iklan

Sabtu, 31 Maret 2012

9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-Laki


9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-Laki
oleh Strawberry pada 28 Maret 2012 pukul 19:15 ·

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi (ilmu jiwa) pada Fakultas Adab (sastra) di Universitas Zaqaqiq, Mesir dengan judul: “Kepribadian Remaja Putri, Tata Cara kesiapan Jiwa dalam Menghadapi Pernikahan, dan Masa Perubahan Jiwa Pasca Nikah Secara Khusus” menyimpulkan ada 9 tipe gadis yang tidak diminati oleh para pemuda:

Gadis Pencemburu

Pencemburu adalah sifat pertama kali yang dihindari oleh para pemuda dari calon istri-istri mereka. Cemburu disini bermakna keraguan. Para pemuda itu menuntut adanya sebagian sifat cemburu yang memperkuat ikatan cinta, akan tetapi mereka menolak ketidak percayaan (keraguan) yang menimbulkan petaka dalam kehidupan rumah tangga. Mereka menginginkan kepercayaan dari para istri mereka, dan tidak suka jika mereka menceritakan atau mengungkap setiap langkah yang dilaluinya.

Gadis Egois, Sok Menjadi Ratu

Adapun gadis yang kedua adalah gadis yang egois, ingin berkuasa, menginginkan dari suaminya segenap kecintaan, ketundukan, dan kepasrahan hanya kepadanya saja. Dia akan marah jika melihat suaminya lebih mementingkan orang lain atau mencintai selain dirinya. Seperti cemburu kepada kerabat suami, atau teman-temannya. Perbuatan ini kadang menimbulkan banyak permasalahan. Dengan sikap seperti itu, dia telah mempersempit kepribadian suami, dan menyebabkan timbulnya permasalahan dengan kerabatnya. Dengan sikap seperti itu, dia telah menjadikan suami benci dengan kehidupan rumah tangganya. Sikap yang demikian tidak termasuk cinta, tetapi ambisi kepemilikan dan penguasaan. Maka wajib bagi gadis ini untuk menyadari bahwa mereka adalah kerabat suami, yang tidak mungkin ia bebas lepas dari mereka, begitu pula sebaliknya mereka tidak mungkin bebas lepas darinya.

Gadis Durhaka

Yaitu istri yang tidak ridha dengan kehidupannya. Dia senantiasa membangkang pada suami dan menggerutu tentang segala sesuatu. Dia tidak bersikap qonaah (menerima apa adanya), senantiasa menginginkan tambahan dan lebih. Dengan sikap seperti ini, dia telah menekan suami hingga mau memenuhi keinginannya. Dia tidak peduli darimana sang suami bisa memenuhi berbagai tuntutan itu, dan bagaimana ia bisa mendapatkan harta tersebut. Dia adalah jenis istri perusak. Dia hanya mencari untuk diri dan kebahagiannya sendiri, terutama harta, bukan cinta. Dia tidak menjaga suami atau rumahnya. Biasanya keadaan yang seperti ini berakhir dengan perceraian.

Gadis Yang Cuek dan Masa Bodoh

Gadis ini tidak layak disebut sebagai seorang istri. Dia sama sekali tidak menaruh perhatian pada suami, tidak juga pada rumahnya. Tidak berusaha memenuhi kebutuhan suami atau permintaannya. Di sini sang suami merasa bahwa si istri tidak mencintainya, atau tidak menganggapnya. Kadang yang demikian membuat sang suami bersikap kasar kepada istri sebagai usaha untuk meluruskannya. Akan tetapi jika sang istri memiliki sifat seperti ini, maka akan sulit merubahnya. Hal ini menjadikan sang suami tidak menaruh perhatian terhadap istri, tidak mesra dengannya dalam segala hal, dan bisa menyebabkan perpisahan. Maka mulai sekarang seharusnya istri mulai memberikan perhatian terhadap suami.

Gadis Yang Kekanak-kanakkan

Yaitu gadis yang senantiasa tergantung pada ibunya, dan terus terikat dengannya, bersandar kepadanya dalam segala hal. Dia bertindak dengan malu, tidak mampu mengemban tanggung jawab. Kebanyakan ibunyalah yang memberikan keputusan dan berkuasa pada seluruh urusan rumah. Maka sang putripun bersandar kepadanya dalam segala hal seperti apa yang dia kerjakan saat masih kanak-kanak. Dengan sifat seperti itu, dia tidak layak menjadi seorang ibu bagi putra-putranya, dikarenakan putra-putranya akan menjadi pribadi-pribadi yang terputus, tidak utuh. Adapun sang suami, maka ia merasa seolah-olah telah menikahi ibu mertuanya, karena dialah yang mengatur segala keperluannya. Maka wajib bagi para gadis untuk belajar memikul tanggung jawab dan berbuat secara dewasa.

Gadis Yang Meninggalkan Tugas Rumah Tangga

Kebanyakan gadis seperti ini adalah gadis yang bekerja (wanita karir). Akan tetapi, ada perbedaan antara istri yang bekerja dan istri yang pergi meninggalkan tanggung jawab rumah. Artinya ada banyak istri yang bekerja, tetapi mereka dapat melakukan segenap pekerjaan rumah tangga dan memberikan perhatian terhadap berbagai keperluan suami dan anak-anak mereka. Pekerjaan mereka tidak membuat mereka durhaka terhadap keluarga. Maka istri harus menyeimbangkan antara pekerjaan dengan suami dan anak-anaknya. Janganlah pekerjaan membuat keluarga terhalangi dari perhatian dan kasih sayangnya. Sehingga sang suami merasa kehilangan kemesraan, akhirnya timbullah permasalahan diantara mereka.

Gadis Yang Lemah

Yaitu seorang gadis yang terbiasa pasrah terhadap keadaan di sekitarnya, apakah terhadap keluarga atau teman-temannya. Dia sangat lemah untuk bisa mengambil keputusan dengan dirinya sendiri, tidak berusaha mengadakan musyawarah atau menampakkan pendapat apapun. Kepribadian yang lemah, penurut, dan tidak terbiasa memikul tanggung jawab. Kebanyakan penyebabnya adalah keluarga, yaitu dengan sikap keras sang ayah, dan diamnya ibu. Maka sang suamipun kehilangan teman yang bisa memberikan nasihat, atau masukan-masukan dalam berbagai urusannya.

Gadis Yang Membuat Was Was

Yaitu gadis yang menggambarkan suaminya dengan gambaran yang terburuk. Sebagai contoh, jika suami terkena penyakit mulas, maka sang istri membesar-besarkannya serta meyakininya bahwa sang suami menderita usus buntu. Jika panas sang suami meningkat dia berkata bahwa dia telah terkena demam. Jika sang suami terlambat, dia berkeyakinan telah terjadi kecelakaan atau terkena sesuatu yang tidak disukai. Istri semacam ini akan mendorong suami untuk selalu was-was dan berkhayal macam-macam serta selalu khawatir.

Gadis Yang Sok Sempurna

Yaitu gadis yang berambisi untuk mengerjakan sesuatu dengan benar, dan terlalu berlebih-lebihan di dalamnya sehingga sang suami dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya terkadang merasa jengkel. Sifat seperti itu membuatnya fanatik buta dalam kehidupan rumah tangga. Dia menginginkan kesempurnaan dalam segala hal. Jika pergi salah seorang teman maka harus membawa hadiah berharga dan mahal dibungkus dengan bungkus yang mewah dan seterusnya. Sifat seperti ini dimungkinkan akan membuat suami melakukan respon yang mungkin bisa menjadi seorang laki-laki yang keras dan menolak apa saja yang dilakukan istri, sekalipun perbuatan itu untuk kepentingannya, dan dia tidak lagi mementingkan keridhaan istrinya...

Sekarang, carilah untuk dirimu sendiri wahai saudariku, sifat manakah dari kesembilan sifat tersebut yang kamu miliki? Kemudian bersihkanlah dari dirimu agar kehidupan rumah tanggamu selamat dan bahagia.

Ingat Pesan Nabi, Suamimu adalah Surga atau Neraka .....

Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/
Sumber  :  KembangAnggrek2.blogspot.com

... KESABARAN YANG MENGAGUMKAN ...


... KESABARAN YANG MENGAGUMKAN ...
oleh Strawberry pada 31 Maret 2012 pukul 20:38 ·


Bismillahir-Rahmanir-Rahim ....

Prof. Dr. Khalid al-Jubair penasehat spesialis bedah jantung dan urat nadi di rumah sakit al-Malik Khalid di Riyadh mengisahkan sebuah kisah pada sebuah seminar dengan tajuk Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan). Mari sejenak kita merenung bersama, karena dalam kisah tersebut ada nasihat dan pelajaran yang sangat berharga bagi kita.

Sang dokter berkata:

Pada suatu hari -hari Selasa- aku melakukan operasi pada seorang anak berusia 2,5 tahun. Pada hari Rabu, anak tersebut berada di ruang ICU dalam keadaan segar dan sehat.

Pada hari Kamis pukul 11:15 -aku tidak melupakan waktu ini karena pentingnya kejadian tersebut- tiba-tiba salah seorang perawat mengabariku bahwa jantung dan pernafasan anak tersebut berhenti bekerja. Maka akupun pergi dengan cepat kepada anak tersebut, kemudian aku lakukan proses kejut jantung yang berlangsung selama 45 menit. Selama itu jantungnya tidak berfungsi, namun setelah itu Allah Subhanaahu wa Ta’ala menentukan agar jantungnya kembali berfungsi. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta’ala .

Kemudian aku pergi untuk mengabarkan keadaannya kepada keluarganya, sebagaimana anda ketahui betapa sulit mengabarkan keadaan kepada keluarganya jika ternyata keadaannya buruk. Ini adalah hal tersulit yang harus dihadapi oleh seorang dokter. Akan tetapi ini adalah sebuah keharusan. Akupun bertanya tentang ayah si anak, tapi aku tidak mendapatinya. Aku hanya mendapati ibunya, lalu aku katakan kepadanya: “Penyebab berhentinya jantung putramu dari fungsinya adalah akibat pendarahan yang ada pada pangkal tenggorokan dan kami tidak mengetahui penyebabnya. Aku kira otaknya telah mati.”

Coba tebak, kira-kira apa jawaban ibu tersebut?

Apakah dia berteriak? Apakah dia histeris? Apakah dia berkata: “Engkaulah penyebabnya!”

Dia tidak berbicara apapun dari semua itu bahkan dia berkata: “Alhamdulillah.” Kemudian dia meninggalkanku dan pergi.

Sepuluh hari berlalu, mulailah sang anak bergerak-gerak. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta’ala serta menyampaikan kabar gembira sebuah kebaikan yaitu bahwa keadaan otaknya telah berfungsi.

Pada hari ke-12, jantungnya kembali berhenti bekerja disebabkan oleh pendarahan tersebut. Kami pun melakukan proses kejut jantung selama 45 menit, dan jantungnya tidak bergerak. Maka akupun mengatakan kepada ibunya: “Kali ini menurutku tidak ada harapan lagi.” Maka dia berkata: “Alhamdulillah, ya Allah jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia wahai Rabbi.”

Maka dengan memuji Allah, jantungnya kembali berfungsi, akan tetapi setelah itu jantung kembali berhenti sampai 6 kali hingga dengan ketentuan Allah Subhanaahu wa Ta’ala spesialis THT berhasil menghentikan pendarahan tersebut, dan jantungnya kembali berfungsi.

Berlalulah sekarang 3,5 bulan, dan anak tersebut dalam keadaan koma, tidak bergerak. Kemudian setiap kali dia mulai bergerak dia terkena semacam pembengkakan bernanah aneh yang besar di kepalanya, yang aku belum pernah melihat semisalnya. Maka kami katakan kepada sang ibu bahwa putra anda akan meninggal. Jika dia bisa selamat dari kegagalan jantung yang berulang-ulang, maka dia tidak akan bisa selamat dengan adanya semacam pembengkakan di kepalanya.

Maka sang ibu berkata: “Alhamdilillah.” Kemudian meninggalkanku dan pergi. Setelah itu, kami melakukan usaha untuk merubah keadaan segera dengan melakukan operasi otak dan urat syaraf serta berusaha untuk menyembuhkan sang anak. Tiga minggu kemudian, dengan karunia Allah Subhanaahu wa Ta’ala , dia tersembuhkan dari pembengkakan tersebut, akan tetapi dia belum bergerak.

Dua minggu kemudian, darahnya terkena racun aneh yang menjadikan suhunya 41,2oC. maka kukatakan kepada sang ibu: “Sesungguhnya otak putra ibu berada dalam bahaya besar, saya kira tidak ada harapan sembuh.” Maka dia berkata dengan penuh kesabaran dan keyakinan: “Alhamdulillah, ya Allah, jika pada kesembuhannya terdapat kebaikan, maka sembuhkanlah dia.”

Setelah aku kabarkan kepada ibu anak tersebut tentang keadaan putranya yang terbaring di atas ranjang nomor 5, aku pergi ke pasien lain yang terbaring di ranjang nomor 6 untuk menganalisanya. Tiba-tiba ibu pasien nomor 6 tersebut menagis histeris seraya berkata: “Wahai dokter, kemari, wahai dokter suhu badannya 37,6o, dia akan mati, dia akan mati.” Maka kukatakan kepadanya dengan penuh heran: “Lihatlah ibu anak yang terbaring di ranjang no 5, suhu badannya 41,o lebih sementara dia bersabar dan memuji Allah.” Maka berkatalah ibu pasien no. 6 tentang ibu tersebut: “Wanita itu tidak waras dan tidak sadar.”

Maka aku mengingat sebuah hadits Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wa sallam yang indah lagi agung:

”Beruntunglah orang-orang yang asing.” Sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, akan tetapi keduanya menggoncangkan ummat. Selama 23 tahun bekerja di rumah sakit aku belum pernah melihat dalam hidupku orang sabar seperti ibu ini kecuali dua orang saja.

Selang beberapa waktu setelah itu ia mengalami gagal ginjal, maka kami katakan kepada sang ibu: “Tidak ada harapan kali ini, dia tidak akan selamat.” Maka dia menjawab dengan sabar dan bertawakkal kepada Allah: “Alhamdulillah.” Seraya meninggalkanku seperti biasa dan pergi.

Sekarang kami memasuki minggu terakhir dari bulan keempat, dan anak tersebut telah tersembuhkan dari keracunan. Kemudian saat memasuki pada bulan kelima, dia terserang penyakit aneh yang aku belum pernah melihatnya selama hidupku, radang ganas pada selaput pembungkus jantung di sekitar dada yang mencakup tulang-tulang dada dan seluruh daerah di sekitarnya. Dimana keadaan ini memaksaku untuk membuka dadanya dan terpaksa menjadikan jantungnya dalam keadaan terbuka. Sekiranya kami mengganti alat bantu, anda akan melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda..

Saat kondisi anak tersebut sampai pada tingkatan ini aku berkata kepada sang ibu: “Sudah, yang ini tidak mungkin disembuhkan lagi, aku tidak berharap. Keadaannya semakin gawat.” Diapun berkata: “Alhamdulillah.” Sebagaimana kebiasaannya, tanpa berkata apapun selainnya.

Kemudian berlalulah 6,5 bulan, anak tersebut keluar dari ruang operasi dalam keadaan tidak berbicara, melihat, mendengar, bergerak dan tertawa. Sementara dadanya dalam keadaan terbuka yang memungkinkan bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda, dan ibunyalah yang membantu mengganti alat-alat bantu di jantung putranya dengan penuh sabar dan berharap pahala.

Apakah anda tahu apa yang terjadi setelah itu
Sebelum kukabarkan kepada anda, apakah yang anda kira dari keselamatan anak tersebut yang telah melalui segala macam ujian berat, hal gawat, rasa sakit dan beberapa penyakit yang aneh dan kompleks? Menurut anda kira-kira apa yang akan dilakukan oleh sang ibu yang sabar terhadap sang putra di hadapannya yang berada di ambang kubur itu? Kondisi yang dia tidak punya kuasa apa-apa kecuali hanya berdo’a, dan merendahkan diri kepada Allah Subhanaahu wa Ta’ala ?

Tahukah anda apa yang terjadi terhadap anak yang mungkin bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda 2,5 bulan kemudian?

Anak tersebut telah sembuh sempurna dengan rahmat Allah Subhanaahu wa Ta’ala sebagai balasan bagi sang ibu yang shalihah tersebut. Sekarang anak tersebut telah berlari dan dapat menyalip ibunya dengan kedua kakinya, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang pernah menimpanya. Dia telah kembali seperti sedia kala, dalam keadaan sembuh dan sehat.

Kisah ini tidaklah berhenti sampai di sini, apa yang membuatku menangis bukanlah ini, yang membuatku menangis adalah apa yang terjadi kemudian:

Satu setengah tahun setelah anak tersebut keluar dari rumah sakit, salah seorang kawan di bagian operasi mengabarkan kepadaku bahwa ada seorang laki-laki berserta istri bersama dua orang anak ingin melihat anda. Maka kukatakan kepadanya: “Siapakah mereka?” Dia menjawab, “tidak mengenal mereka.”

Akupun pergi untuk melihat mereka, ternyata mereka adalah ayah dan ibu dari anak yang dulu kami operasi. Umurnya sekarang 5 tahun seperti bunga dalam keadaan sehat, seakan-akan tidak pernah terkena apapun, dan juga bersama mereka seorang bayi berumur 4 bulan.

Aku menyambut mereka, dan bertanya kepada sang ayah dengan canda tentang bayi baru yang digendong oleh ibunya, apakah dia anak yang ke-13 atau 14? Diapun melihat kepadaku dengan senyuman aneh, kemudian dia berkata: “Ini adalah anak yang kedua, sedang anak pertama adalah anak yang dulu anda operasi, dia adalah anak pertama yang datang kepada kami setelah 17 tahun mandul. Setelah kami diberi rizki dengannya, dia tertimpa penyakit seperti yang telah anda ketahui sendiri.”

Aku tidak mampu menguasai jiwaku, kedua mataku penuh dengan air mata. Tanpa sadar aku menyeret laki-laki tersebut dengan tangannya kemudian aku masukkan ke dalam ruanganku dan bertanya tentang istrinya. Kukatakan kepadanya: “Siapakah istrimu yang mampu bersabar dengan penuh kesabaran atas putranya yang baru datang setelah 17 tahun mandul? Haruslah hatinya bukan hati yang gersang, bahkan hati yang subur dengan keimanan terhadap Allah Subhanaahu wa Ta’ala .”

Tahukah anda apa yang dia katakan?

Diamlah bersamaku wahai saudara-saudariku, terutama kepada anda wahai saudari-saudari yang mulia, cukuplah anda bisa berbangga pada zaman ini ada seorang wanita muslimah yang seperti dia.

Sang suami berkata: “Aku menikahi wanita tersebut 19 tahun yang lalu, sejak masa itu dia tidak pernah meninggalkan shalat malam kecuali dengan udzur syar’i. Aku tidak pernah menyaksikannya berghibah (menggunjing), namimah (adu domba), tidak juga dusta. Jika aku keluar dari rumah atau aku pulang ke rumah, dia membukakan pintu untukku, mendo’akanku, menyambutku, serta melakukan tugas-tugasnya dengan segenap kecintaan, tanggung jawab, akhlak dan kasih sayang.”

Sang suami menyempurnakan ceritanya dengan berkata: “Wahai dokter, dengan segenap akhlak dan kasih sayang yang dia berikan kepadaku, aku tidak mampu untuk membuka satu mataku terhadapnya karena malu.” Maka kukatakan kepadanya: “Wanita seperti dia berhak mendapatkan perlakuan darimu seperti itu.” Kisah selesai.

Kukatakan:

Saudara-saudariku, kadang anda terheran-heran dengan kisah tersebut, yaitu terheran-heran terhadap kesabaran wanita tersebut, akan tetapi ketahuilah bahwa beriman kepada Allah Subhanaahu wa Ta’ala dengan segenap keimanan dan tawakkal kepada-Nya dengan sepenuhnya, serta beramal shalih adalah perkara yang mengokohkan seorang muslim saat dalam kesusahan, dan ujian. Kesabaran yang demikian adalah sebuah taufik dan rahmat dari Allah Subhanaahu wa Ta’ala .

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah menimpa seorang muslim dari keletihan, sakit, kecemasan, kesedihan tidak juga gangguan dan kesusahan, hingga duri yang menusuknya, kecuali dengannya Allah Subhanaahu wa Ta’ala akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” (HR. al-Bukhari (5/2137))

Maka, wahai saudara-saudariku, mintalah pertolongan kepada Allah Subhanaahu wa Ta’ala , minta dan berdo’alah hanya kepada Allah Subhanaahu wa Ta’ala terhadap berbagai kebutuhan anda sekalian.

Bersandarlah kepada-Nya dalam keadaan senang dan susah. Sesungguhnya Dia Subhanaahu wa Ta’ala adalah sebaik-baik pelindung dan penolong.

Mudah-mudahan Allah Subhanaahu wa Ta’ala membalas anda sekalian dengan kebaikan, serta janganlah melupakan kami dari do’a-do’a kalian.

“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).” (QS. Al-A’raf: 126) (AR)*

Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi

Dari Kaset Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan)
~ o ~
Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah ...

Sumber: Dinukil dari: qiblati.com
Sumber  :  KembangAnggrek2.blogspot.com

‎[ KETIKA ALLAH MENITIPKAN CINTA ,, ]


‎[ KETIKA ALLAH MENITIPKAN CINTA ,, ]

Ketika Allah menitipkan cinta pada kita, kita tidak bisa memilih
kepada siapa kita ingin mencinta, Juga tak kuasa menolak cinta yang datang, kerana cinta adalah titipanNya.

Dan ketika saatnya tiba ,,Allah akan menguji titipanNya itu,
Menguji cinta yang Dia titipkan kepada kita.Menguji timbangan cinta kita pada-Nya dan pada kekasih fana kita..Selama ini, manakah yang di DAHULUKAN..?

Ketika saatnya tiba ,,Allah akan menguji seberapa kuat ikatan cinta itu.Dan mungkin akan Dia datangkan cinta-cinta lain..
Sekadar memastikan apakah cinta yang Dia titipkan tak berkurang kekuatannya..Dan akankah manusia siap mengembalikan titipan itu..Ketika saat waktunya tiba..

Kehilangan orang yang kita cintai sungguh sangat menyedihkan bahkan menyakitkan, namun kita tak akan mampu menghindarinya, kerana takkan ada yg abadi di dunia ini.

Kehilangannya membuatku merasa rapuh dan hampa, namun seharusnya memberikan pelajaran dan motivasi berharga bagiku agar senantiasa belajar ikhlas dan sabar menerima Ketetapan-Nya serta mampu memaknai arti sebuah kehilangan.

Wahai diriku yang rapuh,
Sadarkah jika engkau tidak memiliki apapun kecuali apa yang telah Allah 'Azza wa Jalla amanahkan untuk dirimu?Janganlah engkau larut dalam kesedihan bahkan tenggelam dalam kepedihan manakala Rabb-mu mengambilnya kembali dari hidupmu!

Telah kulepas sepasang kenangan menjelang petang ......terbanglah,,Kepakkan sayapmu..
Indahkan semua tempat yang kau singgahi,

Ada beribu kebahagian yang turut terselip disayapmu sebenarnya,Bagikanlah..
Kesetiap mata yang memandangmu..
Sehingga binar bahagia kelak kan terlihat disetiap pasang mata yang penuh cinta..Seperti binar yang bercahaya metafora dimatamu,Tatkala kau membaca kalimat bisuku dikulit waktu..

Kutitip rinduku padamu angin..
Sebab ragaku ,,Tlah lelah menanggung rindu..
Maafku tlah membuatmu ,,Menderita bersamaku..
Kerana sayap merpatiku pun tlah patah,

Terbanglah wahai angin,,
Temukan dia ditepian langit..
Ditempat segala rindu membara...
( Muhasabah diri lewat sujud malamku )
Sumber  :  Sudah Tahukah Anda.com

... LELAKI YANG TAKUT JATUH CINTA ...


... LELAKI YANG TAKUT JATUH CINTA ...
oleh Strawberry pada 31 Maret 2012 pukul 12:28 ·

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Belum menikah?" tanya saya pada laki-laki di hadapan saya yang rautnya telah bertambah tua.Yat, teman saya ini, mungkin tak tepat untuk saya sebut sebagai teman sebab usia kami yang terpaut begitu jauh. Garis-garis dewasa-untuk saya menghindari kata tua- begitu nyata saya tangkap dariwajahnya. Kerutan ada di sekitar mata dan pipinya.

la menggeleng. Ini sudah jawaban paling baik yang saya dapatkan. Biasanya, kalau menghadapipertanyaan semacam itu, hanya senyum kecut yang ia berikan dan buru-buru mengajak beranjakpada pembicaraan lain.

Tentu anakmu sudah besar, ya, Wie!" gumamnya seraya menyelai jemari tangan. Mungkin iamenyembunyikan resah.

"°Ya, yang pertama masuk SD tahun ini. Kalau yang kecil, sekarang sudah empat tahun."

"Bahagia?"

Saya pikir, saya tak perlu menjawab pertanyaannya itu sebab definisi bahagia tiap-tiap orangmungkin berbeda. Lagi pula, apakah menjawab ya atau tidak itu sesungguhnya yang menjadipertanyaannya?

Saya hanya menangkap resah itu. Resah yang bisa dibaca nyaris di setiap geraknya, pandangannyayang tidak fokus dan sering berpindah-pindah sebagaimana juga pembicaraannya yang selaluberpindah dari satu topik ke topik yang lain, mengalir begitu deras."Tiga tahun lagi usiaku empat puluh. Sudah tua, ya ..?"

Saya segera menghitung umur saya sendiri. Oktober tahun lalu, seperempat abad telah terlampaui,dan saya pun telah merasa napas 'tua' merasuki raga saya. Lantas, apakah saya akan membantahkalimatnya bahwa perbedaan dua belas tahun itu tak cukup menyebutnya tua?

"Manusia boleh tua usia, Mas," hibur saya. "Yang penting, kan, semangatnya. Saya ingin tetapmuda kendati saya sendiri sekarang sudah mulai tua."

"Apa aku cukup pantas disebut bersemangat muda?" "Kenapa tidak?"

"Hm, entahlah, Wie mungkin takdirku sendiri begini.°"Maksudnya?'°

"Sebenarnya aku ingin menikah, tapi aku selalu takut jatuh cinta."

Lantas, tanpa menunggu reaksi saya atas kalimat yang 'mengejutkan' itu, ia telah berlalu darihadapan saya. la berjalan, menunduk. Dukanya mengais-ngais jalan. Memang terkadang menakutkan. Sungguh wajar baginya untuk mengatakan ia takut jatuhcinta. Yat-begitu biasa dia dipanggil kendati itu bukan potongan dari salah satu suku kata pembentuk namanya-memiliki pengalaman yang 'menyakitkan' dalam cinta.

Seperti remaja kebanyakan, saat usia SMA, ia pernah jatuh cinta pada seorang wanita, rekansekelasnya. Cinta monyet, kata orang. Namun untuk ukuran remaja, hubungan percintaan merekaterbilang awet. Cinta pertama yang begitu romantis, saling berkirim surat-kendati berbicaralangsung sebenarnya lebih praktis dan tanpa Maya karena keduanya yang berada dalam satu kelasselama tiga tahun sebagaimana romansa khas remaja.

Namun, di semester terakhir sekolahnya, si wanita menderita sakit parah dan berakhir pada kematian, tepat pada saat teman-temannya yang lain menempuh ujian SMA. Itulah yang membuat Yat kacau-balau menyelesaikan lembar lembar tes dan membuat ia tak bisa diterima di perguruantinggi mana pun.

Cukup lama Yat dicekam kesedihan oleh kepergian teman dekat tersebut. Dia yang tak jugamendapat pekerjaan selulus sekolah membuat kondisinya semakin memprihatinkan. Untunglah,pada akhirnya ia menemukan semangat hidup itu dan kembali bisa berdiri untuk memperjuangkan hidupnya. Meski tertatih-tatih, ia bisa keluar dari lingkaran duka itu dan memulai kembali sejarahnya.

Kali ini, tentu saja tidak ada yang bisa ia harapkan untuk kuliah. Bukan karena biaya, sebab keluarganya cukup mampu menopang kuliah, asalkan tidak dalam skala kelas atas. Nilalinya-seperti saya sebutkan-jeblok di penghujung sekolahnya.

Oleh karena itu ia memilih untuk terjun langsung dalam bursa kerja. Berbekal ijazah SMA, ia melamar dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.

Saat telah bekerja, ia menjalin hubungan dekat dengan seorang gadis, rekan sekerja. Gadis yangbaik, sopan, lagi cantik rupawan. Orang tuanya telah merasa cocok saat Yat menyatakan inginmenikahi gadis tersebut. Namun apa lancar, belum lagi sampai berlangsung proses lamaran, si gadis menderita sakit parah dan kembali berujung pada kematian.

Yat terguncang. Ini pukulan kedua yang nyaris membuatnya hilang.

Semangatnya timbul tenggelam. Bergelung dalam kesedlihan itu, tubuhnya yang sempat gemuk itu kembali mengurus.Orang tuanya tak kalah sedih, bukan saja kehilangan calon menantu yang sesungguhnya telahmereka cintai pula, juga oleh ketidakstabilan Yat atas deraan penderitaan itu.

Hari-hari Yat adalah : murung yang murung. Semangat kerjanya hilang, demilkian juga semangat hidup.

Ini menyebabkan ia dikeluarkan dari pekerjaan, sesuatu yang sampai sekarang tak pernahdisesalinya karena ia tak pernah merasa kehilangan. Jilka ada hal besar yang hilang, kehilangan halkecil menjadi tidak terasa. Itu yang ia rasakan saat dipecat dan membuatnya luntang-lantung,menjadi preman kampung yang kerjanya nongkrong dari waktu ke waktu di perempatan jalan. Kaliini, cukup lama ia menemukan kembali dirinya yang hilang. Cukup sulit untuknya kembali bangkitsetelah tersungkur yang kedua kali.

Melewati usia tiga puluh tahun, ia kembali bekerja. Kali ini, ia menemukan tempat pelarian yangtepat dalam pekerjaan dan menjelma sebagai orang yang gila kerja. Segala pekerjaan dilakoninyauntuk melupakan kepahitan hidup.

Lantas, entah dari mana asalnya, kembali seorang gadis menyentuh kesunyian hatinya.

Kendati mulai ragu dengan perasaannya sendiri, pada akhirnya ia merasa jatuh cinta. Gadis itu telahmampu membuat serta kembali hadir di parasnya yang telah baya. Rasa cinta yang tutus berikutperhatian yang tiada habis membuat Yat kembali yakin untuk menikah. Sungguh, betapa orangtuanya bahagia mendapati anaknya telah memiliki keberanian kembali untuk mencintai seseorang,bahkan begitu perwira berniat untuk menikah.

Tak menunggu lama, lamaran pun digelar. Hari pemikahan ditentukan. Tak perlu menunggu apa punsebab semua telah ada. Sebagai seorang pekerja keras yang selalu lupa waktu jika sudah tenggelamdalam pekerjaan, Yat memiliki segala ikon keduniawian. Bukankah itu kompensasi yang tepat untukkegilaannya pada kerja? Ia tak perlu ribut soal biaya pernikahan sebab uangnya lebih dari cukupuntuk menggelar perhelatan akbar paling bergengsi sekalipun.

Wayang kulit telah dipesan. Janur pun telah didekor dengan meriah berikut segala perhiasan khasorang menikah. Pesta pernikahannya akan diawali dengan upacara akad nikah di siang harinya, dikantor KUA terdekat.

Orang-orang sudah berkumpul di kantor tersebut. Yat dan keluarganya, berikut kerabat saturombongan yang ingin menyaksikan peristiwa bersejarah seorang Yat. Bahagia di wajah masing-masing.

Lantas..waktu beranjak begitu melelahkan dalam penantian. Pengantin putri tak kunjung datang. Kemana? Semua kepala saling berganti melongok ke ujung jalan. Jam di tangan pun telah berapapuluh kali ditengok, berharap jarumnya berhenti agar waktu jangan segera lewat. Jam berganti danresah semakin berakar dalam sunyi.

Lantas, berita itu datang. Petir yang kesekian menyambar hidup Yat berkeping-keping.

"Di rumah sakit!" Kabar yang pertama.

"Mobil yang membawa rombongan pengantin wanita mengalami kecelakaan di perempatan kota."Kabar yang kedua.

Yat sudah mulai menjerit, bergema bergaung-gaung di ruang hatinya. Dalam pakaian pengantin, iamemburu ke rumah sakit. Benar adanya, si calon mempelai wanita terbaring di sana, bersama nyarisseluruh keluarganya. Semua terluka dalam kecelakaan maut itu. Sementara, mempelai wanita yangduduk di bangku depan mobil, tepat di samping sopir, mengalami luka paling parah. Sopirnyabahkan meninggal.

Kini, si cantik dengan make up terlihat pucat dan dandanan pengantin itu dikalungi begitu banyakselang, infus, dan oksigen bantuan pernapasan. Napasnya satu-satu.

Tak cukup bilangan waktu itu. Maut menjemput segera. Yat tergugu saat garis lurus mewarnaimonitor pendeteksi jantung sang pengantin. Serasa napasnya turut terhenti dan dunianya habis.

Gelap. la meraung di ruang gelap matanya, pingsan.

"Belum menikah, Mas?" tanya saya beberapa tahun lalu dan selalu saya hanya mendapat jawaban serupa, senyum kecut. Lantas, biasanya, disertai sengal dan napas yang berat dihela, ia akanmengajak beranjak pada perbincangan yang lain.

Tapi kali ini saya telah bertekad untuk tidak mau beranjak begitu lekas. Saya masih mencari jawabannya. Akhirnva.

"Aku takut jatuh cinta, Wie! Setiap wanita yang kucintai selalu meninggal dengan cara yang tragis,°` alasannya, dengan pandangan yang segera dibuang ke jurusan lain, selanjutnya memaku ke tanah.Luka yang begitu bernanah. "Itu hanya kebetulan saja, hibur saga, memahami dalamnya duka itu.

"Kebetulan? Tidak cukupkah tiga nyawa menjadi bukti?" "Itu bukan bukti. Nyatanya, tidak adamanusia yang tidak memiliki jodoh. Itu janji Allah."

"Karena engkau tidak mengalami seperti yang kualami."*

Saya tepuk bahunya. "Karena saya bukan orang pilihan, Mas. Engkaulah yang dipilih Allah untuksanggup menghadapi cobaan semacam ini.°"

"Kaucoba membesarkan hatiku?"

"Saya tak perlu membesarkannya sebab sesungguhnya hatimu jauh lebih besar dari yang kauduga.Engkau orang istimewa, Mas, karena itu Allah mengujimu dengan yang begini berat."

"Tapi aku tak akan menikah, Wie, seberapa pun kuatnva engkau merayuku."

"Ini tidak merayu, Mas, karna menikah adalah separo dari agamamu."

Beberapa tahun setelah peristiwa tragis itu.

Saya tidak tahu dari jalan mana hidayah itu datang. Semua memang rahasia. Preman kampung yang sempat luntang lantung itu kini menjadi preman masjid kawakan. Aura religius begitu tertangkap diparasnya yang telah menua.

"Aku melarikan diri ke sini, Wie! Tuhan begitu menenteramkan. Maka, kendati takdirku hidupsendiri, aku merasa tidak kesepian sebab ada Dia yang selalu menemani. Saat sepi, adakah yanglebih indah dari rasa ditemani? Saat berduka, adakah yang lebih nyaman dari rasa berkawan?Sesungguhnya, Dia adalah kawan yang tak pernah pergi, sahabat yang tak pernah berkhianat."

Saya tersenyum, kecut, bahwa dirinya belum juga memiliki keberanian untuk menikah.

"Orang yang kucintai selalu meninggal sebelum menikah."

"Mereka memang bukan jodohmu, Mas, sebab Allahh tengah menyiapkan yang lebih baik, yanglebih pantas untuk orang setegar dirimu."

"Apa itu ada, Wie!"

"Tidak ada manusia yang diciptakan tidak memiliki jodoh, Mas."

"Tapi, bagaimana aku akan menikah, sedangkan aku selalu takut untuk jatuh cinta."

"Mengapa harus takut?"

"Itu pertanyaan konyol. Wie! Engkau tidak mengalami seperti yang aku alami."

"Kalau begitu adanya, mengapa tidak menikah saja dengan orang yang tidak kaucintai?"

"Kau ngaco!"

"Menikah tidak harus diawali dengan cinta, bukan?"

Rautnya telah begitu tua saat duduk di pelaminan. Namun, binar itu, siapa tidak percaya bahwa itubinar yang hanya dimiliki oleh anak muda? Seorang gadis muda duduk menyandingnya di sana.Usia dua mempelai itu terpaut begitu jauh.

Yat, tahun ini menginjak usia tiga puluh delapan tahun, sedangkan ia gadis belum lama beranjakdari angka dua puluh.

Keduanya dipertemukan oleh seorang ustaz, melewati masa taaruf singkat,tanpa.sebelumnya saling mengenal. Jodoh memang ajaib. Akhwat yang menyanding Yat ini adalahseorang aktivis dakwah kampus. Belum lagi selesai kuliahnya, tetapi ia mantap mendampingi hidupseorang Yat.

Apa yang akan saya sebutkan dari kebaikan wanita ini? Kaya, rupawan, salihah, mahirah. Memangsungguh, akhwat semacam inilah yang tepat untuk orang setegar dan sehanif Yat. Bukankah Yat takperlu khawatir wanita yang dicintainya akan 'meninggai dunia' sebelum menikah Ya. sebab Yatbaru belaiar 'mencintai' wanita itu setelah ia menikah.

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#------------------------------------------------.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa atuubu Ilaik ....

==== ** Sumber : FB Blog Nya Mas Rully
Sumber  :  KembangAnggrek2.blogspot.com



Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/

‎... QALBU ADALAH SINGGASANA ALLAH ...


‎... QALBU ADALAH SINGGASANA ALLAH ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...
Qalbu adalah Singgasana Allah
Pusat kendali diri setiap manusia
Landasan penampakkan Al Haq
Ranah hamparan kasih rahmatNya ...

Ia adalah cerminan hakikatNya
Mikroskop nilai keluhuranNya
Wadah penampung kalamNya
Jaring penangkap isyarat-isyaratNya ...

Ia dianalogikan dengan cahaya
Diurai dengan huruf-huruf Qur’ani
Ia laksana, minyak dan lampu
Dalam Misykat serta kaca menyala ...

Ia mudah terbalik dan pongah,
Qalbu yang ingat mulia, yang lalai nista,
Ia kadang bersinar, kadang gelap,
Ia menyinari jagad diri dan kehidupan, ...

Qalbu didatangi DutaNya untuk
Dipersiapkan menerima tugas ketuhanan
Qalbu suci bermoral malaikatNya
Qalbu kotor berkarakteri setan terlaknat ...

Qalbu adalah penanda setiap insan
Adakah ia manusia baik atau buruk
Ia merupakan pundit rahasia batin
Samudera pengetahuan setiap manusia
Ia kunci pembuka keagunganNya
Pintu pembentang rahasia-rahasiaNya ...

Itulah wajah hakiki qalbumu yang sesungguhnya
Simpanlah rahasia batinmu, kau akan melihat rahasiaNya ...

Kebahagiaan dunia bisa diraih dengan jejak kaki
Kebahagiaan hakiki akhirat hanya bisa ditempuh dengan qalbu ...

Penyingkapan Agung dan tirai Makrifat terbuka oleh “laku“ qalbu
Rapor kebaikan dan keburukan setiap insani berdasar “laku“ qalbu

Manusia yang membiarkan kalbunya penuh noda hati ..
Selamanya tidak akan merasakan penyingkapan rahasia AgungNya

Qalbu adalah perbendaharaan agung
Modal utama setiap manusia menujuNya
Insan yang tidak memuliakan kalbunya
Akan menuai keburukan abadi di sisiNya ...

Qalbu adalah landasan pacu hakikat
Nilai hakiki tidak akan landing di qalbu yang kotor
Qalbu yang tidak suci berlumur hijab
Qalbu yang terhijab tidak akan Makrifatullah ...

Qalbu adalah media Wushul da Qurb
Keintiman denganNya juga dengan “laku“ qalbu
Hakikat kebaikan bersendikan qalbu
Kebaikan yang tidak bernurani, adalah busuk ...

Ilham suciNya turun di qalbu suci
Qalbu buruk adalah landasan bisikan jahat setan
Muara “laku“ qalbu adalah ridhaNya
KerelaanNya hanya berdasarkan “laku“ qalbu jernih
KemurkaanNya akibat “ulah“ qalbu
Siksa pedih akhirat juga akibat “ulah“ busuk qalbu ...

Qalbu adalah sentra penentu nasib
Kebahagiaan dan kesengsaraan hakiki akibat qalbu
Qalbu yang taat beroleh ridhaNya
Qalbu yang kufur, akan menuai kemurkaanNya
Qalbu yang pongah dan tersesat
Adalah qalbu yang lupa mendzikir padaNya
Wajah kebaikan qalbu adalah lurus
Wajah kesesatan qalbu, tindak kemaksiatannya ....

Tajamkan mata Qalbu dan pikir
Akan tersingkap keagungan rahasia ayat-ayatNya
Qalbu adalah pengantin jasad dan ruh
Hanya Qalbu Sakinah yang sambung dengan DiriNya ...

Lihatlah kepada “laku“ baik qalbumu
Itulah rahasia batinmu, dan modal utamamu menujuNya
Pandanglah kebaikan-kebaikanNya
Akan ditampakkan untukmu segala makna hakiki ...

Karya : Syekh Abdul Karim Ibnu Ibrahim Al Jaili [1366M - 1430M]
Sumber  :  Kembanganggrek2.blogspot.com

Jumat, 30 Maret 2012

... BAU HARUM MASYITHAH ...


... BAU HARUM MASYITHAH ...
oleh Strawberry pada 28 Maret 2012 pukul 16:04 ·



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Masyithah pelayan putri Fir’aun. Ia ibu yang melahirkan putra-putra berlian. Wanita yang berani mempersembahkan jiwa-raga untuk agama Allah swt. Ia seorang bunda yang memiliki sifat kasih sayang dan kelembutan. Mencintai anak-anaknya dengan cinta fitrah ibu yang tulus. Masyithoh berjuang, bekerja, dan rela letih untuk membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat.

Bayangkan, anaknya yang terkecil direnggut dari belaian tangannya. Si sulung diambil paksa. Keduanya dilemparkan ke tengah tungku panas timah membara. Masyithah menyaksikan itu semua dengan mata kepalanya sendiri. Kalbu ibu mana yang tidak bergetar. Hati ibu mana yang tidak hancur bersama luruhnya jasad buah hatinya. Jiwa ibu mana yang tidak tersembelih dan membekaskan rasa sakit dengan luka menganga? Masyithah melihat sendiri si sulung dan si bungsu menjerit kesakitan terpanggang di tungku timah panas membara.

Itulah peristiwa dahsyat yang dihadapi Masyithah, sosok yang menakjubkan dalam cinta kepada Allah swt. Ia seorang ibu mukminah yang sangat sabar dan memiliki anak-anak yang shalih lagi baik hati. Cinta yang bersemayam dalam hati mereka adalah gejolak iman yang mampu melahirkan sebuah pengorbanan yang sempurna. Kehidupan dunia tidak mampu mengalihkan mereka dari cita-cita meraih keridhaan Sang Pencipta. Inilah hakikat yang sebenar-benarnya: Iman yang baik akan mampu mengalahkan tarikan dunia dengan segala isinya.

Tuhanku Allah ...

Tidak diragukan lagi, siapa yang pernah merasakan pahitnya kezhaliman meskipun sesaat, mencicipi sakitnya siksaan meskipun sebentar, pasti akan tahu mengapa Rasulullah saw bersabda, ”Kezhaliman akan membawa kegelapan di hari kiamat.” (Bukhari)

Masyithah telah merasakan beragam kezhaliman dan penyiksaan. Semua ketidaknyamanan itu dihadapinya dengan tegar sampai akhirnya ia bertemu dengan Tuhannya dengan ridha dan diridhai. Masyithah mengajarkan kepada kita tentang sempurna dalam berkorban dan total dalam berderma. Ia telah sukses mendidik anak-anaknya untuk mempersembahkan nyawa mereka untuk Allah swt.

Rasulullah saw. bercerita kepada kita, “Ketika menjalani Isra’ dan Mi’raj, aku mencium bau yang sangat harum.” “Wahai Jibril, bau harum apa ini?” tanya Rasulullah. Jibril menjawab, “Ini bau harum Masyithah –pelayan putri Fir’aun– dan anak-anaknya.” Saya bertanya, “Apa kelebihan Masyithah?”

Jibril menjawab, ”Suatu hari Masyithah menyisir rambut putri Fir’aun. Sisirnya jatuh dari tangannya. Ia berkata, ‘Bismillah.’ Putri Fir’aun kaget dan berkata kepadanya, ‘Dengan menyebut nama ayahku.’ Ia menolak. ‘Tidak. Akan tetapi Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah.’ Ia menyuruh putri itu untuk menceritakan peristiwa tersebut kepada ayahnya.

Putri itu pun menceritakan kepada Fir’aun. Maka Fir’aun memanggil Masyithah. Fir’aun bertanya, “Wahai Fulanah, apakah engkau punya Tuhan selain aku?” Ia menjawab, “Ya, Tuhan saya dan Tuhan kamu adalah Allah.” Fir’aun marah besar. Ia memerintahkan dibuatkan tungku besar yang diisi timah panas; agar Masyithah dan anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya. Masyithah tidak menyerah. Begitu juga anak-anaknya. Masyithoh meminta satu hal kepada Fir’aun, “Saya minta tulangku dan tulang anak-anakku dibungkus menyatu dengan kain kafan.” Fir’aun menuruti permintaannya.

Bismillah ...

Sungguh, Masyithah wanita terhormat lagi mulia. Ia hidup di istana raja. Ia dekat kekuasaan karena tugasnya merawat anak Fir’aun. Akan tetapi keimanan kepada Allah swt. telah membuncah di kalbunya. Kadang ia menyembunyikan keimanannya seperti yang dilakukan istri atau keluarga Fir’aun yang muslim lainnya.

Bedanya ketika iman telah memenuhi kalbu, maka lisan akan mengucapkan apa yang terpendam dalam kalbu tanpa beban, tanpa paksaan, dan tanpa rasa takut. Inilah yang dilakukan Masyithah. Ia mengatakan dengan dilandasi fitrah yang suci, ”Bismillah”, tanpa memikirkan resiko yang akan dialaminya. Ia telah mengungkapkan isi kalbunya yang telah disimpannya berhari-hari bahkan bertahun-tahun. Ia memproklamasikannya dengan bangga dan gembira. Bahkan, ketika putri Fir’aun memintanya untuk mengakui ketuhanan ayahnya, ia menolak tegas dengan mengatakan, ”Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah.”

Ia tidak takut siksaan. Ia tidak gentar dengan kekuatan Fir’aun yang terkenal bengis dan tidak berperikemanusiaan. Apa pun yang terjadi, ia hadapi dengan tegar.

Ujian Kalbu ...

Sungguh ujian berat menimpa wanita mulia ini beserta anak-anaknya. Fir’aun menghukum karena mereka beriman kepada Allah swt. dan rela dengan agama yang mereka anut. Tanpa belas kasih Fir’aun melempar anak-anak Masyithah satu demi satu ke tungku besar berisikan timah panas yang mendidih. Fir’aun melakukanya untuk menakut-nakuti Masyithah. Fir’aun berharap naluri keibuan Masyithah iba akan nasib anak-anaknya dan itu membuatnya lemah lalu mau kembali mengakui Fir’aun sebagai Tuhan. Akan tetapi Allah swt. memperlihatkan kepada Fir’aun bahwa yang menggenggam kalbu Masyithah adalah diri-Nya. Apakah Fir’aun mampu menguasai kalbu seseorang yang telah beriman? Mungkin ia bisa membunuh jasadnya, tapi mampukah membunuh ruhnya? Itu mustahil dilakukan Fir’aun.

Apa yang dihadapi Masyithah adalah ujian yang berat bagi kalbu orang yang beriman. Namun, dorongan keimanan yang kuat membuatnya bertahan dan keluar menjadi pemenang. Masyithah dan anak-anaknya membuktikan keimanannya kepada Allah dengan mewakafkan diri hancur disiksa dengan cara yang sangat tidak berperikemanusiaan oleh Fir’aun.

Pelajaran dari Kisah Masyithah ...

Masyithah telah wafat. Tapi, kisahnya belumlah berakhir. Sampai saat ini, kisahnya masih terngiang di telinga orang-orang yang rindu bertemu dengan Allah swt. Karena, Masyithah telah memberi cambuk yang senantiasa memotivasi kita untuk meraih kehidupan yang baik dan lebih baik lagi.

Ada sejumlah pelajaran yang bisa kita petik dari kisah Masyithah, di antaranya:

- Iman adalah senjata yang sangat ampuh. Karena, iman adalah kekuatan yang bersumber dari ma’iyatullah (kebersamaan dengan Allah swt dan lindungan-Nya). Allah swt berfirman, ”Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (An-Nahl:128)

- Sabar dalam menghadapi cobaan dan teguh dalam pendirian, itulah yang dibuktikan oleh Masyithoh dan anak-anaknya. Rasulullah saw bersabda, ”Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dibanding mukmin yang lemah, dan masing-masing dari keduanya mendapatkan kebaikan.” (Muslim)

- Selalu ada permusuhan abadi antara hak dan batil, antara kebaikan dan keburukan. Meskipun keburukan banyak dan beragam, namun pasti ujungnya akan lenyap. Karena yang asli adalah kebaikan.

- Allah swt. akan meneguhkan orang-orang yang beriman ketika mereka dalam kondisi membutuhkan keteguhan tersebut. Sebab, ujian itu sunnatullah. Pasti akan datang kepada setiap orang yang mengaku beriman.

- Muslim yang sejati tidak akan tunduk kecuali kepada Allah swt. Dan ia senantiasa melaksanakan kewajiban amar ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.

- Peran dan kontribusi kaum wanita muslimah tidaklah lebih kecil dibanding pria dalam mengibarkan panji kebenaran. Para wanita memiliki peran yang besar dalam dakwah ilallah sejak zaman dahulu. Syahidnya Masithah akibat siksaan Fir’aun adalah bukti puncak pengorbanan yang pernah dilakukan wanita dalam sejarah.

- Balasan amal yang didapat seseorang adalah sesuai dengan kadar amal perbuatan itu sendiri. Allah swt. telah menghancurkan Fir’aun dan menghinakannya namanya dalam catatan sejarah yang akan terus dikenang sepanjang kehidupan manusia sebagai manusia terjahat. Sedangkan Masyithah diabadikan namanya dengan harum, dan menjadikan dirinya dan anak-anaknya wangi semerbak di langit tujuh karena perbuatannya yang baik. Jibril mencerita hal ini kepada Rasulullah, dan Rasulullah menyampaikannya kepada kita untuk dijadikan teladan.

- Allah swt. tidak akan menyiksa seseorang karena dosa orang lain.

Sungguh, cerita seperti ini berulang dan akan terus berulang sepanjang waktu. Selalu akan ada orang zhalim dengan beragam bentuk kezhalimannya dan selalu ada orang yang akan menentang mereka meski tahu ada siksaan dan cobaan menyertai usaha baiknya itu. Kisah tetap satu: cobaan akan terjadi, tapi para pahlawan selalu memiliki kemiripan. Ending-nya tidak akan berubah, sebagaimana firman Allah swt. dalam surat Ar Rum: 47,

”Dan sesungguhnya kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang Rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa, dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.”

(Disadur dari Majalah Al-Mujtama’ Edisi Februari 2007)

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...

Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/Sumber  : KembangAnggrek2.blogspot.com

AKU BANGGA TERLAHIR SEBAGAI SEORANG WANITA ;


AKU BANGGA TERLAHIR SEBAGAI SEORANG WANITA ;
oleh Strawberry pada 28 Maret 2012 pukul 11:40 ·

Aku bangga terlahir sebagai seorang wanita.Begitu mulianya seorang wanita,sehingga Allah meletakkan surga di bawah telapak kaki seorang ibu. Begitu mulianya seorang wanita, sehingga Allah menyematkan wanita sholeha sebagai perhiasan dunia yang terindah. Begitu mulianya seorang wanita, sehingga Rasul mengatakan seorang wanita sholeha lebih baik daripada1000 lelaki yang sholeh.

Aku lalu bertanya,sesungguhnya apa yang membuatku bisa begitu mulia? Apakah ketika aku menjadi seorang wanita karir? Apakah ketika aku bisa merebut posisi laki-laki di ranah pekerjaan? Apakah ketika aku bisa menjadi pemimpin kaum lelaki? Apakah ketika aku bergelar sarjana,master dan doktor? Apakah ketika pesona tubuhku melenakan jutaaan pasang mata yang melihatnya? Apakah ketika aku merasa bisa berdiri sejajar dengan kaum lelaki di sektor publik?

Aku terlahir sebagai wanita yang kusadari memang ada yang berbeda. Aku memiliki kelembutan untuk menyayangimu. Aku memiliki kesabaran untuk menjadi sandaranmu. Aku memiliki ilmu untuk membantumu. Aku memiliki cinta untuk menjadikanmu nyaman dengan kehadiranku. Aku memiliki rasa hormat untuk membuatmu menjadi dihargai. Aku memiliki ketegasan untuk menjaga kehormatanku.

Wanita menjadi mulia saat ia bisa menjadi seorang istri yang bisa mendukung perjuangan suami, menjadi seorang ibu yang bisa mencetak generasi idaman umat, menjadi anggota masyarakat yang bisa berperan dalam lingkungannya, dan menjadi seorang hamba yang takut pada Rabbnya.

Wanita menjadi mulia saat tak silau oleh bujuk rayu dunia, tak luntur oleh terpaan badai ujian, tak goyah oleh kilauan permata, tak runtuh oleh ganasnya gelombang badai kehidupan, dan menjadi sosok yang tegar sekuat batu karang.

Wanita menjadi mulia bukan karena balutan busana seksinya. Ia menjadi mulia dengan hijabnya, hijab yang hanya akan dibuka pada orang yang layak untuknya. Karena Ia laksana mutiara di tengah lautan, yang tidak sembarangan orang bisa menyentuhnya, bukan laksana mawar di pinggir jalan yang setiap orang bisa memetiknya bahkan membuangnya sesuka hatinya.

Wanita tak akan menurun kemuliannya saat tidak dianggap berkulit putih, bertubuh langsing, berambut lurus, berwajah cantik, dan berbarang merk mahal dan terkenal. Tapi dia akan menunjukkan diri dengan akhlak mulianya, kelembutan hatinya, kesantunan lisannya, ketulusan senyumnya, keteduhan pandangannya, kecerdasan fikir dan emosinya, serta keteguhan sikapnya.

Wanita tak lebih menurun kemuliannya ketika Ia hanya menjadi ibu rumah tangga. Bahkan itu adalah profesi paling mulia bagi seorang wanita, ummu warobatul bait, yang dimata para feminis dan pejuang gender tak ada nilainya. Bukankah kemuliaan tertinggi hanya di mata Allah? Dan menjadi ibu dan pengatur rumah tangga adalah multiprofesi tanpa gaji tapi berpahala tinggi. Di tangan seorang istrilah dukungan utama perjuangan suami, sandaran rasa lelah suami, tempat terindah keluh kesah suami, dan hiburan paling mujarab bagi suami. Di tangan seorang ibu lah generasi dilahirkan, dipersiapkan, dididik dan diperhatikan. Dialah madrasah pertama dan utama, yang melahirkan calon-calon generasi andalan umat. Dialah manajer rumah tangga paling handal, direktur keuangan paling mumpuni dan partner paling hebat untuk keluarga, yang menjadikan rumahnya adalah baity jannati bagi siapa saja yang berada bersamanya.

Maka berbanggalah dengan peranmu wahai wanita,dan jadikanlah dirimu sebenar-benar perhiasan dunia.

Air mata adalah salah satu cara dia menunjukkan,kegembiraan,kerisauan,cinta,kesepian,penderitaan,dan kebanggaan,serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona lelaki,ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki oleh wanita.

Wanita dapat mengatasi beban lebih baik dari lelaki,dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri,dia mampu tersenyum ketika hatinya menjerit kesedihan,mampu menyanyi ketika menangis,menangis saat terharu,bahkan tertawa ketika ketakutan.

Wanita berkorban demi orang yang dicintainya,dia mampu berdiri melawan ketidak adilan,dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang,dia gembira dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia,dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran.

Wanita begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian,tapi dia mampu mengatasinya.

Allah Azza Wa Jalla menciptakan seorang wanita,ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa.Allah Azza Wa Jalla membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia,namun,harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.

Allah Azza Wa Jalla memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya.

Allah Azza Wa Jalla memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.

Allah Azza Wa Jalla memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan,bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.

Allah Azza Wa Jalla memberinya kekuatan untuk menyokong suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.

Allah Azza Wa Jalla memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya,tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu.

Allah Azza Wa Jalla memberinya air mata untuk dititiskan.Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan.

Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya,sosok yang ia tampilkan atau bagaimana ia menyisir rambutnya.Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya,kerana itulah pintu hatinya,tempat dimana cinta itu ada

Cintanya tanpa syarat....hanya satu yang kurang dari wanita,dia selalu lupa betapa berharganya dia....

Lembut mu tak bererti kau mudah dijual beli

Kau mampu menyaingi lelaki dalam berbakti

Lembut bukan hiasan bukan jua kebanggaan

Tapi kau sayap kiri pada suami yang sejati

Disebalik bersih wajah mu disebalik tabir diri mu

Ada rahsia agung tersembunyi dalam diri

Itulah sekeping hati yang takut pada ilahi

Berpegang pada janji mengabdikan diri

Malu mu mahkota yang tidak perlukan singgahsana

Tapi ia berkuasa menjaga diri dan nama

Tiada siapa yang akan boleh merampasnya

Melainkan kau sendiri yang pergi menyerah diri

Ketegasan mu umpama benteng negara dan agama

Dari dirobohkan dan jua dari dibinasakannya

Wahai puteriku sayang kau bunga terpelihara

Mahligai syurga itulah tempatnya..

Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/
Sumber  :  KembangAnggrek2.blogspot.com

Kisah Nyata Gadis berumur 10 tahun


Kisah Nyata Gadis berumur 10 tahun
oleh Strawberry pada 30 Maret 2012 pukul 19:33 ·

Gadis Baraah kisah gadis kecil asal mesir berumur 10 tahun bernama Baraah, orangtuanya dokter dan pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Pada usia ini, Baraah menghafal seluruh Al Qur’an dengan tajweed, dia sangat cerdas dan gurunya mengatakan bahwa dia sudah maju untuk anak seusianya.

Keluarganya sederhana dan berkomitmen untuk Islam dan ajaran-ajarannya … . hingga suatu hari ibunya mulai merasa sakit perut yang parah dan setelah beberapa kali diperiksakan diketahuilah ibu baraah menderita kanker, dan kanker ini sudah dalam keadaan stadium akhir/kronis.

Ibu baraah berfikir untuk memberitahu putrinya, terutama jika ia terbangun suatu hari dan tidak menemukan ibunya di sampingnya … dan inilah ucapan ibu baraah kepadanya “Baraah aku akan pergi ke surga , tapi aku ingin kamu selalu membaca Al-Quran dan menghafalkannya setiap hari karena Ia akan menjadi pelindungmu kelak…

“ Gadis kecil itu tidak terlalu mengerti apa yang ibunya katakan , Tapi dia mulai merasakan perubahan keadaan ibunya, terutama ketika ia mulai dipindahkan ke rumah sakit untuk waktu yang lama. Gadis kecil ini menggunakan waktu sepulang sekolahnya untuk menjenguk ibunya ke rumah sakit dan membaca Quran untuk ibunya sampai malam sampai ayahnya datang dan membawanya pulang.

Suatu hari pihak rumah sakit memberitahu ayah baraah bahwa kondisi istrinya itu sangat buruk dan ia perlu datang secepatnya, melalui telfon, sehingga ayah baraah menjemput Baraah dari sekolah dan menuju ke rumah sakit. Ketika mereka tiba di depan rumah sakit ayahnya memintanya untuk tinggal di mobil … sehingga ia tidak akan shock jika ibunya meninggal dunia.

Ayah keluar dari mobilnya, dengan penuh air mata di matanya, ia menyeberang jalan untuk masuk rumah sakit, tapi tiba-tiba datang sebuah mobil melaju kencang dan menabrak ayah baraah dan ia meninggal seketika di depan putrinya itu…tak terbayangkan ..tangis gadis kecil ini pada saat itu…!

Tragedi Baraah belum selesai sampai di sini… berita kematian ayahnya yang disembunyikan dari ibu baraah yang masih opname di rumah sakit, namun setelah lima hari semenjak kematian suaminya akhirnya ibu baraah meninggal dunia juga. Dan kini gadis kecil ini sendirian tanpa kedua orangtuanya , dan dengan bantuan teman-teman ayahnya untuk mencarikan keluarga di Mesir, sehingga keluarganya bisa merawatnya.

Tak berapa lama tinggal di mesir gadis kecil Baraah mulai mengalami nyeri seperti yang pernah dialami ibunya, dan oleh keluarganya ia lalu di periksakan , setelah beberapa kali tes di dapati baraah juga mengidap kanker … tapi sungguh mengejutkan kala ia di beritahu kalau ia menderita kanker….inilah perkataan baraah kala itu: “Alhamdulillah, saya akan bertemu dengan kedua orang tua saya.

” Semua teman-teman dan keluarga terkejut. Gadis kecil ini sedang menghadapi musibah yang bertubi-tubi dan dia tetap sabar dan ikhlas dengan apa yang ditetapkan Allah untuknya!…..

Hari-hari terlewati dan kanker mulai menyebar di seluruh tubuhnya, para dokter memutuskan untuk mengamputasi kakinya, dan ia tetap bersabar dengan apa yang ditetapkan Allah baginya … tapi beberapa hari setelah operasi amputasi kakinya sekarang kankernya menyebar ke otak, lalu dokter memutuskan untuk melakukan operasi otak … dan sekarang baraah berada di sebuah rumah sakit di Inggris menjalani perawatan Diharapkan sumbangan do’a untuk baraah.Semoga Allah menyembuhkan nya,,

Sumber: 2lisan.com

Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/ 
Sumber  :  KembangAnggrek2.blogspot.com

... INILAH CINTA SEJATI (TRUE LOVE) YANG SESUNGGUHNYA ...

... INILAH CINTA SEJATI (TRUE LOVE) YANG SESUNGGUHNYA ...
oleh Strawberry pada 30 Maret 2012 pukul 20:38 ·


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Seorang bijak berkata kepadaku, “Anakku, mari kita bicara tentang cinta. Cinta apa yang kau miliki?” Merasa diri ini memang belum paham apa makna cinta yang sebenarnya, maka aku dengarkan baik-baik setiap hikmah yang menyemburat seperti cahaya.

Anakku, kamu harus membuka hatimu lebar-lebar agar bisa menangkap esensi cinta yang akan aku sampaikan. Simpan pertanyaanmu nanti, karena setiap pertanyaan itu terlahir dari akal. Seperti langit, akal melayang tinggi di atas bumi tempatmu berpijak. Dan kau pun akan jauh dari hati pijakanmu, satu-satunya titik yang mampu menangkap esensi cinta.

Bahan Renungan tuk kita Renungkan Bersama......


Bismillahirr Rahmanirr Rahim …

" Dan Allah telah membuat sebuah perumpamaan ( dengan ) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat.., namun penduduknya telah mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan dari apa yang mereka perbuat…." ( Al-Qur'an 16 : 113 )

Duhai Allah inikah maksud dari perumpamaan yg disebut dalam kalam Mu. itu.?,
apakah negeri yg tersebut itu adalah Indonesia ku..?,
benarkah….????,.

Walillaahi mulkus samaawaati wal ardi wallahu 'alaa kulli syai'in qadiyrun...kepunyaan Allah lah kerajaan langit dan bumi dan Allah maha kuasa atas segala sesuatu.. semua ini adalah milikmu wahai Allah…, kepunyaanmu .., hak-hakmu…,yang setiap saat bebas kau rengut kembali…, begitupun dengan derita Bangsa ini, semuanya adalah skenario Mu yg Maha Adil. Sehingga ada harap pada cahaya cintamu, sebuah kesadaran dan ratapan ampunan pada tiap piala hati ini, untuk kembali pada fitrah, melabuh dan menyauh pada dermaga Kasih Mu, yang abadi, tenang dan menyenangkan.

Wahai Allah..,
Dalam derai pilu yang memilukan ini..
Izinkan kami..,untuk mengetuk pintu RahmanMu…
Agar tak tertutup…
Izinkan kami pada sisa bongkah hari yg kian menyusut..
Untuk mengais dibawah Arasy-Mu agar Ar Rahiim Mu membelai lembut ..
Menyibakkan segala noda dosa…,men-cermelang-kan rona hati yg kian kelam..

Wahai Allah Sang Kekasih abadi…
Dalam rinai do'a yg tersembahkan…
Sadarkanlah akan bangsa ini untuk melihat sebuah kesilaf-an…
Sehingga kami mampu untuk mengusung tiang kebenaran
bahwa yg hak harus ter-tegak-an…dan bathil ter-lenyap-kan..

Bimbinglah kami wahai Cinta..
Agar ada kerinduan saat berjumpa dengan Mu..
Agar ada cinta mem-Bunga pada hamparan taman cinta Mu..
Sehingga tiada tirai lagi yg membatas…antara diri ini dan Diri Mu.
Aamiin

(Sumber: diambil dari sebagaian catatan Derita Bangsa)
Sumber  :  KembangAnggrek2.blogspot.com

Kamis, 29 Maret 2012

... SUSAHNYA JADI MUSLIMAH ...


... SUSAHNYA JADI MUSLIMAH ...
oleh Strawberry pada 29 Maret 2012 pukul 21:23 ·

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Kaum feminis bilang, SUSAH JADI MUSLIMAH .…

Liat aja peraturannya ...

- Aurat wanita lebih banyak daripada laki-laki

- Wanita perlu meminta izin dari suami bila hendak keluar, tapi tidak sebaliknya.

- Wanita menerima warisan hanya setengah dari bagian laki-laki

- Wanita wajib taat pada suami, tapi tidak sebaliknya

- Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak

- Talak terletak di tangan suami dan bukan istri

- Wanita kurang dalam beribadah karena adanya masalah haid dan nifas yang tidak ada pada lelaki

Tapi, pernahkah kita melihat kenyataan sebaliknya .…

- Benda yang mahal harganya akan dijaga serta disimpan di tempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan terserak bukan?

Itulah bandingannya dengan seorang wanita



- Wanita perlu taat pada suami. Tapi tahukah? Lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya

- Wanita menerima warisan lebih sedikit dari laki-laki. Tapi tahukah? Harta tersebut menjadi milik pribadi wanita dan tidak perlu diserahkan pada suaminya sementara laki-laki apabila menerima warisan, ia perlu bahkan wajib menggunakan hartanya untuk anak istrinya.

- Wanita memang harus menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak. Tapi tahukah? Bahwa saat mengandung hingga melahirkan maka setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk Allah di muka bumi, dan tahukah? Jika ia meninggal karena melahirkan maka ia syahid dan surga menantinya.

- Tahukah? Di akhirat kelak seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap empat wanita, yaitu: istrinya, ibunya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung terhadapnya ditanggung oleh empat orang lelaki, yaitu: suaminya, ayahnya, anak laki-lakinya dan saudara laki-lakinya.

- Seorang lelaki wajib berjihad fi sabilillah, sementara bagi wanita jika taat pada suaminya, serta menunaikan tanggung jawabnya kepada Allah maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjidah fi sabillillah tanpa perlu mengangkat senjata

- Seorang wanita boleh memasuki surga melalui pintu surga mana saja yang disukainya cukup dengan empat syarat, yakni: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat pada suami dan menjaga kehormatannya.

Wahai saudariku sesama muslimah, tidakkah beberapa hal di atas menjadikanmu bersyukur telah dilahirkan sebagai seorang muslimah. Jika kaum feminis punya puluhan alasan untuk menuduh Islam sebagai agama pengekang kebebasan wanita, maka Islam punya ratusan bahkan ribuan pembelaan bahwa ajaran Islam adalah Rahmatan lil ‘alamin. Tak satu makhluk pun yang terzhalimi dengan adanya syariat-Nya karena Allah lebih tahu apa yang tidak kita ketahui.

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...

Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/
Sumber  :  KembangAnggrek2.blogspot.com

Subhanallah Dua Malaikat Menjaga Muslimah Inggris dari Pembunuhan


Subhanallah Dua Malaikat Menjaga Muslimah Inggris dari Pembunuhan

Seorang muslimah di Inggris, belajar Al Qur’an kepada seorang temannya bernama Azimah. Tidak terasa waktu sudah sangat malam, maka muslimah tsb pulang naik kereta api. Saat... itu cukup banyak kasus pembunuhan di stasiun.

Kondisi stasiun hanya dia dan seorang laki2 yg tegap dan cukup seram. Dengan perasaan takut muslimah ini terus membaca Al Quran dan mengulang2 hapalan Al Qurannya sambil berjalan di belakang laki2 tadi hingga masuk kereta. Alhamdulillah muslimah ini selamat hingga di rumah.

Hari berikutnya terdapat berita pembunuhan seorang wanita di stasiun dg terjadi hanya 15 menit setelah muslimah tersebut naik kereta dan pelakunya sudah ditangkap. Muslimah ini kemudian menuju ke kantor polisi utk menceritakan bahwa dia 15 menit sebelumnya di lokasi yg sama. Karena penasaran dia ingin bertemu dg pembunuh tersebut. Dan betapa terkejutnya ternyata pembunuh tsb adalah laki2 yg ditemuinya di stasiun.

Dengan sedikit keberanian dia bertanya kepada laki2 tsb, mengapa yg dibunuh adalah wanita lain dan bukan dia. Laki2 pembunuh tersebut berkata, “ Bagaimana saya akan membunuh Anda, sedangkan di belakang Anda ada 2 orang laki-laki ?”

Subhanallah, Allah menurunkan 2 malaikat utk menjaga muslimah ini karena dia terus membaca Al Qur’an.

Diringkas dari majalah Tarbawi Edisi Jumadil Awwal 1432/Maret 2012

Yuk kita rutinkan membaca Al Quran, Ulama menasehatkan kita utk menbaca Al Qu'an 1 juz perhari, krn kalau tidak mk akan termasuk "AL HAJIR" (orng yg tdk peduli kepada Al Quran) dan ini menjadi sebab pengaduan Rasulullah pd hari kiamat sbgman dalam disebutkan : "Ya Tuhanku sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yg tdk diacuhkan (QS Al Furqon : 30)

Sumber : KembangAnggrek2.blogspot.com

Akhirnya Cintaku Berlabuh karena Alloh


Akhirnya Cintaku Berlabuh karena Alloh
oleh Strawberry pada 28 Maret 2012 pukul 5:11 ·

Assalamu'alaikum...

Awalnya, aku bertemu dengannya di sebuah acara yang diselenggarakan di rumahku sendiri. Gadis itu sangat berbeda dengan cewek-cewek lain yang sibuk berbicara dengan laki-laki dan berpasang-pasangan. Sedangkan dia dengan pakaian muslimah rapi yang dikenakannya membantu mamaku menyiapkan hidangan dan segala kebutuhan dalam acara tersebut. Sesekali gadis itu bermain di taman bersama anak-anak kecil yang lucu, kulihat betapa lembutnya dia dengan senyuman manis kepada anak-anak. Dari sikapnya itu aku tertarik untuk mengenalnya. Akhirnya dengan pede-nya keberanikan diri untuk mendekatinya dan hendak berkenalan dengannya. Namun, kenyataannya dia menolak bersalaman dengannku, dan cuma mengatakan, “Maaf…” dan berlalu begitu saja meninggalkanku.

Betapa malunya aku terhadap teman-teman yang berada di sekitarku.“Ini cewek kok jual mahal banget !” Padahal begitu banyak cewek yang justru berlomba-lomba mau jadi pacarku. Dia, mau kenalan saja tidak mau !” ujarku. Dari kejadian itu aku menjadi penasaran dengan gadis tersebut. Lalu aku mencari tahu tentangnya. Ternyata dia adalah anak tunggal sahabat rekan bisnis papa. Setiap ada acara pertemuan di rumah gadis itu, aku selalu ikut bersama papa.

Gadis itu bernama Nina, kuliah di Fakultas Kedokteran dan dia anak yang tidak suka berpesta, berfoya-foya, dan keluyuran seperti cewek kebanyakan di kalangan kami. Aku pun jarang melihatnya jika aku pergi ke rumahnya; dengan berbagai alasan yang kudengar dari pembantunya: sakitlah, lagi mengerjakan tugas, atau kecapaian. Pokoknya, dia tidak pernah mau keluar.

Hingga suatu hari aku dan papa sedang bertamu ke rumahnya. Pada saat itu, Nina baru saja pulang dengan busana muslimahnya yang rapi, terlihat turun dari mobil. Namun belum jauh melangkah dia pun terjatuh pingsan dan mukanya terlihat sangat pucat. Kami yang berada di ruang tamu bergegas keluar dan papanya pun menggendong ke kamar serta meminta tolong kami untuk menghubungi dokter. Dari hasil pemeriksaan dokter, Nina harus dirawat di rumah sakit.

Keesokan harinya, aku datang ke rumah sakit bermaksud untuk menjenguknya. Betapa kagetnya aku ketika kutahu Nina terkena leukimia (kanker darah). Aku bertanya, “Kenapa gadis selembut dan sesopan dia harus mengalami hal itu ?”. Perasaan kesalku padanya kini berubah menjadi kasihan dan khawatir. Setiap usai kuliah, kusempatkan untuk datang menjenguknya. Aku mendapatinya sering menangis sendirian. Entah itu karena tidak ada yang menjaganya atau karena penyakit yang diderita.

Beberapa hari di rumah sakit, Nina memintaku keluar setiap kali aku masuk. Aku pun mendatanginya di rumah, tapi dia tidak pernah mau keluar menemuiku dan hanya mengurung diri di dalam kamar. Aku tidak menyerah begitu saja, kucoba menelpon Nina dan berharap dia mau bicara denganku. Namun, dia tetap tidak mau mengangkat telpon dariku, lalu kukirimkan SMS padanya agar dia mau menjadi pacarku, tetapi tidak ada balasan malah HP-nya dinonaktifkan semalaman.

Keesokan harinya aku nekat datang ke rumahnya untuk meminta maaf atas kelancanganku. Ternyata ia akan berangkat ke Makasar, ke kampung orang tuanya. Karena orang tuanya tak dapat mengantarnya, aku pun menawarkan diri untuk mengantarnya, tapi Nina lebih memilih naik taksi dengan alasan tidak mau merepotkan orang lain. Sebelum naik ke mobil, dia menitipkan kertas untukku kepada mamanya.

Alangkah hancur hatiku ketika membaca sebait kalimat yang berbunyi, “Maaf saat ini aku hanya ingin berkonsentrasi kuliah.” Hatiku remuk dan aku pulang dengan perasaan kesal sekali. Ini pertama kalinya aku ingin pacaran, tapi ditolak. Sebenarnya, aku tidak begitu suka dengan hubungan seperti pacaran itu karena begitu banyak dampak negatifnya, sampai ada yang rela bunuh diri karena ditinggalkan kekasihnya –na’udzubillahi min dzalik.

Namun entah mengapa ketika aku melihat Nina hatiku pun tergoda untuk menjalin hubungan itu. Sejak perpisahan itu, aku tidak pernah lagi bertemu dengannya sampai gelar sarjana aku raih. Lalu aku pun bekerja di perusahaan milik keluargaku sebagai satu-satunya ahli waris. Melihat ketekunanku dalam bekerja, papa Nina ,menyukaiku hingga hubungan kami menjadi akrab dan kuutarakanlah maksudku bahwa aku menyukai Nina, anaknya, dan ternyata papa Nina setuju untuk menjadikanku sebagai menantunya.

24 Oktober 2006, bertepatan dengan hari raya Idul Fitri, aku dan orang tuaku bersilaturahmi ke rumah keluarga Nina dengan maksud untuk membicarakan perjodohan antara aku dan Nina. Tapi pada saat itu Nina baru dirawat di rumah sakit sejak bulan Ramadhan. Saat kutemui, Nina terlihat sangat pucat, lemah, dan senyumannya seakan menghilang dari bibirnya. Hari itu orang tua kami resmi menjodohkan kami. Bahkan aku diminta untuk menjaganya karena orang tuanya akan berangkat ke luar negeri. Tetapi Nina tidak pernah mau meladeniku.

Suatu hari aku mendapati Nina terlihat kesakitan, terlihat darah keluar dari hidung dan mulutnya. Aku bermaksud untuk membantu mengusap darah dan keringat yang ada di wajahnya, tetapi secara spontan dia menamparku pada saat aku menyentuh wajahnya. Betapa kaget diriku dibuatnya, aku tidak menyangka sama sekali Nina akan manamparku. Sungguh betapa istiqomahnya dia dalam menjaga kehormatan untuk tidak disentuh laki-laki yang bukan muhrimnya. Saat itu aku belum mengetahui tentang masalah ini dalam agama.

Kejadian tersebut secara tak sengaja terlihat mama Nina maka Nina pun dimarahi habis-habisan hingga sebuah tamparan mendarat di pipinya. Kulihat Nina segera melepas infusnya dan berlari menuju kamar mandi. Nina pun mengurung diri di kamar mandi tersebut. Dengan terpaksa kami mendobrak pintu kamar mandi dan kami dapati Nina tergeletak di lantai tak sadarkan diri karena terlalu banyak darah yang keluar.

Setelah sadar, aku berusaha bicara dan meminta maaf kepadanya atas kejadian tadi, namun Nina terus-terusan menangis. Aku pun bertambah bingung apa yang mesti aku lakukan untuk menenangkannya. Tanpa pikir panjang aku memeluknya, tapi Nina malah mendorongku dengan keras dan berlari keluar dari kamar menuju taman. Ketika kudekati Nina berteriak hingga menjadikan orang-orang memukulku karena menyangka aku mengganggu Nina. Karena itulah, Nina semalaman tidur di taman dan aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Setelah waktu subuh menjelang kulihat Nina beranjak untuk melaksanakan shalat shubuh di masjid, aku pun turut shalat. Namun setelah shalat, tiba-tiba Nina menghilang entah kemana.

Aku mencarinya berkeliling rumah sakit tersebut. Dan lama berselang kulihat banyak kerumunan orang dan ternyata Nina sudah tak sadarkan diri tergeletak dengan HP berada di sampingnya, sepertinya dia bosan telah berbicara dengan seseorang. Keadaan Nina saat itu sangat kritis sehingga pernafasannya harus dibantu dengan oksigen. Kata dokter, paru-paru Nina basah yang mungkin diakibatkan semalaman tidur di taman.

Nina tak kunjung juga sadar. Dengan perasaan khawatir dan bingung aku berdoa dengan menatap wajahnya yang pucat pasi…

Tiba-tiba ada sebuah SMS yang masuk ke HP Nina, tanpa sadar aku pun membaca dan membalas SMS tersebut. Aku juga membuka beberapa SMS yang masuk ke HP-nya dan aku sangat terharu dengan isinya, tenyata banyak sekali orang yang menyayanginya. Di antaranya adalah orang yang bernama Ukhti. Dulu sebelum aku mengetahui Ukhti adalah panggilan untuk saudari perempuan, aku sempat cemburu dibuatnya. Aku mengira Ukhti itu adalah pacar Nina yang menjadi alasan dia menolakku. Setelah Nina tersadar dari pingsannya, aku menunjukkan SMS yang dikirimkan saudari-saudarinya dan dia sangat marah ketika tahu aku sudah membaca dan membalas SMS dari saudari-saudarinya. Dia pun akhirnya melarangku untuk memegang HP-nya apalagi mengangkat atau menghubungi saudari-saudarinya.

Namun, tetap saja aku sering ber-SMS-an dengan saudari-saudarinya untuk mengetahui kenapa sikap Nina begini dan begitu. Dari sinilah aku mendapat sebuah jawaban bahwa Nina tidak mau bersentuhan apalagi berduaan denganku karena aku bukan mahramnya dan Nina menolak untuk berpacaran serta bertunangan denganku karena di dalam Islam tidak ada hal-hal seperti itu dan hal itu merupakan kebiasaan orang-orang non Muslim.

Aku tahu juga Nina mencari seorang ikhwan yang mencintai karena Alloh bukan atss dasar hawa nafsu. Akhirnya aku tahu kan sikap Nina selama ini semata-mata dia hanya ingin menjalankan syariat Islam secara benar. Hari berlalu dan aku terus belajar sedikit demi sedikit tentang Islam dari Nina dan saudari-saudarinya, terutama dalam melaksanakan shalat lima waktu tepat pada waktunya. Saat itu aku merasakan ketenangan dan ketentraman selama menjalankannya dan menimbulkan perasaan rindu kepada Alloh untuk senantiasa beribadah kepada-Nya.

Niatku pun muncul untuk segera menikahi Nina agar tidak terjadi fitnah, namun kondisi Nina semakin memburuk. Dia selalu mengigau memanggil saudari-saudarinya yang dicintainya karena Alloh…..

Melihat hal itu, aku membawanya ke kota Makassar, kampung mama kandung Nina untuk mempertemukannya dengan saudari-saudarinya, Qadarulloh (atas kehendak Alloh), aku tidak berhasil mempertemukan mereka. Yang ada kondisi Nina semakin parah dan penyakitku juga tiba-tiba kambuh sehingga aku pun haus dirawat di rumah sakit. Orang tua Nina datang dan membawanya kembali ke kota Makassar tanpa sepengetahuanku karena pada saat itu aku juga diopname.

Di kota Makassar, Nina diawasi dengan ketat oleh papanya, karena papa Nina kurang suka dengan akhwat, apalagi yang bercadar. Rumah sakit dan rumah yang ditempati Nina dirahasiakan. Dan Nina pun tak tahu di manakah ia berada. Karena kondisinya masih lemah, diapun tak bisa berbuat apa-apa, bahkan ia kadang dibius, apalagi ketika akan dipindahkan dari satu tempat ke tempat yag satunya agar tidak tahu di mana keberadaaannya, karena papanya tidak ingin ada akhwat yang menjenguk Nina. Sampai HPnya pun diambil dari Nina.

Namun, karena Nina masih mempunyai HP yang ia sembunyian dari papanya, sehingga beberapa kali Nina berusaha kabur untuk menemui saudari-saudarinya, akhirnya Nina dikurung di dalam kamar. Mendengar hal itu, aku langsung menyusul Nina ke Makassar dan aku sempat bicara dengannya dari balik pintu. Nina menyuruhku untuk menemui seorang ustadz di sebuah masjid di kota itu. Dari pertemuanku dengan ustadz tersebut aku pun diajak ta’lim beberapa hari dan aku menginap di sana.

Papa Nina menyangka Nina telah mengusirku sehingga ia pun dimarahi. Setibanya di rumah, aku jelaskan duduk perkaranya kepada papa Nina, bahwa ia tidak bersalah dan aku mengatakan agar pernikahan kami dipercepat.

Hari Kamis, 24 November 2006. Kami melangsungkan pernikahan dengan sangat sederhana. Acara tersebut Cuma dihadiri oleh orangtua kami beserta dua orang rekanan papa. Setelah akad nikah aku langsung mengantar ustadz sekalian shalat dhuhur.

Betapa senangnya hatiku, akkhirnya aku bisa merasakan cinta yang tulus karena Alloh. Semoga kami bisa membentuk keluarga sakinah mawaddah, wa rahmah dan senantiasa dalam ketaatan kepada Alloh…..Itulah doaku saat itu.

Sepulang dari mengantar ustadz, perasaan bahagia itu seakan buyar mendapati Nina yang baru saja menjadi istriku tergeletak di lantai, dari hidung dan mulutnya kembali berlumuran darah. Dan tangannya terlihat ada goresan. Kami langsung membawanya ke rumah sakit, diperjalanan, kondisi Nina terlihat sangat lemah. Terdengar suaranya memanggilku dan berkata agar aku harus tetap di jalan yang diridhai-Nya sambil memegang erat tanganku dengan tulus, air mataku tak tertahankan melihat keadaan Nina yang terus berdzikir sambil menangis…..Dia juga selalu menanyakan saudari-saudarinya dimana ?

Setibanya di rumah sakit, aku bertanya-tanya kenapa tangan Nina tergores. Aku pun menulis SMS kepada saudari-saudari Nina. Ternyata, tangan Nina tergores ketika hendak menemui saudari-saudainya dengan keluar dari kamar. Karena pintu kamar terkunci, Nina ingin keluar melalui jendela sehingga menyebabkan tangannya tergores. Nina tak kunjung sadar hingga larut malam, aku pun tertidur dan tidak menyadari kalau Nina bangkit dari tempat tidurnya. Dia ingin sekali menemui saudari-saudarinya dan dia tidak menyadari kalau hari telah larut malam. Dia Cuma berkata, “Pengin ketemu saudariku karena sudah tak ada waktu lagi.” Berhubung Nina masih lemah, dia pun jatuh pingsan setelah bebrapa saat melangkah.

Aku benar-benar kaget dan bingung mau memanggil dokter tapi tidak ada yang menemani Nina. Akhirnya, aku menghubungi salah seorang saudarinya untuk menemani. Setelah aku dan dokter tiba, Nina sudah tidak bernafas dan bergerak lagi. Pertahananku runtuh dan hancurlah harapanku melihat Nina tidak lagi berdaya…. Dokter menyuruhku keluar. Pada saat itu kukira Nina telah tiada, makanya aku segera menulis SMS kepada saudari Nina untuk memberitahu bahwa Nina telah tiada. Namun begitu dokter keluar, masya Alloh !

Denyut jantung Nina kembali beredetak dan ia dinyatakan koma. Aku hendak memberi kabar kepada saudari Nina tapi baterai HP-ku habis dan tiba-tiba penyakitku pun kambuh lagi sehingga aku harus diinfus juga…..

Jam 11.30, perasaanku mengatakan Nina memangilku, maka aku segera bangkit dari tempat tidur dan melepas infus dari tanganku menuju kamar Nina. Kutatap wajah Nina bersamaan dengan kumandang adzan shalat Jum’at. Sembari menjawab adzan, aku terus menatap wajah Nina berharap dia akan membuka matanya.

Begitu lafadz laa ilaaha illallah, suara mesin pendeteksi jantung berbunyi, menandakan bahwa Nina telah tiada. Aku berteriak memanggil dokter, tapi qadarulloh istriku sayang telah pergi untuk selama-lamanya dari dunia ini. Nina langsung dimandikan dan dishalatkan selepas shalat Jum’at, lalu diterbangkan ke rumah papanya di Malaysia. Untuk terakhir kalinya kubuka kain putih yang menutupi wajah Nina. Wajahnya terlihat berseri…..

Aku harus merelakan semua ini, aku harus kuat dan menerima takdir-Nya. Teringat kata-kata Nina, “Berdoalah jika memang Alloh memangilku lebih awal dengan doa, “Ya Alloh, berilah kesabaran dan pahala dari musibah yang menimpaku dan berilah ganti yang lebih baik.”

Setelah pemakaman, aku langsung balik ke Jakarta karena kondisiku yang kurang stabil…Astaghfirullah !!! aku lupa memberitahu saudari-saudari Nina. Mungkin karena aku terlalu larut dalam kesedihan, hingga secara spontanitas aku menghubungi mereka dan menyampaikan bahwa Nina benar-benar talah tiada. Aku tahu pasti, mereka pasti sedih dengan kepergian saudari mereka yang mereka cintai karena Alloh. Dari ketiga saudari Nina, ada seorang yang tidak percaya dan sepertinya dia sangat membenciku. Entah, mengapa sikapnya seperti itu ?

Sekiranya mereka tahu, bahwa sebelum kepergiannya, Nina selalu memanggil nama mereka, tentulah mereka semakin sedih. Dalam HP Nina terlihat banyak SMS yang menunjukkan betapa indahnya ukhuwah dengan saudari-saudarinya. Semoga saudari-saudari Nina memaafkan kesalahannya dan kesalahan diriku pribadi.

“Salam sayang dari Nina tu kakak Rini, Sakinah, dan Aisyah serta akhwat di Makassar. Teruslah berjuang menegakkan dakwah ilallah. Syukran atas perhatian kalian….”

•♥•-•♥•-•♥•-•♥•-•♥•-•♥•-•♥•-•♥•-•♥•-•♥•-•♥•-•♥•

Tak beberapa lama setelah kisah ini dimuat di Media Muslim Muda Elfata, redaksi Elfata menerima SMS dari seorang ukhti, saudari Nina. Isi SMS tersebut adalah, “Afwan , mungkin perlu Elfata sampaikan kepada pembaca mengenai kisah ‘Akhirnya Cintaku Berlabuh karena Alloh’ di mana Kak Nina telah meninggal dan kini Kak Adhit pun telah tiada. Kurang lebih 2 pekan (Kak Adhit –red) dirawat di rumah sakit karena penyakit pada paru-parunya. Sebelum sempat dioperasi, maut telah menjemputnya. Ana menyampaikan hal ini karena masih banyak yang mengirim salam, memberi dukungan ke Kak Adhit yang kubaca di Elfata dan beberapa orang yang kutemui di jalan juga selalu bertanya, Kak Adhit bagaimana ? Ana salah satu ukhti dalam cerita tersebut…Syukran.”

PERCIK RENUNGAN

Subhanalloh ! Kisah Adhit dan Nina di atas dapat kita jadikan sebuah cermin untuk berkaca. Renungkanlah keteguhan Nina untuk tak meladeni tawaran cinta asmara yang tak terselimuti indahnya syariat. Padahal Nina adalah seorang yang sedang membutuhkan dukungan, pertolongan, dan sandaran bahu tempat menangis. Nina berprinsip, meski dalam situasi sesulit apapun, kemurnian syariat tetap harus dijaga dan diamalkan.

Gelombang kesulitan tak harus menjadikan kita surut dalam berkonsisten dengan syariat ini. Bahkan bisa jadi kesulitan demi kesulitan yang kita alami menjadi parameter seberapa jauh kita telah mengamalkan ajaran agama ini. Di lain sisi, ketidaktahuan seseorang akan syariat ini seringkali menjadikan pelakunya bertindak tanpa adanya rambu-rambu yang telah dicanangkan agama.

Namun, bisa jadi ketidaktahuan akan syariat ini menjadi titik awal seseorang merasakan indahnya agama dan manisnya iman sebagaimana yang terjadi pada Adhit, ikhwan yang menceritakan kisahnya ini. Semoga Alloh merahmati mereka, menerima ruh mereka berdua dan

menjadikan mereka berdua termasuk hamba-hamba-Nya yang shalih yang dijanjikan surga-Nya. Amiin.

Sumber: Kumpulan KISAH NYATA UNGGULAN Majalah ELFATA ‘Seindah Cinta ketika Berlabuh’, 2008, FAtaMeDiaposted by me;

Berbagi Inspirasi dan bukti...Indahnya Al-Islam

Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/
Sumber  ;  KembangAnggrek2.blogspot.com

Rabu, 28 Maret 2012

Saat Cinta Tak Mampu Mempertemukan Kita


Saat Cinta Tak Mampu Mempertemukan Kita
oleh Strawberry pada 25 Maret 2012 pukul 18:32 ·


Saat cinta merekah, semua terasa indah. Tak bisa dipungkiri, bahwa cinta ini dipercaya banyak orang memilki kekuatan yang unik dan dahsyat. Bisa mendekatkan yang jauh. Bisa menyatukan yang berbeda. Bisa menyulap yang sederhana menjadi sangat istimewa.

Kerja cinta memang mengikat. Mengikat antara dua insan sehingga menjadi sepasang kekasih. Mengikat dua insan sehingga menjadi saudara. Mengikat dua insan sehingga menjadi sahabat. Semua bisa seperti itu karena kerja cinta.

Dalam kehidupan berumah tangga, cinta perlu dihadirkan di sana. Bukan hanya memberi warna, namun juga menjadi ruh yang senantiasa menjaga nadi pernikahan agar tetap berdenyut. Jika cinta sudah tak ada, maka biasanya selesailah sebuah rumah tangga, karena tak ada lagi kekuatan yang mendorong masing-masing untuk tetap bersama atas nama cinta.

Perselisihan bukanlah akhir dari segalanya di antara kitaBerapa banyak perselisihan yang justru melahirkan kebersamaan

Kalimat syair di atas hanya akan terjadi jika masih ada cinta yang terus bekerja dan menyemai antara seseorang dengan pasangannya.

Namun, melihat dimensi keagungan cinta, apakah ia sudah merupakan segalanya dalam kehidupan rumah tangga kita?

Perlu kita sadari, bahwa keluarga muslim adalah keluarga yang berorientasi akhirat. Artinya, kebersamaan bersama dengan pasangan kita tentu juga harus diorientasikan jauh ke akhirat sana. Bukan hanya sebatas kehidupan dunia saja. Ketika jiwa meregang nyawa kemudian kebersamaan menjadi selesai begitu saja. Namun kebersamaan di sini harus berujung kebersamaan kelak di surga.

Apakah cinta saja mampu menyatukan kita dengan pasangan kita kelak di akhirat? Mari kita simak baik-baik firman Allah Ta'ala, "Orang yang saling mencintai pada hari itu sebagiannya akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (QS. Az-Zukhruf [43] : 67)

Kata Al-Akhillaa' (Orang-orang yang mencintai) berasal dari kata al-khullah (cinta). Namun kata khullah ini artinya adalah cinta yang bukan hanya sekedar cinta. Khullah artinya adalah cinta yang begitu dalam dan besar. Karena itulah Nabi Ibrahim 'alaihis salam mendapatkan gelar Al-khalil (Kekasih Allah).

Akan tetapi, meskipun mereka di dunia memiliki kualitas cinta yang luar biasa, ternyata itu tidak cukup untuk membuat mereka bisa bersanding di surga. Tentu ada kekuatan lain, selain cinta, yang bisa menyatukan kita dengan pasangan kita kelak di Surga. Apa kekuatan itu?

Allah mengatakan, "kecuali orang-orang yang bertakwa." Artinya, orang-orang yang bertakwa mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan estafet cintanya sampai kelak di Surga. Pasangan Suami-Istri yang bertakwa kelak akan terus memadu cinta sampai ke Surga.

Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Itu karena mereka melandaskan cinta mereka kepada pasangannya di atas pondasi ketakwaan kepada Allah Ta'ala. Bangunan rumah tangga Muslim memang harus berdiri di atas pondasi takwa. Adapun cinta, tempatkan ia sebagaimana bidangnya, mengikat dan menyatukan kita dengan pasangan kita. Karena itu memang kerja cinta, bukan sebagai pondasi. Pondasinya adalah takwa. Jika itu tidak kita lakukan, maka bangunan rumah tangga kita terlalu 'ringkih' dan lemah untuk sanggup menopang kebersamaan sampai kelak di Surga.

Allah Ta'ala berfirman, "Maka, apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya di atas pondasi takwa kepada Allah dan keridhaan-Nya itu yang baik? Ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunan itu jatuh bersama-sama dengannya ke dalam neraka Jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS. At-Taubah [9] : 109)

Ayat di atas sebenarnya berbicara tentang masjid Dhirar, sebuah masjid yang dibangun oleh orang-orang kafir dengan tujuan untuk memata-matai ummat Islam di awal-awal hijrah ke Madinah. Sehingga kata bangunan itu berarti masjid. Namun, kata bangunan tersebut bisa kita kiaskan ke semua bentuk bangunan, termasuk bangunan rumah tangga.

Sebuah rumah tangga yang dibangun di atas pondasi takwa akan hidup nuansa kebaikan di dalamnya. Mereka akan saling mengingatkan untuk senantiasa meniti jalur keta'atan kepada Allah. Bila pasangan khilaf dan kurang maksimal dalam beribadah kepada Allah, maka ia mengingatkannya dan memotivasinya agar terus meningkatkan kualitas ibadahnya.

Inilah cinta yang hakiki. Cinta di atas pilar takwa. Cinta yang membuat seorang Suami tidak tega jika istrinya kelak sengsara di akhirat. Cinta yang membuat seorang Istri tidak rela jika Suaminya kelak dijadikan bahan bakar api Neraka. Sehingga kekuatan takwalah yang kini bicara.

Kekuatan takwa yang akan mendorong Istri untuk selalu ta'at kepada Suami. Kekuatan takwa yang akan membuat Suami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk masa depan akhirat Istri. Konteks bicaranya adalah akhirat. Sehingga jarum kompas biduk rumah tangga selalu diarahkan ke sana.

Untuk keluarga yang seperti ini, kelak Allah akan berkata kepada mereka, "Masuklah kamu ke dalam surga dan isteri-isterimu (lalu) kamu akan dimuliakan." (QS. Az-Zukhruf [9] : 70)

Ar-Razi mengatakan, kata tuhbaruun (kamu akan dimuliakan), maksudnya kemuliaan disitu bukan hanya sekedar 'ikram' (kemuliaan biasa), tapi kemuliaan yang benar-benar dilebihkan. Hal itu diperkuat dengan penjelasan ayat setelahnya tentang bagaimana orang-orang bertakwa diperlakukan di Surga, "Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan cangkir-cangkir. Di dalam Surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata, dan kamu akan kekal di dalamnya. Dan itulah Surga yang diwariskan kepadamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebagiannya kamu makan." (QS. Az-Zukhruf [9] : 71-73)

Ternyata, ada kekuatan yang lebih dahsyat dari cinta. Kekuatan takwa. Sehingga sangatlah layak jika kita sampaikan risalah hati kita kepada pasangan kita. Bunyinya,

Cintaku kepadamu menjadi tidak berartiJika tidak melahirkan rasa takut pada Ilahi

Biarkan cinta tetap bersemi. Biarkan takwa selalu memberi arti. Karena sesungguhnya aku ingin kita kelak tetap bisa bersama sampai meraih Surga-Nya.

Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/
Sumber : KembangAnggrek2.blogspot.com

KATA-KATA HIKMAH : ♥ SEORANG ANTI-ISLAM YANG PADA AKHIRNYA MASUK ISLAM ♥


♥ SEORANG ANTI-ISLAM YANG PADA AKHIRNYA MASUK ISLAM ♥
Yohanes paulus lahir di yogyakarta. Berasal dari keluarga Kristen taat fanatik. Karena latar belakang pendidikan dan pergaulan selalu dalam lingkungan agama Kristen katoolik, semenjak kecil yohanes selalu diberi pandangan bahwa agama islam itu adalah agama yang sesat. Orang-orang Islam itu adalah domba-domba yang perlu diselamatkan. Setiap kali mendengar suara mereka mengaji, yohanes selalu menganggap mereka sedang memanggil setan. Bagitupula setiap yohanes melihat mereka sholat, ia beranggapan sedang menyembah iblis. Perasaan anti-Islam serasa begitu kuat dalam diri yohanes sehingga ia berniat menyerang teman-temannya yg beraga islam bahwa agamanya yang paling benar.

Dimasa kuliah di FKUI yohanes bergabung dalam sebuah kelompok studi kedokteran. Kelompok ini beranggotakan empat orang. Ketiga orang temanya beragama Islam. Mereka diajak diskusi masalah agama. Dalam diskusi itu yohanes mulai menyerang mereka. Yohanes selalu mendiskreditkan agama mereka. Misalnya, mengapa sholat itu harus menghadap kiblat dan harus bahasa Arab dalam membacanya. Yohanes selalu menyatakankepada mereka jika Tuhan orang Islam tidak sempurna karena hanya ada di Arab. Setelah itu yohanes membandingkan dengan tuhan agamanya yang ada dimana-mana.

Mendapat serangan itu, teman-teman yohanes tenang saja. Mereka menjawab bahwa dimana pun berada, orang islam dapat sholat dan selalu sama bahasanya dalam beribadah. Ini menunjukkan bahwa agama Islam itu agama yang benar dan universal (untuk semua manusia). Mereka malah balik bertanya, mengapa orang Kristen itu jika membangun gereja tidak satu arah, malah terkesan berantakan ke segala arah. Itu menunjukkan bahwa tuhan yohanes bingung kemana harus berpaling. Mereka juga mengatakan bahasa agama yohanes itu tidak sama tergantung wilayah. Jadi kesempurnaannya, mereka mengatakan bahwa agama yohanes itu hanya agama lokal. Jelas saja yohanes kaget dan tersentak mendengar jawaban itu. Ternyata mereka pandai-poandai, tidak seperti dugaan yohanes selama ini.

Yohanes coba melahap buku-buku islam, seperti akidah dan Tauhid Islam, api Islam, soal jawab tentang Islam, dan islam jalan lurus. Yohanes juga sering bertanya pada teman-temannya orang islam dan sering menghadiri kuliah dan diskusi agama Islam. Yohanes begitu kagum dan hormat kepada pribadi Nabi Muhammad saw yang telah membawa dan memperjuangkan agama agung dan mulia ini. Dari sini pula yohanes dapat memperoleh jawaban dari berbagai persoalan yang selama ini menjadi ganjalan dalam agamanya. Yohanes mulai percaya jika Islam adalah agama yang rasional, mengajarkan disiplin, bersifat social, dan menjunjung tinggi kesusilaan. Pengalaman seperti ini membuat keimanan yohanes goyah. Dan pada akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat.

Keislaman yohanes mendapat tantangan dari keluarga dan teman-teman gerejanya. Mereka menyindir, mencela, bahkan menuduh yohanes tersesat. Yang paling berat adalah tantangan dari Ibu kandungnya. Yohanes dimarahi dan dicaci maki habis-habisan karena telah berkhianat. Ibunya juga akan mengancam bunuh diri jika yohanes tidak kembali ke agama Kristen. Tantangan ini dihadapi dengan sabar dan tabah. Lama-kelamaan tantangan ibunya mereka jga. Akhirnya yohanes dapat menjalankan ibadah dengan baik dan tenang. (Kisah Para Mualaf Merengkuh Hidayah, 2010)
___________________________________________________________
Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat.
SilaHkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun.Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin  
Sumber  :   Kata-kata hikmah .com

Selasa, 27 Maret 2012

Tanda-Tanda Kebesaran Ilahi Pada Diri Kita..


Tanda-Tanda Kebesaran Ilahi Pada Diri Kita..
oleh Strawberry pada 27 Maret 2012 pukul 18:58 ·

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Imam Al Ghazali pernah menganjurkan kita untuk sekedar memperhatikan penciptaan tangan beserta fungsinya untuk dapat memahami betapa Maha Kuasa-Nya Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Mari kita perhatikan..Dengan konstruksi yang sangat mengagumkan..Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan tangan kita yang cuma sepasang ini sangat multi-fungsi..

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin..dan (juga) pada dirimu sendiri..Maka apakah kamu tiada memperhatikan (QS. Adz-Dzariyat [51]: 20-21)..

Pada saat dikembangkan..telapak tangan ini bisa menjadi garuk..sekop..Rapatkan sedikit..bisa menjadi canting untuk mengambil air...Terus coba satukan..Dengan posisi rapat dan disatukan..kedua tangan ini bisa menjadi gayung...Pada saat dikepalkan..ia bisa menjadi palu..pemukul..Lepaskan..buka dan rapatkan..Pernah kepanasan dan tidak menemukan sesuatu pun untuk dijadikan kipas..?Coba goyangkan tangan dengan posisi begitu..Insya Allah kipas darurat bisa menimbulkan angin..Lumayan...

Itu dalam keadaan bersama-sama..fungsi tangan dalam kesatuan..Dalam keadaan sendiri-sendiri pun jari-jari ini..Subhanallah...Pernah harus memaku di tembok dengan paku payung..?Repot cari palu kecil..? Coba tekan dengan menggunakan ibu jari..Insya Allah tertanam juga paku payung itu..Iseng-iseng ingin membersihkan kotoran di dalam hidung..?Jangan pakai ibu jari...Itu tugas telunjuk...Dan seterus..dan seterusnya..Silakan cari sendiri fungsi masing-masing jari..

Tapi coba bayangkan sekarang..Jika Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan tangan kita tidak beruas..tidak berbuku dan menyatu antara ibu jari dengan jari-jari yang lain.. Fungsinya mungkin akan seperti tombak..karena kaku dan menyatu..Dengan posisi seperti ini..bagaimana kita akan mengambil fungsi jari kelingking yang biasa masuk ke lobang telinga ketika telinga kita gatal..?Atau coba korek hidung kita dengan posisi tangan seperti ini..Tidak akan bisa kan..?

Itu baru hanya dari sepasang tangan dari kita..LALU APALAGI YANG TAK KAU SYUKURI DARI NIKMAT TUHAN..??

Ini semua menunjukkan kepada kita bahwa demikian sempurnanya penciptaan Allah yang bernama manusia..Sehingga untuk melihat kekuasaan-Nya..cukuplah kita memperhatikan diri kita sendiri..Subhanallah...

Demikian maha kuasa-Nya Allah Subhanahu Wa Ta'ala hingga untuk menunjukkan kebesaran-Nya kita cukup melihat diri kita..Allah sungguh maha kuasa..sehingga ciptaan-Nya yang bernama manusia..dan ciptaan-ciptaan-Nya yang lain..benar-benar dalam penciptaan yang sempurna..

Hanya kita saja yang sering lalai...jarang memperhatikan diri kita sendiri...Mengenai orang-orang yang sering lalai..Allah Subhanahu Wa Ta'ala kemudian menegaskan..

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.. (QS. 95:4-5)..

Akibat dari kelalaian memperhatikan diri sendiri..orang akan cenderung lalai untuk mensyukuri anugerah ciptaan yang sempurna ini...Orang-orang yang LALAI BERSYUKUR..kemudian TIDAK MAU BERSUJUD..TIDAK TUNDUK PATUH BERIBADAH KEPADA-NYA..INILAH ORANG ORANG YANG INGKAR..yang sudah mendapatkan jatah..dikembalikan ke tempat yang serendah-rendahnya...Naudzubillah..

Mari kita banyak-banyak memperhatikan ciptaan Ilahi diri kita dan alam ini untuk meningkatkan syukur kita..meningkatkan ketundukan..kepatuhan kita beribadah kepada-Nya...

Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/ 
Sumber  :  KembangAnggrek2.blogspot.com