iklan

Sabtu, 16 Juli 2011

Bupati Nilai Kinerja Disdikpora Lemah



Ilustrasi(photo: stmikbpn.ac.id)

Tugas Disdikpora Kotim banyak yang belum tuntas. Mulai dari masih tingginya buta aksara, putus sekolah, kekurangan guru hingga infraktruktur sekolah.

SAMPIT – Bupati Kotim Supian Hadi menilai kinerja Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kotim saat ini lemah. Hal ini dikatakan Supian Hadi dalam rapat koordinasi semua kepala SKPD beberapa waktu lalu di rumah jabatan bupati.

Pada kesempatan itu, Supian Hadi menilai kinerja Disdikpora masih lemah. Khususnya dalam bentuk koordinasi antara kepala dinas dan kepala bidang. Bahkan, Supian menyebut ada kabid yang berani melawan kepala dinas. Tidak sinkronnya koordinasi di tubuh Disdikpora menyebutkan program tidak berjalan.

“Kalau sesama pemegang kebijakan di dalamnya sudah tidak sinkron, bagaiman mau menjalankan program SKPD. Saya lihat saat ini banyak hal yang harus dibenahi Disdikpora,” tegas Supian Hadi.

Saat ini banyak tugas Disdikpora yang belum tuntas, seperti masih adanya sekolah rusak di tengah kota. Jumlah guru di di pelosok dan di perkotaaan tidak merata dan banyaknya rumah dinas guru tidak layak huni, terutama di pelosok. Pemera­taan kualitas sekolah di kota pun juga dinilai bupati belum terlaksana.

“Masih ada istilah sekolah favorit dan tidak, sehingga sekolah yang dinilai kurang kualitasnya hanya menunggu sisa pendaftaran sekolah favorit. Seharusnya sudah ada peme­rataan,” jelasnya.

Masih banyaknya sekolah mengeluhkan soal minimnya anggaran. Padahal, Disdikpora telah diberikan peluang besar seperti dana bantuan operasional sekolah (BOS). Hal pen­ting lainnya, angka buta aksara dan putus sekolah di Kotim masih tergolong tinggi, serta belum tuntasnya wajib belajar 9 tahun.

Ketika merombak kabinet beberapa waktu lalu, Supian hadi sudah menempatkan orang-orang yang dinilai kompeten di bidangnya. Mereka yang berlatar belakang pendidikan ditempatkan di Disdikpora.(borneonews/)
Sumbrt  :  sampitonline.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar