iklan

Rabu, 20 April 2011

Senang Berkebaya, Anita CT Ingin Kebaya Dipatenkan

Rabu, 20 April 2011 - 17:43 wib
Chaerunnisa - Okezone

Anita Chairul Tanjung (Foto: Dok Wanita Indonesia)

HARI Kartini identik dengan kebaya. Tak heran jika banyak orangtua mendandani putri mereka dengan pakaian tradisional itu. Tak hanya bagi anak-anak, kebaya juga memiliki makna yang sangat besar untuk orang dewasa. Salah satunya bagi istri pengusaha Chairul Tanjung, Anita Ratnasari Chairul Tanjung.

Berasal dari Solo, Jawa Tengah, membuat sosialita berparas ayu ini sudah mencintai kebaya sejak masih gadis. Dan gemar memakainya untuk berbagai acara.

"Kalau saya pribadi orang Solo, jadi meski semua daerah-daerah lain bagus, tapi saya bangga dengan kebaya Jawa. Saya memang senang pakai kebaya, jadi bukan hal yang baru. Dan kebetulan suami juga senang saya pakai kebaya," katanya saat ditemui di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Wanita berusia 37 tahun itu memang gemar memakai kebaya, khususnya pada acara-acara pesta perayaan. Ibu dua anak ini pun senang memakai kebaya dengan pakemnya.

"Kalau kebaya, saya lebih suka model klasik atau konvensional," ucap Anita yang enggan menyebutkan jumlah koleksi kebayanya.

Agar pesonanya sebagai wanita Indonesia kian memancar, Anita juga kerap memadupandan kebaya dengan kain-kain jarik dari eyang.

"Saya juga senang koleksi kain. Kebanyakan sih kain-kain itu turun-temurun dari eyang," ungkap wanita ramah ini.

Kendati selalu memadupadankan kebaya dengan kain jarik, Anita juga tidak segan memakai songket atau kain lainnya yang bercorak warna-warni.

"Tidak harus kain batik yang diwiru, saya juga suka pakai kain lain untuk mempromosikan daerah lain. Misal atasan pakai kebaya, bawahnya kain Lombok atau Palembang. Karena saya lihat semua daerah di Indonesia itu bagus-bagus. Jadi, saya tidak terpaku pada Jawa saja," jelas Anita.

Rasa cinta Anita terhadap kebaya membuatnya ikut berpartisipasi dalam fashion show bertema Pesona Untaian Melati Ibu Pertiwi, 24 April mendatang.

"Saya memandangnya positif, ini kan bisa melestarikan budaya. Dengan ini generasi seterusnya bisa berpikir, 'Ternyata kebaya yang dikenakan ibu Tien bagus. Kan sekarang banyak yang modern, ternyata yang simpel bagus.' Saya melihat di Jepang mereka pakai kimono hal yang membanggakan, semoga kaum muda juga tahu bahwa berkebaya itu anggun," paparnya.

Atas kecintaannya itu, Anita juga tak hanya ingin batik diakui oleh dunia sebagai warisan budaya Indonesia. Namun, dia berharap agar kebaya juga mendapat pengakuan yang sama.

"Sebelumnya tanggal 21 April, mungkin nanti akan nasional. Kita kan lihat anak-anak setiap tanggal 21 April sudah pakai kebaya. Jadi bagus juga untuk dipatenkan," imbuhnya.

Dengan kegemarannya mengenakan kebaya, Anita pun memberikan tip cara berpakaian nasional dengan pakemnya, yaitu simpel tanpa dilengkapi banyak aksesori.

"Menurut saya, kalau kita berkebaya sesuaikan dengan hari. Kalau siang hari jangan terlalu yang mengkilap, jangan terlalu kinclong jadi disesuaikan dengan waktunya. Selain itu juga perhiasan jangan berlebihan," tutupnya.
Sumber : Okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar