iklan

Minggu, 16 September 2018

*PRABOWO SUBIANTO*
*UNTUK ISLAM & INDONESIA*

Oleh : Alfian Tanjung

Saya mulai kenal Mas Bowo tahun 1997, bersama Rombongan tokoh Islam Nasional disebuah tempat di Markas TNI untuk merespon situasi transisi. Ada pesan dan kesan mendalam ketika membaca buku Mas Bowo yang berjudul *Rebut Kembali Indonesiaku*. sebagai tulisan awal saya uraikan beberapa catatan tentang Letnan Jenderal Prabowo Subianto, waktu itu kami, Fadli Zon  bang Aru Syeif asadullah memanggil dengan sebutan Mas Bowo, dikalangan orang dekatnya disebut PS08. Saya mendoakan dan dan mengerahkan seluruh potensi yang saya punya untuk bisa menjadi *Presiden ke 8* dengan catatan :



1. Sosok Prabowo merupakan sosok yang Cerdas dan memiliki pembelaan yang sangat kuat, keras dan berani. Hal ini ditunjukkan oleh beliau dalam berbagai kesempatan. Kepada anak buah dan masyarakat bawah (dalam seri selanjutnya akan saya tuliskan).

2. Pembelaan kepada Islam, mas Bowo berani menentang Luhut Binsar Panjaitan (LBP), seorang TNI yang sangat anti, benci dan memiliki target untuk membasmi Umat Islam. Mas Bowo melaporkan rencana licik LB Moerdani dengang mengorbankan Umat Islam pada Peristiwa berdarah, 12 September 1984 di Tanjung Priok, pada Pak Harto. Beny Moerdani bersama Ali Moertopo, membentuk CSIS bersama kalangan katolik dalam rangka membonsai, mempersekusi dan "Membasmi" ide dan keberadaan tokoh dan gerakan Islam yang berkhidmad pada bisnis dan Politik.

3. Mas Bowo, sangat memahami umat Islam merupakan *Mayoritas yang tertindas* tertulis dalam buku *Akselerasi pembangunan Nasional* terbitan CSIS yang menyebutkan penghambat pembangunan Nasional adalah Umat Islam. Sejak muda Mas Bowo sangat dekat dengan kalangan Islam, karena Seorang Prabowo kerap merespon sikap Tirani Minoritas tersebut.

4. Mas Bowo sangat memahami pencaplokan sumber daya Alam Indonesia oleh Imprealis Zionist Kristen dan penguasaan Ekonomi secara nasional dengan cara yang 'Tidak Wajar' oleh kelompok tertentu, dari Jaringan Naga Merah dan Naga Kuning yang berafiliasi PKC dengan rezim Xi Jin Ping sang Jagal Islam di Cina, Hal ini menjadi latar belakang mengapa beliau membentuk Gerindra, sebagai partai Nasionalis Relijius.

5. Ijtima' Ulama I  27-29 Juni 2018 di Jalarta, memusyawarahkan dan menetapkan beliau sebagai Calon Presiden 2019-2024. Hal ini sudah melalui proses panjang dan interaksi yang mendalam. Harapan besar Ulama, Habaib dan Tokoh Islam secara nasional, Mas Bowo, Bang Sandi serta Partai Koalisi, bisa bersinergi secara *Simbiosis Mutualisma* yang dengan ini Ijtima' II GNPF Ulama, bisa segera digelar dan akan menjadi kekuatan dan Barisan yang kuat untuk memenangkan suara lebih dari 60 %, target dengan terbangunnya Koalisi *Keumatan dan Kebangsaan* adalah 80 % untuk kemenangan Prabowo-Sandi.

6. Untuk Mas Bowo yang baik, dekatkanlah diri pada Allah swt dengan menertibkan Ibadah, mengokohkan Aqidah. Mas Bowo, jadilah Umar, seorang Pembela keadilan dengan Kekuasaannya, walaupun terhadap orang Yahudi atau non Muslim.

7. Mas Bowo, Ijtima' II akan menjadi energi terbarukan dalam bentuk *Koalisi Jakarta Nasional* dan *Barisan 212 Nasional*. Untuk itu mas Bowo berkenan meyakinkan semua partai koalisi, termasuk Demokrat tentunya. Untuk menandatangi 14 point aspirasi Umat Islam   Selanjutnya dengan terlaksananya Ijtima' II sesuai rencana, PBB akan menjadi Peluru atau anak panah umat yang menjadi faktor penggenap, penyempurna dan penambah energi. Karena Keluarga Besar Masyumi telah turun gunung untuk mengawal arahan ulama.
Mas Bowo, akan ada serial tulisan selanjutnya, semoga Allah SWT mengabulkan Doa dan Usaha Kita. Bersama Allah swt kita *Pasti Menang !*
Bismillah,...

Indonesia,
Jumat, 7 September 2018

Alfian Tanjung
Pimpinan Taruna Muslim

Allahu Akbar..

#2019GantiPresiden #Copas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar