iklan

Rabu, 20 April 2011

Andre Frankie Kenang Kartini lewat Kebaya Modern

Rabu, 20 April 2011 - 14:57 wib

Kebaya Andre Frankie. (Foto: Eko Purwanto/Sindo)

HARI Kartini yang selalu diperingati setiap 21 April selalu identik dengan kebaya. Hari di mana Kartini muda memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia itu telah menggugah seorang desainer kebaya Andre Frankie untuk mengenang kembali kebaya pakem Kartini.

Andre menyuguhkan kebaya yang berkarakter dan mampu menyatakan suatu sikap perempuan terhadap situasi sekarang, kebaya sebagai identitas dan jati diri perempuan Indonesia. Sejak zaman dahulu, kebaya memiliki kekuatan, bukan hanya sekadar pakaian yang menutupi tubuh.

"Kebaya budaya bangsa yang harus kita lestarikan dan kebaya memang dekat dengan dunia wanita. Kebaya selalu identik dengan hari Kartini," kata Andre saat berbincang dengan okezone di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Untuk memperkenalkan pakem berkebaya yang benar, Andre menilai mendiang ibu Tien Soeharto, istri mantan Presiden RI, almarhum HM Soeharto sebagai ikon pakem kebaya.

"Memang saya terinspirasi figur yang kental kebaya, dan selalu mengenakan kebaya di berbagai kesempatan, baik itu kepentingan nasional apalagi internasional. Dan menjadi inspirasi, figur ibu Tien kental dengan kebaya, cukup lama melestarikan budaya bangsa melalui kebaya," ungkapnya.

Ibu Tien dianggap memiliki dedikasi luar biasa terhadap kebudayaan bangsa sehingga dianggap pas mewakili figur ibu Kartini dengan kebaya khasnya.

Menangkap momen Kartini yang jatuh pada Kamis (21/4), desainer yang memilih eksis di jalur kebaya selama 10 tahun itu memadukan unsur modern dalam kebaya rancangannya.

"Saya tidak pernah ke yang lainnya karena saya ingin mempertahankan kebaya berarti kita perlu regenerasi. Kalau bukan putra putri bangsa sendiri, sama siapa lagi kita melestarikannya. Apalagi sekarang batik sudah diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia, jadi sudah menjadi keharusan untuk kita mempertahankan dan melestarikan budaya bangsa," imbuh Andre.

"Namun sekarang ini sudah ada modernisasi, jadi kita tidak lepas dari kreativitas untuk mengembangkan ide kebaya tanpa mengurangi unsur-unsur kepakeman kebaya itu sendiri. Meskipun kebaya sekarang sudah dikombinasikan dengan beragam unsur seperti payet, sekarang lebih bisa di mix and match," sambungnya.

Dengan upaya tersebut, desainer ternama di kalangan sosialita Tanah Air itu ingin ciri khas Kartini selalu melekat di hati insan muda.

"Sekarang ini kebaya sudah menjadi sesuatu yang diminati seluruh segmentasi umur, dari yang muda sampai tua. Zaman dulu kebaya dianggap klasik, hanya dipakai oleh ibu-ibu, tapi sekarang dengan adanya modifikasi kita setuju kebaya dibawa ke arah modern supaya bisa berekspresi," tutupnya.
Sumber : Chaerunnisa - Okezone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar