di tempat lain kau mengatakan ingin memadamkan.

"Kau padamkan api dengan menyiramkan Pertamax ke bara-nya"

Bukan memadamkan, tapi kau memperbesar nyala-nya.

"Apakah kau paham 'dek...?"

Rasanya kami rugi ketika uang kami di pakai untuk meng-gaji orang2 seperti dirimu. Tidak sedikit bayaran yg kau terima dengan jabatan tenaga ahli BPIP. Hanya melontarkan kata tanpa berpikir, kau bisa memanen ratusan juta. Driver ojek pun harus berpeluh untuk mendapatkan uang 200 ribu sehari, namun kau...cukup memainkan tunjuk dan melontar kata, maka rekening mu menjadi berwarna.

Luar biasa 'dek...ternyata kami kembali di buat kecewa.

Usiamu sudah tua, seharusnya aku memanggil-mu dengan sebutan bapak, Paman atau Abang jika usia kita tidak jauh berbeda.

Tapi aku lebih memilih memanggilmu dengan sebutan adik. Karena terbukti, perkataan mu di video itu tidak mencerminkan kedewasaan yang terpancar di kerut wajahmu. Perkataan-mu, tidak menunjukkan bahwa kau adalah seorang cendekiawan ulung, perkataan-mu tidak mencerminkan seorang tokoh yang sudah malang melintang di berbagai jabatan.

Kau hanyalah anak kecil yang lagi emosi kala mainannya tidak di temukan setelah usai bermain tadi pagi.

Selayaknya kakak, aku harus memberi koreksi pada dirimu.

Contoh lah aku abang-mu, walau muda dari mu tapi memilih diam melihat dukungan yang berbeda dari setiap daerah. Tidak mau menampik api permusuhan, hanya ingin melihat akhir dari masalah ini. Kami sabar dan menunggu tanpa perlu melontar kata-kata tidak perlu.

Sehat terus ya 'dek...
Salam buat ayah ibu yang telah mendidik-mu.

Dari aku..

Abang muda-mu.
Setiawan Budi Reborn #Copas

Sabtu, 27 April 2019

*WAHAI MUSLIMIN: PRABOWO SANDI MENANG PILPRES 60% SUARA*

بسم الله الرحمن الرحيم.

KALAU Anda bertanya, siapa pemenang Pilpres 2019...? Jelas pemenangnya: *PRABOWO SANDI.* Kubu 01 pun mengakui itu, hanya tidak dibuat statement terbuka. Ada video dokumenter yang membuktikan itu.

Erick Tohir ingin agar KLAIM kemenangan 01 versi quick count dirayakan, untuk memperkuat mental mereka. Tapi ini sulit dilakukan, karena TIDAK DIDUKUNG BUKTI KUAT DI LAPANGAN (format C1 plano). Dari itu mereka kelu untuk berpesta.

KALAU mereka merasa menang pasti sudah sibuk pesta. Tapi faktanya, malah SIBUK CURANG RIA. Itu bukti nyata, mereka ingin halangi kemenangan 02.

Prabowo-Sandi menang. Itu jelas, didukung pendataan format C1 dari seluruh Indonesia. _Alhamdulillah wa lillahil hamd._

TAPI masalahnya: *Pihak rezim 01 TIDAK RIDHO dengan kemenangan ini.* Mereka mati matian ingin batalkan kemenangan tersebut dengan MULTI KECURANGAN. Tujuannya, menjegal Prabowo Sandi.

ITULAH yang KINI TERJADI. Pihak 02 membela kemenangan yang telah DICAPAI. Pihak 01 ingin kandaskan kemenangan lewat CURANG RIA dengan menggunakan KPU, aparat, media, tim lapangan.

JADI jangan tanya lagi soal "menang atau kalah". Kubu PRABOWO SANDI sudah JELAS menang. Dan pihak rezim 01 ingin menenggelamkan itu dengan SEGALA KEBRUTALAN-nya.

AYAT: *"Ya aiyuhal ladzina amanu, kunu qauwamina lillahi syuhada'a bil qisthi"* (wahai orang orang beriman, jadilah kalian orang orang yang tegak karena Allah, menjadi saksi-saksi keadilan). Al-Maa'idah: 8.

BERJANJILAH kepada Allah untuk MEMBELA KEADILAN & KEBENARAN yang ada. Bukan sekedar membela Paslon ini itu.

و الحمد لله رب العلمين.

Cianjur, 27 April 2019.
Penulis: *Ibnu Boeang.*#Copas


Kode Alam

SPIRIT KERTANEGARA DI JALAN KERTANEGARA..

(JALUR SUTRA VERSUS EKSPEDISI PAMALAYU)

Sadar atau tidak, ketika Prabowo membuka markasnya di Jalan Kertanegara, ada kode alam di sana..
Ada spirit Kertanegara di sana. Mungkin saja 02 tidak menyadarinya..

Kertanegara bukan sekedar nama sebuah jalan..
Jika buka mbah Google, maka jelas di situ Kertanegara adalah Sri Maharaja Kerajaan Singhasari (1200 M), raja terakhir..
Di eranya Singasari mengalami yang  puncak kejayaan..

Kertanegara juga dikenal sebagai penguasa Jawa pertama yang berambisi menyatukan wilayah Nusantara..

Untuk mewujudkan ambisi menyatukan Nusantara, Kertanegara melaksanakan ekspedisi Pamalayu, yang  bertujuan menyatukan  Nusantara..

Ekspedisi Pamalayu ini juga bertujuan untuk menghadang dan membentengi Nusantara dari pengaruh kekuasaan Mongol yang hampir menguasai seluruh daratan Asia kala itu..

Raja Kertanegara Menghadapi dinasti Mongol yang berkedudukan di Hanbalik (saat ini Beijing)..

Raja Kertanegara sangat tersohor karena memotong kupingnya utusan Kekaisar Mongol,  yang bernama ..
"Meng Qi"..
Setelah memotong kupingnya Meng Qi, wajahnya juga dirusak..

Kertanegara juga menyampaikan pesan kepada Kaisar Mongol melalui Meng Qi, yang berbunyi:
"Bilang sama rajamu, Singosari tidak Sudi dijajah oleh Mongol".

Demikian sekilas kode alam dan spirit dibalik nama Kertanegara..

HRM..

Mungkinkah Meng Qi di era milenial itu si poltak RUHUT SITOMPUL..??#Copas
*JATIM.. JATIM... BRAVOOOO!*
==================
Jkw - Amin : 10.546.228 (48.8%)
Prabowo - Sandi : 11.967.970 (53,2%)
====================
*Ini Hsl Perhitungan dikirim barusan Dari Jawa Timur; Berikut hasil Pilpres 38 Kabupaten/Kota di Jatim :*
*Pacitan :*
Jkw - Amin : 205.365 suara (64,64 persen)
Prabowo - Sandi : 112.332 suara (35,36 persen).
*Ponorogo :*
Jkw - Amin : 250.385 (47,15 persen)
Prabowo - Sandi : 280.689 (52,85 persen)
*Trenggalek :*
Jkw - Amin : 140.980 (34,49 persen)
Prabowo - Sandi : 267.772 (65,51 persen)
*Tulungagung :*
Jkw - Amin : 210.972 (34,45 persen)
Prabowo - Sandi : 401.482 (65,55 persen).
*Kab Blitar :*
Jkw - Amin : 194.251 (28,44 persen)
Prabowo - Sandi : 488.724 (71,56 persen).
*Kab Kediri :*
Jkw - Amin : 294.429 (32,22 persen)
Prabowo - Sandi : 619.456 (67,78 persen).
*Kab Malang :*
Jkw - Amin : 549.623 (38,84 persen)
Prabowo - Sandi : 865.641 (61,16 persen).
*Lumajang :*
Jkw - Amin : 256.576 (44,51 persen)
Prabowo - Sandi : 319.840 (55,49 persen).
*Jember :*
Jkw - Amin : 507.428 (42,21 persen)
Prabowo - Sandi : 694.751 (57,79 persen).
*Banyuwangi :*
Jkw - Amin : 361.727 (40,13 persen)
Prabowo - Sandi : 539.652 (59,87 persen).
*Bondowoso :*
Jkw - Amin : 270.778 (60,68 persen)
Prabowo - Sandi : 175.467 (39,32 persen).
*Situbondo :*
Jkw - Amin : 220.034 (58,98 persen)
Prabowo - Sandi : 153.018 (41,02 persen).
*Kab Probolinggo :*
Jkw - Amin : 280.103 (49,16 persen)
Prabowo - Sandi : 289.694 (50,84 persen).
*Kab Pasuruan :*
Jkw - Amin : 474.725 (57,92 persen)
Prabowo - Sandi : 344.930 (42,08 persen).
*Sidoarjo :*
Jkw - Amin : 464.893 (45,77 persen)
Prabowo - Sandi : 550.726 (54,23 persen).
*Kab Mojokerto :*
Jkw - Amin : 260.355 (41,29 persen)
Prabowo - Sandi : 370.265 (58,71 persen).
*Jombang :*
Jkw - Amin : 303.115 (42,44 persen)
Prabowo - Sandi : 411.112 (57,56 persen).
*Nganjuk :*
Jkw - Amin : 232.506 (38,15 persen)
Prabowo - Sandi : 376.899 (61,85 persen).
*Kab Madiun :*
Jkw - Amin : 177.992 (42,58 persen)
Prabowo - Sandi : 240.002 (57,42 persen).
*Magetan :*
Jkw - Amin : 205.946 (51,89 persen
Prabowo - Sandi : 190.962 (48,11 persen).
*Ngawi :*
Jkw - Amin : 200.735 (39,84 persen)
Prabowo - Sandi : 303.169 (60,16 persen).
*Bojonegoro :*
Jkw - Amin : 377.277 (51,71 persen)
Prabowo - Sandi : 352.307 (48,29 persen).
*Tuban :*
Jkw - Amin : 267.898 (41,79 persen)
Prabowo - Sandi : 373.199 (58,21 persen).
*Lamongan :*
Jkw - Amin : 368.586 (51,85 persen)
Prabowo - Sandi : 342.249 (48,15 persen).
*Gresik :*
Jkw - Amin : 350.955 (52,90 persen)
Prabowo - Sandi : 312.496 (47,10 persen).
*Bangkalan :*
Jkw - Amin : 149.258 (18,80 persen)
Prabowo - Sandi : 644.608 (81,20 persen).
*Pamekasan :*
Jkw - Amin : 135.178 (26,31 persen)
Prabowo - Sandi : 378.652 (73,69 persen).
*Sumenep :*
Jkw - Amin 245.410 (42,43 persen)
Prabowo Sandi 332.956 (57,57 persen).
*Sampang :*
Jkw - Amin 162.785 (25,53 persen)
Prabowo - Sandi 474.752 (74,47 persen).
*Kota Kediri :*
Jkw - Amin : 59.461 (37,17 persen)
Prabowo - Sandi : 100.492 (62,83 persen).
*Kota Blitar :*
Jkw - Amin : 29.349 (34,96 persen)
Prabowo - Sandi : 54.599 (65,04 persen).
*Kota Malang :*
Jkw - Amin :182.128 (40,20 persen)
Prabowo - Sandi : 270.971 (59,80 persen).
*Kota Probolinggo :*
Jkw - Amin : 69.112 (54,31 persen)
Prabowo - Sandi : 58.149 (45,69 persen).
*Kota Pasuruan :*
Jkw - Amin : 58.967 (57,33 persen)
Prabowo - Sandi : 43.896 (42,67 persen).
*Kota Mojokerto :*
Jkw - Amin : 32.706 (44,07 persen)
Prabowo - Sandi : 41.504 (55,93 persen).
*Kota Madiun :*
Jkw - Amin : 41.048 (38,69 persen)
Prabowo - Sandi : 65.059 (61,31 persen).
*Kota Batu :*
Jkw - Amin : 46.979 (39,14 persen)
Prabowo - Sandi : 73.055 (60,86 persen).
*Kota Surabaya :*
Jkw - Amin : 498.736 (35,86 persen)
Prabowo - Sandi : 892.123 (64,14 persen)
*Sumber: KPU Jatim*
Dari data KPU Jatim perolehan suara Jendral *Prabowo - Sandiaga sebesar : 53.2 %.*
Jkw - Amin : 10.546.228 (48.8%)
Prabowo - Sandi : 11.967.970 (53,2%)
Bantu VIRALIN ya bapak/ibu.  #Copas

Kamis, 25 April 2019

*RAHASIA BESAR: MENGAPA REZIM MATI-MATIAN BERBUAT CURANG DALAM PEMILU 2019...?*

--- *Semua orang Indonesia harus tahu ini* ---

بسم الله الرحمن الرحيم.
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول لله و اله وصحبه اجمعين.

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته:

SEBELUMNYA: Anda semua, umat Muslimin dan rakyat Indonesia, harus PERCAYA dengan pusat analisis data BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandi. Sebab, kalau mereka mau curang, pasti sejak lama ikut 01, daripada capek capek oposisi. Sikap curang bertentangan dengan VISI mereka, untuk memperbaiki bangsa ini. Dan mereka orang terpelajar, tidak suka modus tipu-tipu. Justru perilaku tipu-tipu itu yang ingin mereka tumpas dalam pemerintahan.

SEBALIKNYA: Kaum komunis, amoral, ahli maksiat, koruptor, penjilat, pengkhianat, dst. mereka TIDAK PEDULI KEJUJURAN, sportivitas, moral, masa depan generasi. Lihatlah perilaku asli orang orang itu: bohong, janji palsu, hoax, pencitraan, memfitnah, menghina, cabulisme, caci-maki, dan seterusnya. Ia menjadi karakter sehari-hari.

DI SINI: Harus dipahami bahwa PIHAK PERTAMA inginkan keselamatan bangsa negara ini, kebaikan hidupnya, kemajuan masa depannya. Sedangkan PIHAK KEDUA inginkan kematian bangsa ini, kehancuran negara, serta kehinaan martabatnya.

NAH: Itu modal awal yang harus dipegang sebelum kita memahami poin-poin RAHASIA BESAR di balik kegigihan rezim dalam menghalalkan segala cara untuk mempertahankan kekuasaan.

BISMILLAH: Mari kita mulai memahami berbagai fenomena kecurangan di balik Pemilu 2019 ini.

PERTAMA: Sejak awal sudah ada upaya menjegal Prabowo. Istilahnya SPDP (Sing Penting Dudu Prabowo). Tahun 2014 Jokowi dipaksakan Nyapres, padahal belum "seumur jagung" jadi Gubernur DKI. Ini tujuannya, untuk menghalang Prabowo. Bahkan Prabowo sengaja "dimatikan" setelah lengsernya Soeharto, supaya dia tidak punya eksistensi politik. Pelakunya, senior senior dia sendiri di militer. Karena Prabowo dianggap berjasa meyakinkan Soeharto agar mendekat ke Umat Islam (selain jasa BJ Habibie; uniknya kedua orang ini amat sangat dimusuhi kaum ANTI nasionalis).

KEDUA: Pak Prabowo telah menulis buku PARADOKS INDONESIA. Beberapa tahun lalu. Inti buku tersebut: MERASA SANGAT PRIHATIN, INDONESIA NEGARA KAYA TAPI RAKYATNYA SENGSARA. Itulah yang beliau kata sebagai PARADOKS (kenyataan yang TERBALIK). Dan di situ juga ada tujuan besar politik dia, agar rakyat hidup SEJAHTERA.

KETIGA: Untuk jadi negara Indonesia yang ADIL DAN MAKMUR, apa yang dibutuhkan? Ya tentu kerja keras, jangan malas, banyak belajar, menabung, bersatu, bermoral, gotong royong, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tapi itu saja BELUM CUKUP. Lho kok bisa? Iya, sebab ada modal lain yang dibutuhkan, yaitu: KITA SADAR DIRI BAHWA ADA BANYAK MANUSIA TIDAK MAU MELIHAT INDONESIA MENJADI NEGARA MAJU. Nah, itu harus Anda pahami juga.

KEEMPAT: Saat Anda berjuang membangun bangsa, di sana ada yang berjuang menghancurkan. Saat Anda gigih membela rakyat, ada yang gigih merusak rakyat. Saat Anda berkorban di jalan kebaikan, saat yang sama ada yang berkorban di jalan kejahatan. Anda menangisi penderitaan masyarakat, mereka menangisi kedamaian masyarakat. Anda bersyukur kepada Allah Yang Kuasa, mereka juga sembah sujud ke Iblis nan dilaknat. Anda mau kebaikan, mereka mau kerusaka. Jadi...???

KELIMA: Jika saat ini Anda pro kubu KEBENARAN, bersyukurlah. Karena ada berjuta manusia di sana, entah karena paham atau bodoh, mereka justru PRO KEBATHILAN. Yakinlah PRO-NYA Anda di jalan kebenaran, adalah semata karunia Allah.

KEENAM: Segala macam cara untuk menjegal Prabowo-Sandi, secara massif, struktural, terbuka; bukan semata karena mereka ingin keduanya tidak jadi Pemimpin RI. Lebih dari itu, mereka tidak mau: BANGSA INDONESIA MENJADI BAIK, SEHAT, BERDAYA,  TERHORMAT. Mereka ingin agar negeri ini tetap kumuh, rusuh, pecah, lemah, hina.

KETUJUH: Kok aneh, ada kaum inginkan negaranya sendiri hancur? Hmm, jangan merasa aneh. Ini ada itungan bisnisnya. BEGINI: Indonesia ibaratkan sebuah ISTANA yang megah, mewah, luas, indah. Di dalamnya ada segala macam ASET BERHARGA. Para pengelola Istana itu berpikir kotor: "Istana ini terlalu megah. Biaya operasional per bulan besar. Ya listrik, gas, air, telepon, dll. Mending kita JUALIN ASET aset ini. Tidak ada yang tahu ini. Duitnya masuk kantong kita, dan mengurangi biaya operasional bulanan." Yang lebih KEJI lagi, si pengelola ada yang berpikir: "Lebih baik kita pinjam uang bank, dengan gadaikan aset Istana ini." BEGITULAH fakta yang ada, bangsa ini sekian lama dihancurkan oleh pengelolanya sendiri.

KEDELAPAN: Mereka yang mati-matian membendung kemenangan Prabowo-Sandi ada di TITIK ITU. Mereka mengambil keuntungan SEDIKIT untuk diri, keluarga, kelompoknya. Tetapi dengan MENGORBANKAN NASIB BANGSA dan masa depan ANAK CUCU Indonesia nanti. Mereka punya hitungan bisnis SUPER KEJAM. Misalnya, mereka berhutang ke China senilai 1000 Triliun atau lebih. Dengan dana itu mereka FOYA-FOYA ANGGARAN, untuk apa saja yang mereka sukai. Trus siapa yang harus bayar hutang ini? Ya bangsa Indonesia, kita semua, anak cucu kita. Ke depan, di setiap punggung anak kita ada HUTANG BANGSA yang harus mereka pikul SELAMA HIDUPNYA.

KESEMBILAN: Nah, kehidupan PARADOKS itulah yang Ingin diberantas oleh Prabowo Sandi. Kita merdeka, padahal hakikatnya terjajah. Kita kaya, tapi berjuta wanita kita jadi PRT (pembantu rumah tangga) di luar negeri. Katanya kita anti korupsi, tapi penguasa berfoya foya dalam kecurangan Pemilu (bukankah itu KORUPSI juga?). Kita mengaku sebagai bangsa Berketuhanan YME, tapi para agamawan Muslim diteror di mana-mana. Dan berbagai fenomena paradoks lainnya.

KESEPULUH: Bagaimana dengan isu katanya Prabowo Sandi akan menegakkan Khilafah? Masalahnya, menurut mereka Prabowo Sandi tidak bisa jadi imam sholat, tidak bisa baca Al-Qur'an, bahkan katanya cara wudhunya juga salah. Apa mungkin orang TIDAK FASIH BACA AL-QUR'AN akan menegakkan Khilafah? Lagi pula para pendukung Khilafah rata rata anti demokrasi, sedang Prabowo Sandi justru mendukung demokrasi.

KESEBELAS: Tapi di kubu rezim berkuasa ada Kyai Hajinya (KH. Ma'ruf Amiin). Bahkan dia Itu mantan Ketua MUI yang menjadi inspirator dipenjarakannya Ahok. Bukankah itu menjadi dalil bahwa mereka benar? Kebenaran diukur dari Syariat, bukan perbuatan manusia. Kita tahu babi itu haram. Semua orang tahu itu. Kalau ada warung Pak Haji jualan masakan pakai daging babi, apakah itu jadi boleh dimakan? Kyai Ma'ruf di situ hanya dipakai sebagai magnet saja, untuk menarik dukungan. Kalau dia istiqomah, pastinya akan melarang pihak rezim melakukan segala kecurangan. Justru dia malah berserikat dalam kecurangan itu.

KEDUABELAS: Trus apa intinya dari gerakan politik Prabowo Sandi ini? Intinya sederhana: AGAR KAUM PRIBUMI INDONESIA HIDUPNYA BERMARTABAT DI NEGERI SENDIRI.

KETIGABELAS: Saudaraku, perjuangan Pemilu 2019 ini BUKAN UNTUK PRABOWO atau Gerindra. Tetapi untuk MENYELAMATKAN NEGARA INDONESIA ini, serta untuk menghentikan PENDERITAAN RAKYAT. Di sini ia kita katakan sebagai PARADOKS INDONESIA. Maka visi perjuangan INDONESIA ADIL & MAKMUR itu benar adanya, sesuai hati nurani, dibutuhkan bangsa yang sekian lama terzhalimi ini.

OLEH ITU: Kami mengajak seluruh Rijalul Muslimin Indonesia untuk berjuang, berkorban, dan menyelamatkan bangsa ini dari KEHANCURAN. Caranya, kita kawal KEMENANGAN Prabowo Sandi sampai KOMPLIT. Bila bangsa ini hancur, kita harus bertanggung-jawab di hadapan Muslimin SEDUNIA. Dan tentu kita harus  DIADILI kelak di hadapan Allah karena kehancurannya. Na'udzubillah min dzalik. LEBIH BAIK MATI BERKALANG TANAH, daripada melihat negeri ini hancur di bawah cengkeraman KAUM AMORAL, PENISTA AGAMA & PEMBELA KEJAHATAN.

DOA PENUTUP:
~ Hasbunallah wa ni'mal Wakiil ni'mal Maula wa ni'man Nashir.
~ Wa laa haula wa laa quwwata illa billah.
~ Nashrun minallahi wa fathun qoriib.
~ Qulillahumma malikal mulki tu'til mulka man tasya'u wa tanziul mulka min man tasya'u, wa tu'izzu man tasya'u wa tudzillu man tasya'u, bi yadikal khoir, innaka 'ala kulli syai'in qodiir.
~ Robbana laa mani'a li maa a'thoita, wa laa mu'thiya li maa mana'ta, wa laa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu.
~ Robbana sallimna wal Muslimin, innaka Antas Salam wa minkas salam, Tabarokta ya Dzal Jalali wal Ikrom.
~ Rabbana a'lamu bi man jaa'a bil huda min 'indihi, wa man takunu lahu aqibatud daar, innahu laa yuflihuz zholimin.
~ Tarmihim (azh-zholimina) bi hijarotin min sijjil, fa ja'alahum ka 'ashfin ma'kuul.
~ Sholawatullah wa salamuhu 'ala Rasulillahil mubin, wa 'ala alihi wa shohbihi wa ummatihi ajma'in.
~ Amiin amiin ya Rabbal 'alamiin.

و السلام عليكم و رحمة الله و بركاته.

Bandung Barat, 22 April 2019. *Ibnu Boeang.* #Copas7

*SERUAN Gus ALI*

TAHUkah ANDA

*MASA DEPAN NEGERI INI ADA DI TANGAN JOKOWI  🇲🇨*

Pak Jokowi,
saya hidup di dua era,
yaitu era Suharto yang militeristik
dan era reformasi yang kapitalistik.

Saya tahu anda dahulu bukanlah siapa siapa di negeri ini.
Anda yang tidak punya _background_ aktivis apalagi politisi, tiba tiba membesar menjadi seorang presiden di negeri majemuk ini.

Karir anda mengalahkan siapapun yang pernah melewati proses meniti puncak karir, baik itu politisi, birokrasi, maupun militer.

Semua manusia-manusia terbaik di negeri ini seolah tidak ada apa apanya dibandingkan dengan diri anda yang hanya bermodalkan senyum dan berbadan ceking, sampai para Jenderal dan Profersor bertekuk lutut di hadapanmu.

JUJUR saja, akal sehat saya terusik.

*Nabi Muhamad Shalallahu 'alaihi wa salam saja untuk diangkat sebagai nabi telah melewati proses legitimasi publik terlebih dulu* dan diberikan *stempel Al Amin*. Barulah kemudian dia diangkat sebagai nabi.

Bung Karno dan Bung Hatta telah melewati fase berdarah-darah dalam hidupnya, barulah kemudian mereka menjadi Presiden & Wakil Presiden.

SBY adalah taruna terbaik di masanya, dan telah meniti karir militer puluhan tahun, dan sarat dengan pengalaman baik di dalam maupun luar negeri, barulah kemudian menjadi Presiden.

Namun anda luar biasa, dan rasanya baru andalah satu satunya di republik ini yang memiliki kecepatan karir seperti itu.

*Pak Jokowi, saya tahu anda hanyalah sebuah produk*.
Produk dari suatu pabrik yang di iklankan sedemikian rupa seolah olah anda adalah kecap nomor 1.

Kita semua tahu sejelek apapun produk bahkan walau berbahaya dan mengandung racun pun kalau jurus iklannya ampuh maka akan tetap ada yang membelinya, bahkan sangat fanatik. Contohnya rokok atau minuman bersoda...
Namun sebagai produk, anda juga adalah manusia biasa yang mempunyai batasan.

*Sejauh saya hidup di negeri ini baru sejak anda jadi presiden lah rakyat terpecah belah sedemikan hebatnya.*
Itu semua karena *anda adalah produk karbitan* sehingga banyak hal yang tidak anda kuasai dalam mengelola negara.

Anda tidak paham bagaimana mengelola keamanan negeri ini.
Lihat saja bagiamana anda tergagap gagap menjawab pertanyaan wartawan tentang kasus Novel Baswedan.
Anda hanya melipir lipir di forum Internasional dan tidak punya kharisma diplomatik luar negeri.

*Semua itu bukanlah karna anda bodoh tapi karena pengalaman dan kapasitas anda tidak cukup👎*.

Pak Jokowi,
*Pertarungan ini bukanlah pertarungan antara anda dengan Prabowo, tapi pertarungan antara Prabowo dan para Jendral yang bersembunyi di belakang anda*
.
*Anda hanyalah bumper*, anda hanyalah boneka, anda hanyalah *alat mereka untuk melawan Prabowo*.
Meski anda bahagia di posisi itu namun anda harus sadar bahwa jika anda tetap ngotot dengan kemenangan palsu ini maka ujungnya adalah delegitimasi kekuasaan.
Mari berhitung secara akal sehat dan nurani yang dalam, anda hanyalah alat.

Alat para jendral kancil yang bersembunyi di belakang anda namun tidak mendapat legitimasi publik. Akhirnya *mereka cuma berani berbisik bisik sambil terus mendorong anda.*

Pak Jokowi, sadarlah kalau negara ini hancur maka yang akan di catat sejarah adalah anda bukan para jendral dan cukong di belakang anda. Andalah yang membawa kehancuran negeri ini.
Pak Jokowi, kecuali kalau memang anda mempunyai agenda lain, saya sarankan anda legowo dan menghindari konflik yg lebih besar.

Saya,
Al faqir Gus Ali mengingatkan
Jangan sampai anda menjadi Basyar Al Assad yang sanggup mengorbankan lebih dari 500 000 orang tewas demi mempertahankan kekuasaanya.

Salam INDONESIA RAYA 🇲🇨

NKRI Harga Mati❗

#al Faqir Gus ALI
(Ketua KORDA Patriot Garuda Nasional DIY 🦅🇲🇨)#Copas