iklan

Minggu, 24 April 2011

Saat Gaji Istri Lebih Besar...

Minggu, 24 April 2011 - 11:14 wib

Istri berpenghasilan besar (Foto: Corbis)

KEBAHAGIAAN biduk rumah tangga tidak dapat lepas dari kemapanan finansial pasutri. Ada kalanya, saat penghasilan istri lebih besar, suami menjadi lebih sering marah-marah dan melampiaskan kekesalan pada istri untuk menutupi perasaan bersalahnya tidak mampu menyokong kebutuhan ekonomi keluarga.
“Saat gaji istri lebih besar, yang harus dilakukan adalah kompensasi. Salah jika suami tidak memaknai hal ini sebagai sebuah berkah. Seharusnya dia dapat menyayangi istrinya dengan sepenuh hati, tanpa membuat istri merasa dimanfaatkan. Begitupun istri, jangan melihat hal ini sebagai pemanfaatan dari suami atau menganggap dirinya sapi perah karena sebenarnya kalian adalah ‘partner’ seumur hidup,” tutur psikoloh Ratih Andjayani Ibrahim kepadaokezone di acara “Sambut Suksesmu Dengan Percaya Diri Setiap Hari”, i XXI Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Lain cerita jika pada akhirnya istri merasa dimanfaatkan suami, sebab memiliki penghasilan lebih besar kemudian memutuskan untuk berselingkuh atau bercerai.

“Kamu boleh memanggil saya tradisionalis, tetapi ketika kita sudah berkomitmen dengan satu orang untuk menjadi pasangan hidup, kita telah berkomitmen di hadapan Tuhan. Itulah mengapa sangat penting untuk teliti sebelum membeli, ibaratnya saling kenal satu sama lain secara baik baru menikah. Ingat tidak kalimat dalam susah dan senang, dalam keadaan sehat maupun sakit nah sekarang buktikan! Lihat kondisi ini sebagai cara bagaimana kita dapat membantu suami, membantu kehidupan keluarga kita, sebab kembali lagi suami adalah ‘partner’ kita, your spouse,” tutup Ratih.
Sumber :  Lastri Marselina - Okezone



Tidak ada komentar:

Posting Komentar